Duhai Wanitaku

Duhai Wanitaku
38. Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Tak terasa waktu telah bergerak cepat, usia kandungan Poppy telah tujuh bulan. Hari ini Poppy mengadakan syukuran tujuh bulan. Seperti yang telah di rencanakan Poppy hanya mengadakan pengajian tanpa apa acara siraman. Karena Poppy dan Budi belum menjadi mahrom, jadi  Poppy tidak mengadakan acara itu. Poppy mengundang ibu-ibu pengajian dan anak-anak yatim piatu. Serta Poppy mengundang keluarga dan teman-temannya. Poppy tampak cantik dengan berbalut baju muslim putih. Begitu juga Budi yang berpakaian koko putih. Mereka tersenyum manis menyambut para tamu.


“Wah….. Ibu Drektur terlihat tambah cantik saja,” itulah pujian yang diungkapkan Farah ketika Poppy menyambut kedatangan Farah beserta


suaminya.


“Terima kasih,” ucap Poppy sambil cipka-cipiki dengan Farah.


Kemudian Suami Farah mengajak Poppy untuk bersalaman, namun Poppy hanya menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


Farah  kembali mendekati Poppy dan membisikkan sesuatu ditelinga Poppy, “Itu Pak GM tambah ganteng, aja. Awas jangan sampai meleng, pelakor di luar sana banyak berkeliaran.”


Poppy hanya tersenyum sambil melirik Budi. Lalu ia membalas bisikan Farah dengan gelengan kepala.


“Iiiihhh dikasih tau nggak percaya,” kata Farah.


Poppy hanya tersenyum mendengar omongan Farah.


“Iya deh, Pak GM mah udah cinta mati dengan Ibu Direktur. Jadi tidak akan pindah kelain hati,” kata Farah sambil mengajak suaminya pergi


dari hadapan Poppy.


Hadir pula Reva, Irma serta Jaka.


“Ibu cantik sekali,” puji Irma.


“Ibu kenapa nggak pernah ke kantor lagi? Banyak cewek-cewek yang ngelirik Pak Budi kalau ibu nggak ke kantor,” kata Irma panjang lebar.


“Bohong, bu. Mana ada yang berani melirik Pak Budi, Pak Budi kan galak,” timpal Reva.


“Itu para sales-sales yang berpakaian seksi,” kata Irma.


“Iya, tapi kan keburu dihalangi sama elo,” seru Reva.


Budi menghampiri Poppy, “ Ada apa, nih?


“Ini pak, biasa Irma mengadi-ngadi. Katanya banyak cewek yang ngelirik Pak Budi,” sindir Reva.


“Sudah sana masuk, sebentar lagi pengajian dimulai,” kata Budi kepada Irma dan Reva.


“Iya, pak,” Irma dan Reva masuk ke dalam untuk mengikuti pengajian.


“Ayo bu, masuk. Sebentar lagi pengajian dimulai,” Budi mengantarkan Poppy ke tempat para wanita untuk mengaji. Poppy duduk di sebelah Bu Femi dan Bu Tiara. Setelah itu Budi bergabung di tempat para pria.

__ADS_1


Tak lama kemudian pengajianpun di mulai. Pengajian dimulai dengan memanjatkan doa untuk kesehatan ibu dan bayi yang berada di dalam kandungannya. Kemudian pembacaan surat yang di pilih dari dalam Al Quran. Poppy membaca ikut sambil mengusap perutnya. Terasa anak di dalam kandungannya begitu tenang mendengarkan ibunya mengaji. Namun ketika pengajian masih berlangsung, Poppy melihat Dimas menghampiri Pak Brata dan mengatakan sesuatu kepada Pak Brata. Terlihat wajah Pak Brata berubah menjadi marah. Lalu Pak Brata seperti mengatakan sesuatu ke


Pak Rahadian. Terlihat  Pak Rahadian mengajak Pak Brata untuk keluar disusul oleh Reno dan Budi.


Poppy penasaran dengan apa yang terjadi, Poppy hendak menyusul keluar namun ditahan oleh Bu Femi.


“Jangan keluar,” bisik Bu Femi.


Akhirnya Poppy menurut dan tidak ikut keluar.


Sementara itu di luar tampak Pak Brata menatap tajam kepada Kevin.


“Mau apa kamu kemari?” tanya Pak Brata dengan tegas.


“Saya mau ketemu Poppy, Om,” jawab Kevin.


“Mau apa kamu ketemu dengan anak saya?”


“Saya mau minta maaf kepada Poppy. Saya menyesal telah meninggalkan Poppy,” ucap Kevin.


“Pergilah!!! Poppy sudah hidup bahagia. Jangan kau ganggu Poppy lagi!!!” perintah Pak Brata.


“Om, kasih saya kesempatan untuk bertemu dengan Poppy om. Saya ingin menikahinya,” pinta Kevin.


“Budi, ” panggil Pak Rahadian.


Budi menoleh kearah Pak Rahadian, lalu Pak Rahadian menggelengkan kepalanya. Seolah memberi tanda kepada Budi untuk tidak berbuat gegabah. Budi hanya bisa menatap tajam ke arah Kevin.


“Kamu mengurus istri satu saja ngak becus!!! Sekarang berani-beraninya kamu meminang anak saya,” bentak Pak Brata.


“Saya akan menceraikan istri saya secepatnya,” kata Kevin.


“Percuma kamu ceraikan istri kamu, saya tidak akan membiarkan laki-laki pecundang seperti kamu untuk menikah dengan anak saya. Camkan itu!” seru Pak Brata.


“Budi,” panggil Pak Brata.


“Ya, pak,” jawab Budi menghampiri Pak Brata.


“Apa istrinya Kevin yang berani menghina-hina Poppy di depan umum?” tanya Pak Brata.


“Betul, pak,” jawab Budi.


“Buktinya ada di kamu?” tanya Pak Brata.

__ADS_1


“Ada, pak.”


“Bagus, kamu simpan baik-baik,” kata Pak Brata.


Tiba-tiba seorang wanita datang sambil berteriak-teriak.


“Poppy….Poppy…….HEI WANITA ******!!!! JANDA GATEL!!!!  KELUAR LOE!!!!” Tantri berteriak-teriak di depan pagar. Pak Amin penjaga rumah berusaha menahan Tantri agar tidak masuk.


Semua Orang yang sedang mengaji di dalam berhamburan keluar termasuk Poppy. Padahal Bu Femi dan Bu Tiara sudah berusaha untuk menahannya untuk tidak keluar. Tapi Poppy memaksa untuk melihat apa yang terjadii. Poppy melihat Tantri dan Kevin ada di halaman rumahnya.


“Hei perempuan gila!!!! Siapa yang kamu maksud dengan ****** dan janda gatel?” tegur Pak Rahadian.


“Siapa lagi kalau bukan Poppy perebut suami orang,” jawab Tantri dengan tenang.


“Jadi kamu istrinya Kevin?”


“Iya,” jawab Tantri.


“Kamu anaknya Darma?” tanya Pak Rahadian.


“Iya, kok om kenal sih sama papa saya?”


“Saya tahu siapa kamu, tapi kamu tidak tau siapa saya,” jawab Pak Rahadian.


.


.


.


.


.


.


.


nah loe-nah loe, Tantri bangunin macan tidur.


up nya udah 3 bab, ya.


for your info novel udah hampir end.

__ADS_1


yang belum pencet like dan belum komen buruan like and comment


__ADS_2