Duhai Wanitaku

Duhai Wanitaku
39. Bos Besar.


__ADS_3

Pak Brata meminta maaf kepada tamu atas keributan yang terjadi. Dan mempersilahkan pada tamu untuk melanjutkan pengajian.


Pak Rahadian meyuruh Pak Amin untuk menutup pintu dan tidak boleh ada satu orangpun yang keluar dari rumah itu. Lalu Pak Rahadian menelepon orang tua Tantri dan Kevin, menyuruh mereka untuk datang ke rumah Poppy.


Diam-diam Kevin menghampiri Poppy, namun dengan sigap Reno mencengkram tangan tangan Kevin.


“Hei mau kemana? Nggak ada kapok-kapoknya ngedeketi Poppy,” tegur Reno.


“Bang kasih saya kesempatan untuk berbicara dengan Poppy,” kata kevin dengan memelas.


“Maksud loe ape ngomong sama Poppy? Heh ..mau cari ribut, loe? Tuh mulut bini loe sekolahin dulu. Berani-beraninya dia menghina adik gue,” Reno bener-bener tersulut emosinya.


“Bang, saya sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Tantri,” bela Kevin.


“Semua gara-gara si ****** janda gatel yang mengganggu Kevin,” sindir Tantri.


Mendengar omongan Tantri Budi tambah tersulut emosinya.


“Hei….. Ibu Tantri yang terhormat. Apa maksudmu dengan kata Bu Poppy yang mengganggu Kevin? Setau saya Pak Kevin yang selalu mengganggu Bu Poppy,” kata Budi dengan geram.


“Dan jangan pernah menghina Bu Poppy lagi dengan kata-kata ****** dan janda gatel!!! Dia itu calon istri saya. Sekali lagi Ibu Tantri yang terhormat menyebut calon istri saya dengan kata-kata itu, saya pastikan anda, suami anda dan keluarga anda akan menjadi gelandangan. Camkan itu!!!!” tegur Budi.


“Alah loe kan cuma bodyguard. Paling loe dibayar buat nutupin aib Poppy karena nggak ada lakinya,” sindir Tantri.


Budi geram, ia mendekati Tantri.


Dengan sigap Reno dan Dimas menahan Budi.


“Bud…Bud…. Sabar Bud,” seru Reno.


“Dia menghina Poppy terus, pak. Saya tidak terima. Sakit hati saya mendengar calon istri saya terus menerus dihina,” Budi protes.


“Sabar, Bud. Bagaimanapun Tantri itu perempuan nggak boleh kamu lawan,” kata Reno.


“Rima,” panggil Reno.


“Ya, bang,” Rima menghampiri Reno.


“Ajak Poppy masuk ke dalam. Ajak juga Mama, tante Femi dan bibi untuk masuk,” kata Reno.


“Baik, bang,” lalu Rima pergi mengajak Poppy untuk masuk ke dalam.


Terlihat wajah Tantri tenang-tenang aja tidak ada rasa bersalah setelah ngomong seenaknya saja tentang Poppy.


“Pak Reno, saya rasa Tantri itu sakit jiwa,” bisik Dimas.


“Dia seperti itu karena merasa orang tuanya kaya, bahkan merasa lebih kaya dari Poppy,” kata Reno.


“Padahal….,” Dimas tidak melanjutkan omongannya.

__ADS_1


“Makanya Pak Rahadian menahan Tantri dan Kevin di sini biar mereka tau siapa Poppy,” lanjut Reno.


Tak lama kemudian datanglah orang yang di tunggu-tunggu.


“Assalamualaikum,” sapa Pak Darma dan Pak Cokro.


“Waalaikumsalam,” balas Pak Rahadian.


Tantri senang melihat kedatangan papanya.


“Papa, perempuan ****** dan janda gatel itu mau merebut Kevin,” Tantri mengadu pada Pak Darma.


“Jalang-******, janda gatel. Bisa tidak kamu tidak menyebut itu pada anak saya Poppy!” protes Pak Brata dengan kesal.


“Memang Poppy seperti itu,” kata Tantri dengan sombong.


Pak Darma dan Pak Cokro bingung dengan keberadaan Kevin dan Tantri di rumah Poppy.


 “Ini ada apa, pak? Kok Kevin dan Tantri ada di sini?” tanya Pak Damar.


Pak Brata mulai menceritakan semua tentang Poppy, Kevin dan Tantri.


Budi juga menceritakan apa yang Tantri lakukan kepada Poppy lengkap beserta videonya. Reno juga menceritakan kedatangan Kevin dan Tantri ke rumah sakit.


Pak Darma dan Pak Cokro marah kepada Tantri dan Kevin.


“Maafkan anak-anak kami, yang sudah mengganggu menantu Pak Rahadian,” kata Pak Darma dengan penuh rasa penyesalan.


“Lalu apa yang harus kami lakukan?” tanya Pak Darma.


“Saya ingin Tantri dapat perlakuan yang sama seperti apa yang Poppy terima. Saya ingin Tantri mendapatkan sanksi sosial berat. Hingga Tantri merasa dipermalukan di depan orang banyak,” kata Reno.


“Dan Untuk Kevin, saya minta Kevin jangan lagi coba-coba mendekati Poppy. Poppy sudah memiliki calon suami. Kevin tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan calon suami Poppy,” kata Pak Brata dengan wajah penuh amarah.


“Baik pak, akan kami laksanakan,” kata Pak Darma.


“Jangan cuma ngomong saja Pak Darma, harus ada bukti. Yang saya inginkan adalah bukti. Jika tidak, saya akan menarik semua uang saya yang ada di perusahaan Pak Darma,” kata Pak Rahadian.


“Dan satu lagi, tidak ada fasilitas perusahaan yang di pakai oleh kedua anak ini,” lanjut Pak Rahadian.


“Baik, pak,” kata Pak Darma.


“Oke sekaeang, Pak Darma dan Pak Cokro boleh pergi. Dan jangan lupa bawa Kevin dan Tantri,” Pak Rahadian menyuruh Pak Darma dan Pak Cokro pergi dan membawa sepasang suami istri itu.


Tantri dan Kevin diam tidak protes setelah mengetahui siapa Pak Rahadian ini.


“Assalamualaikum,” Pak Darma mengucapkan salam sebelum pergi.


“Waalaikumsalam,” Pak Rahadian membalas salam Pak Darma.

__ADS_1


Setelah Kevin dan Tantri pergi pengajianpun telah selesai para tamu undangan, ibu-ibu pengajian dan anak-anak yatim piatu dipersilahkan untuk makan siang.


Poppy menjadi penjual rujak dan cendol. Rujak Poppy pesan dari Mpok Leha dan cendol Poppy pesan dari Mang Ole, tukang cendol yang suka lewat di depan rumah Budi.


Para tamu undangan membeli rujak dan cendol dengan menggunakan uang koin yang terbuat dari tanah liat. Mereka mengantri untuk membeli rujak dan cendol. Poppy berjualan rujak dan Budi berjualan cendol.


“Aduh ini calon pengantin sangat serasi yang satu cantik dan satunya lagi ganteng. Aura wajahnya hampir sama, berarti memang jodoh,” puji salah satu ibu-ibu pengajian.


“Cendol dan rujak calon pengantin juga enak, loh,” puji ibu-ibu yang lain.


“Wah…. saya jadi tidak sabar untuk mencicipinya,” kata ibu-ibu yang sedang mengantri untuk membeli.


Poppy dan Budi hanya tersenyum mendengar omongan ibu-ibu pengajian.


“Eh…. Mpok Direktur beli dua rujak yang satu pedasssss sekali dan yang satu lagi jangan pakai pedas,” kata Farah sambil menyimpan uang koin ke tempatnya.


Setelah mendapatkan rujak, Farah beralih ke Budi.


“Mang GM beli cendolnya dua, yang enak ya cendolnya,” kata Farah kepada Budi.


Setelah mendapatkan rujak dan cendolnya Farah mengajak suaminya untuk menikmati rujak dan cendol.


Tiba-tiba Farah balik lagi menghampiri Poppy sambil kepedesan.


“Mpok Direktur, elo masukin sambelnya berapa sendok? Gila pedes banget,” Kata Farah yang protes karena kepedasan.


“Lima sendok makan, kan tadi minta yang pedas,” jawab Poppy.


“Iya, tapi jangan ampe lima sendok. Tapi emang bener-bener enak rujaknya,” puji Farah sambil kepedasan.


Setelah selesai makan para tamu berpamitan untuk pulang. Setiap tamu mendapatkan bingkisan yang berisikan handuk kecil, sabun, cologne, body lotion dan lulur. Untuk anak-anak yatim piatu mendapatkan bingkisan yang sama hanya produknya diganti produk khusus anak-anak. Mereka juga mendapatkan uang di dalam amplop berwarna warni.


Semua tamu pulang dengan wajah yang gembira.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Udah ngak crazy up lagi, ya. Author mau nabung episode untuk novel yang baru. okeh....


__ADS_2