Duhai Wanitaku

Duhai Wanitaku
61. Extra Part 5.


__ADS_3

Satu Setengah Tahun  Kemudian.


Poppy memasuki kantor suaminya. Semua orang menundukkan kepala dan memberi salam kepada Poppy. Maklumlah Poppy adalah Owner hotel & resto tempat mereka bekerja. Poppy melangkahkan kakinya ke ruangan suaminya. Irma dan Reva yang sedang sibuk dengan pekerjaannya langsung berdiri dari


tempat duduk mereka.


“Selamat siang, Bu,” ucap Irma


“Selamat siang, Bu,” ucap Reva.


“Selamat siang Irma.”


“Selamat siang Reva,” jawab Poppy.


Poppy membuka ruangan suaminya namun terlihat kosong. Suaminya tidak ada di ruangannya. Muka Poppy terlihat kecewa.


“Irma, kemana Pak Budi?” tanya Poppy.


“Pergi ke Bandung, Bu. Ada masalah dengan pembangunan hotel di Bandung,” jawab Irma.


“Perginya kapan?” tanya Poppy dengan kesal.


“Tadi pagi, Bu. Sekitar jam sembilan,” jawab Irma.


Jam Sembilan? Berarti sekarang masih di jalan belum sampai, kata Poppy dalam hati.


“Bapak pergi dengan siapa?” tanya Poppy ke Irma.


“Bapak pergi dengan Jaka dan Pak Zaki,” jawab Irma.


“Sampai segawat itu persoalannya? Sampai Pak Zaki juga harus ikut?” tanya Poppy.


“Saya kurang tau, Bu. Bapak tidak bilang apa-apa,” jawab Irma.


Poppy masuk ke ruangan suaminya. Di dalam ia menelepon suaminya.


“Assalamualaikum, Ayah.”


“Waalaikumsalam, Mah.”


“Ayah dimana?”


“Ayah dalam perjalanan ke Bandung. Nanti sore juga pulang lagi.”


“Ada apa sih, Yah? Apa segitu gawatnya sampai Ayah juga membawa Pak Zaki?”


“Nggak ada yang gawat, cuma ada yang harus di urus. Tapi Ayah sedang letih sekali, jadi bawa Pak Zaki untuk mengurus semuanya. Ayah hanya mengawasi saja.”


“Tapi benarkan sore ini Ayah pulang?”


“Iya, sore ini Ayah pulang.”


“Mamah lagi apa?”


“Mamah lagi di kantor Ayah. Tadinya mau makan siang bareng Ayah, tapi Ayahnya nggak ada. Ya sudah, Mamah mu ke rumah Mamah aja mau makan rujak Mpok Leha.”

__ADS_1


“Makan nasi dulu, baru makan rujak.”


“Iya, Ayah.”


“Firas mana? Ikut ke kantor nggak?”


“Firas sama Mbak di rumah Mamah Tiara. Lagi colek-colek bayi Teh Rima.”


“Ya sudah, kalau mau ke Mamah. Tapi ingat makan nasi dulu, baru makan rujak!”


“Iya, Ayah.”


“Ya sudah, tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam,” jawab Poppy sambil menutup teleponnya.


Poppy keluar dari ruangan suaminya.


“Irma Reva saya pulang dulu. Mau ke rumah Mamah makan rujak Mpok Leha,” kata Poppy.


“Iya, Bu,” jawab Irma dan Reva bersamaan.


Poppypun pergi meninggalkan kantor suaminya.


“Rev, gue jadi curiga jangan-jangan Ibu Poppy hamil lagi?” kata Irma setelah Poppy tidak terlihat lagi.


“Masa sih? Elo tau darimana?” tanya Reva tidak percaya.


“Coba aja elo perhatikan, setelah Firas lahir Ibu Poppy tidak pernah menyinggung soal rujak Mpok Leha. Tapi sekarang setelah berapa purnama Ibu Poppy baru sekarang menyinggung lagi rujak Mpok Leha,” kata Irma panjang lebar.


“Tapi kan Ibu Poppy tidak mual-mual seperti layaknya wanita hamil,” ujar Reva.


“Nggak pernah,” jawab Reva.


“Kerjanya makan terus,” lanjut Reva.


“Ah, kan,” seru Irma.


“Kita tunggu aja besok, Ibu bikin drama apalagi,” kata Irma.


*********


Keesokan harinya.


“Siang Irma Reva, Bapak ada?” tanya Poppy sambil menguap ngantuk.


Terlihat mata Poppy yang mulai berat karena menahan ngantuknya.


“Ada Bu di dalam. Masuk saja,” jawab Irma.


Dengan langkah gontai Poppy masuk  ke dalam ruangan suaminya.


“Assalamualaikum,” ucap Poppy sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tertutup kerudung.


Budi mendongkakan kepalanya.

__ADS_1


“Waalaikumsalam,” jawab Budi.


Budi melihat wajah istrinya yang sudah mengantuk. Tanpa aba-aba Poppy langsung duduk di atas pangkuan suaminya,, merebahkan kepalanya di atas bahu suaminya lalu memejamkan matanya.


“Mamah kenapa? “ tanya Budi sambil mengusap-usap punggung istrinya.


“Mamah ngantuk, tapi mau bobo sama Ayah,” jawab Poppy yang mulai lemah.


“Ya sudah, bobo saja,” kata Budi sambil terus mengusap-usap punggung istrinya.


“Mau sambil diempok-empok,” rengek Poppy.


“Iya ini diempok-empok,” Budi menepuk-nepuk bagian belakang istrinya.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


“Masuk,” seru Budi.


Reva masuk ke dalam ruangan tidak melihat tetapi matanya sedang membaca isi map yang dipegangnya.


“Pak ini……..,” Reva mendongkakan kepalanya dan ia kaget melihat Poppy yang sedang tidur di atas pangkuan Budi.


“Simpan saja di meja,” kata Budi.


“I..i…iya, Pak,” cepat-cepat Reva menyimpan map di atas meja dan langsung keluar dari ruangan Budi.


Reva cepat-cepat menutup pintu ruangan Budi.


“Kenapa loe? Kayak orang habis melihat setan,” tanya Irma.


“Ibu…Ibu….Ibu Poppy….,” kata Reva dengan terbata-bata.


“iya, kenapa Ibu Poppy?”tanya Irma dengan gemas.


“Ibu Poppy lagi di kelonin Pak Budi,” kata Reva.


“APAAAA??????” teriak Irma sambil berdiri dari kursi.


“Sssssttttt jangan berisik, nanti Ibu bangun,” bisik Reva dengan jari telunjuk di depan bibirnya.


“Tadi barusan kamu bilang Ibu dikelonin Bapak. Berarti mereka sedang ML?” tanya Irma.


“Bukan…bukan…begitu,” seru Reva.


“Terus gimana yang benernya?” tanya Irma bingung.


“Ibu bobo di atas pangkuan Pak Budi,” kata Reva.


“Hmmm mencurigakan 🤔,” kata Irma.


.


.


.

__ADS_1


.


. Irma mah kepo.


__ADS_2