
"Halo Ger, kemana Ned akan pergi? Apa dia ada janji denganmu?"
"Iya Ray, Ned ada janji denganku"
"Baiklah kalo begitu aku tutup teleponnya."
Setelah Ray bertanya pada Gerry, Ray langsung membersihkan badannya dan tertidur pulas malam itu.
****
Ned bertemu dengab Gerry di DSC, mereka sudah berjanji akan minum berdua malam ini.
Ketika Ned tiba di DSC Ned duduk didekat meja Bar Hugo sembari menunggu Gerry, namun Hugo tak ada disana dan itu membuat Ned bertanya-tanya dimana dirinya. Dan tiba-tiba Ned melihat Hugo membawa makanan menuju lift yang menuju langsung keruang pribadi Ray.
"Hugo, kenapa dia membawa makanan kesana? Ray kan ada dirumah." Tanya Ned bingung.
Ned pun menghampiri Hugo.
"Hugo, makanan untuk siapa itu?" Tanya Ned
Hugo pun gugup karena ia takut Ned akan tahu soal rahasia Ray.
"I-ini... Ini... Makanan untuk, untuk Ray. Ned."
"Ray? Ray ada dirumah, barusan aku berbicara dengannya lalu aku langsung datang kesini. Hugo, jangan berbohong padaku. Untuk siapa itu dan ada siapa disana?"
Hugo tak menjawab pertanyaan Ned, Ned pun mulai kesal karena Hugo menyembunyikan sesuatu darinya. Ned dengan cepat mengambil cardlock pintu ruang pribadi Ray disaku kemejanya.
"Ned! Aku mohon jangan lakukan hal aneh aku takut Ray akan marah padaku." Ucap Hugo ketakutan ketika Ned mengambil cardlock-nya.
"Hugo. Tenang saja aku tak akan memberitahu ini semua pada Ray. Dan kamu tak akan dapat masalah, Kemarikan makanannya biar aku yang antar makanan ini."
"Tapi..."
"Sudahlah cepat, kemarikan makanannya."
Dan akhirnya Ned menuju ruang pribadi Ray sendirian sembari membawa makanannya.
Ned juga belum tahu siapa yang ada diruang pribadi Ray.
Ketika Ned membuka pintu, Ned terkejut ketika melihat ada seorang wanita diruang pribadi Ray, yang tak lain wanita itu adalah Amara, wanita yang meminta tolong pada Ned tempo hari.
"Astaga, dia kan Amara." Ucap Ned terkejut.
Amara yang masih tertidur, tidak tahu jika ada Ned datang.
"Dia meminta tolong padaku tempo hari."
Ned pun langsung menyimpan makananya dan mencoba membangunkan Amara yang tertidur.
__ADS_1
"Amara... Amara... " Panggilnya.
Amara pun terbangun dan terkejut setelah ia tahu jika Ned ada disampingnya.
"Hah! N-Ned... Kamu Ned kan, kenapa kamu bisa ada disini Ned?"
"Amara, seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu ada disini?"
"Ned... Ray. Dia... Dia mengurungku disini, aku bahkan belum pernah mengenalnya. Tapi tiba-tiba dia mengurungku disini. Tolong bantu aku keluar dari sini Ned." Rintih Amara
Ned tiba-tiba memegang wajah Amara perlahan, dengan kedua tangannya.
"Amara, apa Ray melakukan hal buruk padamu?"
"Tidak, tapi terkadang jika dia marah dia akan melampiaskan kemarahannya padaku Ned."
"Astaga, kenapa Ray jadi cowok brengsek kaya gini sekarang."
"Amara, aku akan menolongmu, tapi sekarang ayo makan dulu, kamu terlihat sangat pucat."
Ned pun menyuapi Amara, yang terlihat lemas, lalu Amara menceritakan segalanya pada Ned. Atas apa yang dilakukan Ray padanya.
Setelah Amara menceritakan segalanya, Emosi Ned mulai timbul. Namun Ned berusaha menahan dirinya.
"Astaga, kenapa dia melakukan itu padamu. Aku akan menolongmu Amara, jadi tenang saja."
Dan tiba-tiba saja Gerry masuk keruangan pribadi Ray, setelah tahu Ned ada disana.
Gerry terkejut setelah melihat ada Amara diruang pribadi Ray.
"Gerry... "
"Ya ampun Amara, kenapa kamu bisa ada disini? Dan aku ingat kejadiaan tempo hari, jadi Ray membeli banyak pakaian itu untukkmu?"
"Iya Gerry, dia melakukannya untukku."
Lalu Gerry pun mulai mendekati Amara dan bertanya banyak hal padanya.
"Aku bingung kenapa dia melakukan ini padamu Amara?" Tanya Gerry.
"Aku juga tidak tahu, tapi Ray selalu melihatku sebagai Bella, padahal aku dan Bella sama sekali tak mirip. Entah apa yang membuat Ray berfikir aku ini Bella." Jelas Amara pada Gerry.
Ketika mereka asik berbicara, tiba-tiba Ned mendapatkan pesan dari Hugo, bahwa Ray tiba-tiba datang ke DSC.
"Halo Hugo, ada apa?"
"Ned, Ray tiba-tiba datang kesini."
"Astaga, Ray datang Ger, bagaimana ini?"
Ucap Ned yang sedikit gugup.
__ADS_1
"Ya ampun, cepat kalian bersembunyi. Aku tak ingin Ray tahu tentang kalian. Aku takut Ray akan marah pada kalian." lanjut Amara yang mulai cemas.
Lalu Ned dan Gerry pun bersembunyi dengan cepat didalam kamar mandi.
Tak lama Ray pun benar-benar tiba, lalu Ray menghampiri Amara yang sedang makan malam sembari duduk diatas ranjangnya.
"Hai... Apa kamu baik-baik saja? Apa perutmu sudah membaik?" Tanya Ray dengan wajah dinginnya.
"Aku baik-baik saja, untuk apa kamu datang Ray? Ini sudah malam."
"Aku lupa memberitahumu, soal obat yang harus kamu minum dari dokter pagi tadi. Kamu lanjut saja makan, aku akan menyiapkan obatnya."
Amara sedikit bingung dengan sikap Ray yang tiba-tiba baik dan perhatian padanya. Karena biasanya Ray kasar. Lalu Amara pun teringat ketika dirinya mabuk, dirinya berkata pada Ray bahwa ia tak suka laki-laki yang kasar dalam perkataan maupun perbuatan.
Ketika Amara memikiran hal itu, tiba-tiba Amara terkejut melihat Ray yang mencoba masuk kekamar mandi. Amara teringat jika disana ada Ned dan Gerry, lalu dengan cepat Amara berlari menghalangi Ray.
"Ray!!!"
Saat Ray memegang pintu dan hampir membuka kamar mandi, Dengan cepat Amara memblokir langkahnya dengan mencium bibir Ray.
Ray pun terkejut dengan apa yang dilakukan Amara. Namun bukannya seperti sebuah adegan film yang dilanjutkan dengan ciuman romantis lagi, Ray malah mendorong Amara kearah kanan dan membuat Amara terjatuh kelantai.
"Apa yang kamu lakukan Amara?! kenapa dengan beraninya kamu melakukan itu. Kamu bukan Bella yang seenaknya memberiku sebuah ciuman. Ingat itu!"
Amara pun tiba-tiba meneteskan air matanya, karena ucapan dan perlakuan Ray yang kembali seperti semula, seseorang yang dingin dan kasar.
Ned dan Gerry yang tengah bersembunyi dikamar mandi pun tak tahan dengan sikap Ray, lalu mereka berdua keluar dari kamar mandi dan membuat Ray terkejut.
"Hentikan Ray! Apa yang kamu lakukan?!" Teriak Ned sembari mendorong Ray menjauh dari Amara.
"Ned, Gerry. A-apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Ray yang benar-benar gugup.
"Ray, jika kamu merasa Amara sama dengan Bella, kenapa kamu memperlakukannya dengan beda? Kamu memanjakan Bella sedangkan Amara, kamu melakukannya dengan kasar!" Ucap Ned pada adiknya itu.
Sedangakan Gerry dia membantu Amara berdiri, Setelah Ray mendorongnya.
"Siapa bilang dia mirip Bella? Tidak. Dia tak sama dengan Bellaku."
"Lalu kenapa kamu mengurungnya disini Ray, aku tak menyangka adikku sendiri akan melakukan hal seburuk ini pada wanita."
"Aku sama sekali tak punya alasan kenapa aku mengurung Amara disini. Dan ini semua bukan urusanmu Ned."
"Baiklah, aku akan membawa Amara pergi dari penjaramu ini."
Ned pun menarik tangan Amara dan membawanya pergi, namun Ray sama sekali tak menahannya. Ray membiarkan Ned membawa Amara pergi.
"Ned kamu akan membawa Amara kemana?" teriak Gerry.
"Ketempat dimana seharusnya Amara berada."
Ned pun membawa Amara kesuatu tempat. Dengan menarik tangan Amara.
__ADS_1