
"Baiklah, kami akan mencoba melacak nomer handphone si peneror ini." Kata Pak Polisi pada Ned. "Kalian akan kami hubungi lagi setelah ada kabar selanjutnya. Dan jangan coba-coba melakukan hal aneh untuk menemukan Ray. Karena itu bisa berbahaya. Biar kami yang melakukannya."
"Baik pak terima kasih." Jawab Ned.
Setelah melaporkan kejadian hilangnya Ray pada polisi mereka bertiga kembali pulang. Dan menunggu kabar selanjutnya dari polisi.
****
Malam itu ketika Ray dibawa oleh situdung hitam sang peneror. Ray benar-benar tak sadarkan diri karena biusan dari kain yang menutup hidung dan mulutnya.
Situdung hitam menyeret tubuh Ray dan memasukan Ray kedalam mobil.
"Berat sekali si brengsek ini. Jika aku mengahabisinya disini secara langsung aku tak akan puas." Ucap kejam si tudung hitam itu.
Tiba-tiba si tudung hitam itu membuka tudung yang menutupi wajahnya. Ya, dia seorang pria dan wajahnya tampak seumuran dengan Ray. Lalu ia menyetir membawa mobilnya sendiri menuju arah parkiran dan keluar dari vila. Namun mobilnya tiba-tiba diberhentikan oleh seorang penjaga Vila.
"Malam-malam begini mau kemana?" tanya sang penjaga Vila.
"Oh, e-eum... A-ada pekerjaan mendadak malam ini. Jadi saya pulang lebih dulu dari teman-teman saya. Mereka sudah tertidur di vila." Jawab si pria tudung hitam itu. Yang berpura-pura sebagai teman dari mereka.
"Oh baiklah. Hati-hati."
Akhirnya si penjaga vila itu membukakan jalan untuknya.
pria bertudung hitam itu membawa pergi Ray ke suatu tempat dan tempat itu sangat jauh. Hampir memakan waktu dua jama di perjalanan dan Ray masih belum sadarkan diri.
Tiba-tiba si pria bertudung hitam itu mengeluarkan dua handphone dari sakunya. Satu handphone dengan merk yang mewah ia letakan diatas dashboard mobil dan satu handphone-nya yang biasa berwarna hitam, ia lemparakan keluar dari mobil kedalam jembatan yang dibawahnya mengalir deras air sungai.
Ya, yang tak lain handphone itu. Adalah handphone yang digunakan si pria untuk meneror Ray. Si pria itu sangat pintar ia mencoba menghilangkan jejaknya. Karena ia tahu tak lama teman-teman Ray pasti akan melaporkan kasus ini pada polisi dan melacak nomer handphone-nya.
"Kalian tak akan menemukan lagi Ray. Karena sebentar lagi aku akan menghukumnya dan menghabisi nyawanya. Karena dia sudah membunuh Bella-ku."
__ADS_1
Pria itu memakai kembali tudung hitammya. Setelah sampai disebuah tempat didalam gedung terbengkalai ditengah hutan.
Ia mengeluarkan Ray dan meyeretnya keluar dari mobil, pria itu memegang kedua tangan Ray dan menyeretnya sehingga pakaian Ray kotor karena menyentuh tanah.
Setelah membawa Ray masuk kedalam kedung terbengkalai di tengah hutan. Si tudung hitam itu mengikat kedua tangan Ray dengan terpisah.
Dan tiba-tiba Ray sadarkan diri. Ray melihat si tudung hitam itu ada didepan matanya. Ray melihat kedua tanganya sudah diikat dengan tali secara terpisah sehingga kedua tanganya terlihat seperti direntangkan.
Nafasnya tak karuan, Ray begitu ketakutan melihat situdung hitam yang terus menerornya itu.
"Kamu sadar juga Ray, Kamu bisa berteriak sekeras apapun dan meminta pertolongan disini. Karena aku tak akan menutup mulutmu. Aku akan membiarkanmu terus berteriak disini, hingga kamu lelah." Kata si tudung hitam.
Ray tak bisa berkata-kata, Ray merasa lemah karena pikirannya dikuasai oleh rasa takut. Ray sama sekali tak berkata-kata setiap kali melihat situdung hitam itu ada di hadapannya.
"Silahkan berteriak. Aku ingin mendengar suara ketakutanmu disini."ucap situdung hitam itu lagi. Namun Ray tetap bungkam ia hanya menatap tajam situdung hitam. Ray seperti menunjukan bahwa dirinya tak takut padanya.
Si tudung hitam itu tiba-tiba marah, Dia menghampiri Ray dan menamparnya dipipi kanan dan kiri.
Ray tetap tak ingin mengeluarkan suara dari mulutnya. Ray semakin menjadi, tatapannya bagaikan sang raja hutan yang marah.
Si tudung hitam itu memukul wajah Ray lagi. Kini Ray mendapatkan sebuah pukulan dibagian mulutnya sehingga mulutnya mengelurakan darah. Ketika Darah itu keluar dari mulut Ray. Ray langsung memuntakannya ke wajah si tudung hitam itu.
Cuihhh!!!
ARGH!!! SIALAN!
Si tudung hitam itu merasa jijik, tiba-tiba ia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tudung hitamnya dan juga wajahnya dari darah Ray.
__ADS_1
Wajah Ray memerah, Ray terlihat pucat.
Saat Ray akan duduk. Situdung hitam itu menampakan wajahnya pada Ray ia tak menggunakan tudung hitamnya.
Ray sama sekali tak mengenalnnya, tetapi Ray merasa jika dia seumuran dengannya.
"Siapa kamu? Aku ingin tahu hubunganmu dengan Bella." Kata Ray sembari menatap tajam pria itu.
"Kamu ga akan tahu siapa aku. Tapi yang pasti kamu harus tahu satu hal ini Ray. Saat itu aku sudah berjanji dengan Bella untuk bertemu di cafe, karena aku berniat untuk menyatakan perasaanku. Tapi tiba-tiba kamu datang ke cafe dan menyatakan perasaanmu padanya. Itu membuatku hancur, aku kesepian, aku kehilangan Bella. Hari-hariku terasa berat tanpanya. Aku menyembunyikan semua perasaanku dari semua orang. Bahkan dihadapan temanku."
"Setelah beberapa tahun aku ingin mencoba mendekatinya lagi, walaupun sebagai teman, karena dari dulu kita memang sudah berteman. aku datang kerumah Bella dan ternyata ibu dan ayahnya mengatakan Bella sudah tiada. Dia bunuh diri."
"Dan itu semua karena salahmu Ray. Kenapa kamu tak mepertanyakan rasa sakitnya, kenapa kamu tak meperhatikan mental Bella? padahal kamu kekasihnya saat itu. Dan bagiku kamu adalah pembunuhnya. Aku tau kamu pasti berfikir aku gila karena cinta. Ya, itu benar. Aku tergila-gila pada Bella."
"Jadi tunggu apalagi? Kamu ingin membunuhku-kan? Cepat bunuh aku, aku ingin tidur bersama Bella disana." Timpal Ray.
"Ya, aku akan membunuhmu tapi aku akan membunuhmu tepat dihari ulang tahunku. Mungkin sekitar satu minggu lagi. Aku ingin membunuhmu dihari ulang tahunku, karena itu akan menjadi hadiah spesial bagiku."
Ray benar-benar terkejut dengan ucapannya.
"Kamu benar-bemar psikopat!" Kata Ray dengan tatapan menakutkannya.
"Ya, memang. Karena satu minggu itu lama dan aku takut kamu akan mati disini karena kelaparan. Jadi aku akan memberimu makan terlebih dulu, agar kamu mati dalam keadaan kenyang." Cetus pria itu dengan senyuman smirknya.
Tiba-tiba si pria itu meninggalkan Ray seorang diri didalam gedung terbengkalai itu.
Brengs*k!!! Teriak Ray Marah.
"Bella... Aku pikir setelah tiga tahun berlalu semuanya akan baik-baik saja. Ternyata tidak." Gumam Ray.
"Amara... Aku merindukanmu."
__ADS_1
Ray tertidur semalaman setelah dibawa kegedung terbengkalai malam itu.