Fallin Flower

Fallin Flower
CHAPTER 25


__ADS_3

Ray berjalan masuk kedalam vila menuju kamarnya untuk melihat Amara. Karena Ray merasa khawatir padanya. Ketika Ray masuk, Amara tampak sedang membersehkan barang bawaannya.


"Ra apa yang terjadi denganmu?"


Ketika Ray bertanya, Amara tetap cuek dan bersikap dingin padanya.


Karena Amara bersikap cuek dan dingin pada Ray, Ray langsung menarik tangan Amara dan menyandarkan Amara ketembok.


"Ra... Aku bertanya padamu. Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini? Katakan padaku apa yang terjadi?"


"Cukup Ray, aku tidak apa-apa."


"Bohong!" Ray meninggikan suaranya ketika tahu bahwa Amara berbohong.


Amara berusaha melepaskan tubuhnya dari Ray, namun Ray memegang Amara begitu erat. Hingga Amara sulit bergerak.


"Amara... Katakan ada apa? Kenapa kamu berubah." Ucap Ray dengan lirih.


"Ray, aku bukan siapa-siapa kamu, jadi kamu tak perlu marah lagi padaku jika aku acuh padamu."


"Oh. Jadi kamu marah karena aku tak pernah menjadikanmu kekasihku, apa benar begitu?"


Amara terdiam, lalu pergi begitu saja setelah Ray melonggarkan pegangan tangannya pada bahunya.


Amara tak memberitahu Ray jika dirinya cemburu.


"Ada apa dengan Amara, kenapa dia tiba-tiba berubah seperti itu?"  Gumam Ray.


****


Tak terasa malam tiba, dan ini adalah malam kedua mereka berlibur di vila. Malam ini mereka berniat untuk bermain game, dengan hukuman minum dua gelas alkohol, jika salah satu diantara mereka kalah dalam permainan.


Mereka sudah duduk membuat lingkaran dan menyiapkan beberapa botol alkohol ditengahnya.


"Oke sekarang kita akan bermain Jenga Game, jika diantar kalian ada yang menjatuhkannya, kalian akan dapat hukuman meminum 2 gelas alkohol." ucap Gerry sang pemimpin permainan.



"Iya, udah cepet mulai gamenya." Timpal Dillon yang tak sabaran.


Permainan dimulai untuk ronde pertama, semuanya berjalan baik-baik saja hingga lima menit kedepan tak ada yang menjatuhkan jenga itu. Tapi tiba-tiba Ray gagal, Ray menjatuhkan Jenga itu.

__ADS_1


Argh!!!


Semua orang berteriak ketika Ray menjatuhkan jenga-nya.


"Ray! Kamu kalah!" Teriak Sarah yang duduk disamping Ray sembari memukul pelan tangan Ray dengan canda tawanya.


Amara yang melihatnya merasa cemburu.


"Tapi aku tidak bisa minum banyak alkohol."


"Kamu itu udah gede Ray, Sekarang kamu harus tetap melakukannya karena ini hukuman. Hanya dua gelas tak akan membuatmu mati." Kata Dillon sembari menuangkan alkohol kedalam gelas.


Ray akhirnya meminum dua gelas alkohol, karena terpaksa. Terlihat raut wajah Ray yang masam kurang suka dengan alkohol itu.


Malam semakin larut permainan terus berlanjut, tak hanya Ray saja yang meminum alkohol karena hukuman. Pada akhirnya semua orang mendapatkan hukuman dan meminum alkohol.


Semua orang mabuk karena mereka minum terlalu banyak alkohol, kecuali satu orang dia adalah Ray. Karena Ray tak terlalu suka alkohol, jadi Ray tak terlalu mabuk.


Dalam kondisi mabuk, Amara berjalan naik keatas lantai dua menuju kamarnya untuk tidur. Ray yang melihatnya merasa khawatir takut Amara akan terjatuh.


Akhirnya Ray menghampiri Amara dan menuntunnya berjalan ke arah kamar.



Ray kembali ke lantai bawah, dan melihat teman-teman dan kakaknya yang tertidur di sofa dan karpet.


Terlihat Ned tidur disebuah sofa bersampingan dengan Dillon, Sarah dan Bonita yang tertidur disamping Sofa dan Gerry yang tertidur telentang diatas karpet. Ya, mereka semua mabuk karena alkohol.


Ray tak bisa tidur, Ray selalu merasa khawatir dan ketakutan setiap kali malam tiba, apalagi setelah pria bertudung hitam itu muncul dihadapannya dan mencoba membunuhnya.


Tiba-tiba Ray pergi menuju sebuah ruangan. Disana ada sebuah komputer. Ray mencoba mencari tahu kehidupan Bella kekasihnya yang sudah 3 tahun silam meninggal dunia.



Ray mencoba mencari tahu kehidupan masa lalu Bella melalui sosial medianya. Ray ingin tahu siapa pria yang menerornya. Karena selama ini Ray tak pernah bermain sosial media, Ray benar-benar menikmati hidup yang tertutup.


Ray mengetik username (Isabellabella.1713) dalam instagramnya. Setelah mengetik nama itu, Ray langsung menemukan akun instagram Bella yang diikuti oleh Ned, dan Gerry.


Ray langsung melihat foto-foto yang Bella posting, lalu Ray melihat satu persatu dari foto itu siapa yang sering memberikan llike pada fotonya. Ketika Ray melihatnya ada satu akun anonymous yang terus memberikan komentar dan like kepada setiap postingan Bella.


Akun anonymous itu terus memberikan komentar bertuliskan 'kamu cantik bella' pada setiap postingan Bella. Karena Ray curiga, Ray langsung mengklik akun anonymous itu. Setelah Ray mengkliknya, sayang sekali akun itu di privat.

__ADS_1


"Astaga, akun ini di privat. Aku harus minta bantuan Gerry, tapi jika aku minta bantuan sekarang, Gerry sedang mabuk. Aku harus tunggu besok."


Malam ini Ray sedikit tenang. Karena tak ada panggilan handphone dari seseorang yang terus menerornya, karena sebenarnya Ray juga sudah membuang handphonenya kemarin di dalam hutan.


Ray keluar dari ruangan komputer, lalu ia keluar dari dalam vila menuju api unggun didepan vila yang terus menyala.


Ray duduk dikursi yang tepat berada disamping api unggun ditengah malam. Karena Ray lapar, Ray masuk kembali ke vila untuk mengambil beberapa ubi untuk dibakar didalam api unggun.


Ketika Ray masuk, Ray melihat Ned tak ada di sofa.


"Kemana Ned pergi?" tanya Ray. "Mungkin dia pergi ke kamarnya."


Ray tak merasa curiga, kemana kakaknya itu pergi disaat mabuk. Setelah Ray mengambil ubi dari dapur, Ray kembali menuju api unggun. Namun ketika Ray berjalan menuju api unggun. Tiba-tiba dari belakang seseorang menutup mulut dan hidung Ray dengan kain yang sudah diberi pembius.


Ray mencoba melepaskan diri dari orang yang tidak diketahui itu, namun Ray sudah mencium bau dari obat pembius itu. Dan akhirnya Ray tak sadarkan diri.


Orang itu memakai tudung hitam, ia menyeret Ray menuju sebuah mobil lalu memasukan Ray kedalam mobil. Entah kemana pria bertudung hitam misterius itu membawa Ray pergi


****


Pagi akhirnya tiba Ned terbangun dari tidurnya. Ned benar-benar terkejut karena ia terbangun ditempat tidur Amara.


Mata Ned terbelalak setelah ia tahu ia tertidur bersama Amara. Dan terlihat Amara tak berbusana, badan Amara hanya terbalut oleh selimut. Begitupula Ned, ia sama saja.


"Astaga, apa yang aku lakukan pada Amara saat aku mabuk." Tanya Ned sembari memegang kepalanya dengan kedua tangan.


Ned merasa kecewa pada dirinya sendiri, karena ia tak ingat kejadian semalam. Ned tak tahu apa yang ia lakukan saat mabuk, Ned benar-benar lupa.


Ned dengan cepat memakai bajunya dan berlari keluar dari kamar Amara.


Ketika Ned turun Semua orang masih tertidur dibawah. Ned masih merasa cemas, perasaanya juga tiba-tiba tak stabil. Ned marah dan bingung.


Ned dengan cepat berlari menuju danau, dan menceburkan dirinya disana pagi itu.


Byurrr!!!


Ned menceburkan dirinya kedalam danau ia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Namun Ned masih sulit untuk mengingatnya.



"Astaga Ned, apa yang kamu lakukan? Itu benar-benar hal yang yang buruk untuk dilakukan tanpa adanya ikatan." Kata Ned sembari mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2