
"Jadi bagaimana Ray, apa yang harus kita lakukan? Agar kita bisa menemukan Jovan?" Tanya Gerry kepada Ray.
Ya, sekarang semua orang tengah berkumpul kembali dirumah Ray. Ray memberitahu segalanya pada semua orang siapa Jovan.
Ketika mereka semua tengah berbicara akan hal itu, tiba-tiba seorang wanita berlumuran darah dibagian kepalanya berlari masuk kedalam rumah Ray.
Hah!
Sontak semua orang terkejut akan hal itu.
Ternyata wanita itu adalah Selina.
Selina.
Ray pun dengan cepat menghampirinya dan membawanya kedalam.
"Astaga apa yang terjadi Selina! Ger cepat panggilkan dokter pribadiku, Amara aku minta kotak P3k di kamaraku."
"R-ray, Jo-Jovan dia menemukanku, aku bertemu denganya dibandara. Dia mendorongku dan kepalaku mengenai sesuatu dibandara." Kata Selina sembari kesakitan.
"Lalu kamu tahu darimana ini rumahku?"
"Aku bertemu dengan karyawan kantormu dan dia mengantarku ke rumahmu, karena aku yang memintanya."
"Baiklah, kamu aman disini."
Tak lama setelah Ray membersihkan darah yang ada dikepala Selina, akhirnya dokter pribadi Ray datang dan mengobati luka dikepala Selina.
Dan akhirnya kepala Selina diperban, karena Baju Selina penuh dengan darah. Ray meminta pada Amara agar meminjamkannya baju.
Amara mengajak Selina kedalam kamar dan meminjamkan Selina baju.
"Kamu mengenal Ray?" tanya Amara sembari mengais Niki.
"Ya, aku mengenalnya bahkan aku tinggal di Selandia bersamanya." Jawab Selina dengan senyuman.
"Apa kalian berpacaran?"
Ketika Amara menanyakan hal itu, Tiba-tiba Ray masuk dengan tiba-tiba. Amara menatap Ray dengan tatapan cemburu, dan Ray tahu akan hal itu. Ray pun membuang muka pada Amara.
"Selina kamu sudah berganti pakaian kan, cepat makan, Bonita sudah menyiapkan makanan untukkmu." ucap Ray dingin.
Selina akhirnya keluar dari kamar Amara begitu saja tanpa berterima kasih pada Amara.
****
__ADS_1
Malam pun tiba mereka masih berkumpul dirumah Ray.
"Jadi bagaimana? Apa yang harus kita lakukan agar kita bisa membawa Jovan ke penjara?" tanya Gerry.
"Ya, aku juga sangat ingin menangkap anak itu dia sudah membunuh Sarah." sambung Dillon.
"Jovan sangat kejam, bahkan dia mengurungku dan mengikat kedua tanganku dengan terpisah. Dia memukul dan meninggalkanku digudang terbengkalai itu."
Ray memperjelas bahwa Jovan memang kejam.
"Ya bahkan Jovan menyuruhku membantu Ray membersihkan badannya, mereka mengunci kami berdua dikamar mandi." Selina memotong
"Tunggu, apa maksud kamu adalah. Kamu memandikan Ray begitu?" tanya Gerry.
"Tentu, Apalagi jika bukan itu."
Gerry, Bonita dan Dillon mereka tersenyum. Sedangkan Amara. Amara merasa cemburu, Amara tiba-tiba masuk ke kamarnya. Ray dan Ned tahu akan hal itu. Mereka berdua tahu jika Amara cemburu.
"Apa dia masih menyukaiku?" tanya batin Ray sembari menatap Amara yang pergi ke kamarnya setelah Selina mengatakan hal itu.
"Apa'an si Selina, seharusnya kamu tak mengatakan hal itu." ucap Ray marah.
"Lebih baik malam ini kita akhiri sampai disini, ini sudah larut. Kalian harus beristirahat setelah pemakaman Sarah tadi. Besok kita lanjutkan untuk mencari jalan keluar dari masalah Jovan ini."
Mereka semua akhirnya pulang kecuali Selina, Selina tidak bisa pulang karena rumahnya masih di incar oleh Jovan. Jadi Selina bermalam dirumah Ray.
Ray yang akan masuk kedalam mobil tidak jadi karena Amara tiba-tiba menghampirinya.
Amara ada apa?
Ray bertanya pada Amara yang tiba-tiba berdiri dihadapannya.
"Jadi itulah kenapa kamu menyuruhku mencintai Ned, karena kamu sudah bersama dengan Selina."
Amara mengatakannya dengan tatapan yang penuh kesedihan.
Ray tiba-tiba memberikan tatapan dingin pada Amara.
"Ray, kenapa kamu tak memberiku kesempatan untuk bersamamu?"
Ray tiba-tiba marah dan memegang bahu Amara dengan kedua tangannya.
"Ingat Ra, kamu itu istri Ned. Kamu tak perlu mengejar-ngejarku terus. Lupakan aku. Jika aku memiliki hubungan dengan orang lain itu bukan urusanmu, karena kamu bukan siapa-siapa aku lagi." Tandas Ray pada Amara.
Amara menangis lembut menatap mata Ray dimalam itu.
__ADS_1
"Asal kamu tahu Ray, kemarin-kemarin aku benar-benar menyayangi Ned dan Niki hanya karena kamu menyuruhku. Dan mulai sekarang aku akan menyayangi mereka tanpa suruhanmu. Baiklah aku tak akan berharap lagi padamu. Maafkan aku."
Amara tiba-tiba pergi meninggalkan Ray dan masuk kedalam.
Raut wajah Ray tiba-tiba berubah. Ray marah hingga menendang mobilnya.
Argh!!!!
Ray pun dengan cepat masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju DSC. Didalam mobil Ray terus memikirkan ucapan Amara.
"Sekarang Amara akan mencintai Ned tanpa harus aku paksa. Tapi kenapa aku marah, kenapa aku malah merasa hancur. Argh!!!"
"Kenapa hidupku semakin hancur, hidupku penuh dengan masalah!"
Setibanya Ray di DSC, Ray langsung pergi ke arah tempat MMA diruang sebelah club. Ray membuka jaket kulitnya. Ray amat sangat marah hingga Ray ingin melampiaskan semua kemarahannya dengan memukuli samsak.
Bluk! Bluk!
Suara tinjuan Ray yang memukuli samsak terdengar oleh Hugo. Hugo bahkan mengerti pasti Ray sedang melampiaskan kemarahanya dengan memukuli samsak itu.
"Sekarang aku tak tahu harus menceritakan semua kesedihanku pada siapa lagi selain Tuhan. Sekarang aku harus fokus mencari Jovan."
Setelah Ray melampiaskan segalanya kesedihannya dengan memukuli samsak, kini Ray berniat pergi untuk tidur, namun ketika Ray akan berjalan menuju lift menuju ruang pribadinya. Ray melihat seorang pria didalam clubnya yang sangat mirip dengan Jovan.
Namun sayang karena Ray sudah berada didalam lift dengan cepat lift itu menutup dan membawa Ray ke atas.
Argh!! Aku yakin dia Jovan.
Setelah Ray tiba diatas dengan liftnya. Ray kembali turun ke lantai bawah clubnya.
Ketika Ray tiba disana, pria yang sangat Ray yakini adalah Jovan menghilang.
"Jika itu benar Jovan, kenapa dia bisa tahu DSC ini. Oh aku lupa jika dia juga seorang CEO dan pasti CEO lainnya memberi tahu Jovan tentang club DSC ini."
****
Malam berlalu begitu saja, Ray akhirnya tidur walau dengan obat tidur resep dokter. Jika ia tak meminumnya mungkin ia tak akan bisa tidur, entah sampai kapan Ray akan bisa tidur tanpa harus minum obat tidur itu.
Pagi itu tepatnya pukul sembilan. Ray, Gerry dan Dillon berada di DSC, karena Ray yang menelpon mereka agar mereka berdua datang.
"Ada apa Ray? Apa kamu punya rencana untuk menangkap Jovan?" tanya Gerry.
"Iya, apa kamu menemukan caranya? Lalu dimana Ned, kenapa kamu tak menyuruhnya datang juga?" sambung Dillon.
"Biarkan dia dikantor, Dan mengurus semuanya. Dia-kan wakil dari perusahaan Ray." Jawab Gerry.
__ADS_1
"Aku ingin mengajak kalian ke gudang terbengkalai, Saat Jovan mengurungku disana." ucap Ray.