Fallin Flower

Fallin Flower
CHAPTER 48


__ADS_3

"Ray... Jangan beritahu semua orang jika aku ada disini."


"Tak akan, aku tak akan memberitahu semua orang tentangmu yang ada disini bersama Niki, Tapi... "


"Tapi kenapa Ray?"


"Orang tuaku dan orang tuamu sangat mengkhawatirkanmu dan juga Niki. Mereka semua berkumpul di rumah dan terus mencarimu dan Niki."


Setelah Ray mengatakan itu. Amara mulai bingung. Haruskah ia kembali atau tetap bersembunyi dari mereka.


"Tapi Ray... Apa kamu memintaku kembali?"


"Baiklah aku tak akan memksamu Ra, aku akan membiarkanmu tinggal disini bersama Niki selama yang kamu mau. Jika kamu ingin menemui orang tuaku dan orang tuamu. Temui mereka dan katakan yang sebenarnya, karena Ned terus berbohong dan mengatakan pada mereka kamu menggugat Ned untuk bercerai karena kamu berselingkuh denganku."


"R-ray... Maafkan aku."


"Tak apa Ra."


Malam itu Ned bermalam diruang pribadi yang sekarang milik Gerry. Karena Ray telah memberikannya pada Gerry seluruh ruangan DSC ini.


Malam itu Niki menangis karena haus. Amara mencoba menyusuinya. Ketika Amara akan menyusuinya, Rambut Amara terurai begitu saja karenan gelang karet yang ia gunakan terlepas. Sehingga rambut Amara mengenai Niki. Amara pun meminta Ray membantunya untuk mengikat rambutnya.


"Ray... Bisakah kamu membantuku mengikat rambutku?"


"Tentu, kemari aku akan mengikat rambutmu."


Ray pun mengikat rambut Amara ketika Amara tengah mengais Niki dan menyusuinya.


Setelah Ray mengikat rambut Amara. Tiba-tiba Ray meletakan dagunya di bahu Amara dan memeluk Amara dari belakang.


Amara pun memejamkan matanya. Karena pelukan Ray dari belakang adalah pelukan yang sangat Amara rindukan.


"Aku sangat nyaman ketika dekat denganmu. Aku ingin memelukmu setiap hari." Bisik Ray pada Amara.


"Aku juga, aku sangat merindukan pelukan hangatmu Ray. Tolong beri aku pelukan setiap hari. Karena itu membuatku tenang."

__ADS_1


Setelah Niki tertidur, Amara menidurkan Niki diatas ranjang. Lalu Amara dan Ray kembali berpelukan sembari menatap kota yang diterangi oleh lampu-lampu.


Malam itu Ray bermalam di DSC bersama dengan Amara, Amara terlihat sudah tidur sembari memeluk Niki, Ray duduk disofa terus memperhatikan mereka. Ray tiba-tiba mendekati Amara dan tidur disebelahnya.


Ray memeluk Amara yang tengah tertidur. Ray memeluknya dari belakang dengan penuh cinta. Bahkan Ray meneteskan air matanya.


Ketika pagi tiba, Cahaya matahari menyoroti mereka yang tertidur.  Ray yang bangun lebih dulu dengan cepat turun menuju lantai bawah untuk mengambil beberapa makanan dari restoran.


Setelah Ray mengambilnya Ray kembali keatas dan memberikan semua makanan itu untuk Amara dan Niki sarapan di pagi hari.


Mereka bertiga makan bersama dimeja makan. Amara makan sembari menyuapi Niki. Ray yang melihatnya merasa senang, karena susasana seperti itu membuat dirinya bahagia. Ketika bersama dengan orang yang ia cintai.


Ketika suasana tengah dinikmati oleh Ray dan Amara dengan penuh suka cita. Tiba-tiba Ned masuk begitu saja, membuat Amara dan Ray terkejut.


Ned...


Ucap Amara dan Ray yang terkejut. Namun Ned tak datang sendiri, Ned membawa kedua orang tuanya dan juga orang tua Amara.


"Lihat... Amara berselingkuh dariku. Dan sekarang sudah jelas, Amara memang mendua dariku." kata Ned dihadapan orang tua mereka.


Amara berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri mereka.


Setelah Amara mengatakan itu, kedua orang tua dari mereka malah semakin bingung siapa yang benar dan siapa yang salah.


"Aku bingung dengan ucapan kalian berdua, haruskah ibu bertanya pada Niki apa yang sudah terjadi?" ucap ibu Ned dan Ray.


"Bu, Amara benar. Semua ucapan Amara benar  tentang Ned. Dan ucapan Ned juga benar jika Amara berselingkuh denganku."


Ketika Ray mengatakan itu Amara terdiam dan langsung menatap Ray.


"R-Ray..." gumam Amara.


"Ya, Amara benar Ned juga benar. Tapi aku berpihak pada Amara. Karena sejak dulu aku yang mengenalnya dan aku yang mencintainya lebih dulu dari Ned. Begitu pula Amara. Amara juga mencintaiku bahkan Amara yang mengatakan kata itu pertama kepadaku."


"Amara berlari ke kamarku dan mendatangiku karena dia sedih dan tak tahu harus bercerita kepada siapa. Amara menjadikanku tempat untuk mencurahkan hatinya begitu juga aku. Aku selalu ingin memeluknya ketika aku down. Aku mencintainya, Jadi Ned tolong ceraikan dia. Karena aku ingin memilikinya dan menjaganya dengan baik."

__ADS_1


Ucapan Ray membuat semua orang tersadar jika Ray-lah laki-laki yang sangat mencintai Amara. Walau Ray banyak terluka batinnya, dan terkadang ia hidup seperti kelopak bunga yang berjatuhan, Ray tetap bertahan dengan keyakinannya, karena Ray tahu jika ia yakin dengan kemauannya maka kemauannya akan terwujud.


Dan kemauan terakhir Ray adalah memiliki Amara kembali.


"Oke! Jika itu mau kamu Amara. Aku akan menadatanganinya, kalian berdua selalu membuatku terluka!" Cetus Ned sembari berjalan meninggalkan mereka.


"Apa kalian mengizinkanku menjaga Amara? Aku membutuhkan restu kalian untuk menjaga Amara selamanya." Kata Ray sembari menghampiri kedua orang tua Amara dan juga kedua orang tuanya.


"Apa kalian memberiku restu?"


Mereka malah pergi tanpa berkata-kata, penjelasan yang sudah Ray jelaskan tadi masih tak membuat mereka para orang tua percaya.


Amara menghampiri Ray dan menangis dalam pelukannya.


"Ray, apa mereka semua akan membenciku?"


"Tidak, aku akan membuat semuanya membaik. Aku tak akan membuatmu sedih lagi."


****


Malam itu Ray pulang dari kantor dan menuju DSC, tiba-tiba Ray mendapatkan panggilan dari Dillon.


"Hallo Dill, ada apa?" tanya Ray.


"Ray! Ned mabuk dan sekarang dia menyetir mobil-nya sendiri setelah datang ke clubku. Aku khawatir padanya, aku sudah mencoba mengejarnya tapi aku kehilangan jejak Ned."


Ray pun panik setelah Dillon memberikan kabar buruk tentang Ned. Ketika Ray mematikan handphonenya tiba-tiba...


Tittt!! Brakk!! Dugg!!


Mobil milik Ray bertabrakan dengan mobil lain. Yang tak lain mobil yang menabrak mobil Ray adalah mobil Ned. Ya, Ned tengah mabuk berat dan menyebabkan kecelakaan.


Kecelakaan itu akhirnya diketahui oleh Dillon, yang tadinya sedang mencari Ned yang mabuk berat.


Tubuh Dillon bergemetar, tangannya mendingin setelah melihat mobil Ray dan Ned bertabrakan dan rusak parah dibagian depan. Dan sangat sedikit kemungkinan mereka berdua selamat.

__ADS_1


Dillon langsung menelpon ambulan, karena di jalanan begitu sepi, Dillon berusaha mengeluarkan Ray dan Ned yang sudah tak sadarkan diri.


Namun tiba-tiba banyak orang berkerumun bahkan polisi yang sedang berpatroli juga ada ditempat kejadian. Ambulan pun datang setelah banyak orang yang berkerumun menolong mengeluarkan Ray dan Ned dari mobil mereka yang hancur dibagiaan depan.


__ADS_2