
1 tahun kemudian...
Satu tahun sudah kehidupan Ray berganti kini rumahnya tampak sepi, dalam satu tahun Ray selalu merasa sendirian dirumahnya.
Ned dan Amara pergi membeli rumah baru, Kini Ned bekerja kembali menjadi seorang aktor dan model di London. Ned tinggal di London bersama dengan Amara dan Niki anaknya. Karena Ned bekerja di London.
Gerry sekarang sudah menikah dengan Bonita. Hidupnya kini selalu diisi oleh Bonita. Dillon masih sibuk dan gila akan kerjaannya dan hidup bahagia bersama ayah dan ibu tirinya setelah dulu sempat membenci mereka.
Selina yang tadinya terus-terusan mengejar Ray kini ia menyerah. Selina mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Ray. Selina mendapatkan pria yang sangat mencintainya.
Semua teman dekat Ray telah bahagia seperti bunga-bunga yang mekar kembali setelah musim dingin. Kini hanya Ray yang hidupnya masih saja dimusim gugur. Ray kini memberikan club DSC-nya pada Gerry dan sekarang semua hak club DSC milik Gerry sahabatnya. Ray memberikannya sebagai hadiah pernikahan Gerry bersama Bonita.
Ray kini mempunyai hobi baru. Dalam waktu senggang setelah lelah bekerja, Ray selalu melukis. Ray melukis di halaman rumahnya, Karena hobi itu adalah hobi yang disarankan dokter psikiater untuknya agar depresinya semakin menghilang. Dan benar saja Ray merasa sembuh saat ia melukis.
Ray!!
Gerry berteriak memanggil nama Ray dari atas balkonnya sembari memeluk Bonita dari belakang.
Ray yang melihatnya tersenyum sembari mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Ada apa Ger?" jawab Ray dengan teriakannya.
"Ray kamu ga bosen sendirian. Cepat cari jodohmu."
Gerry dan Ray sama-sama tertawa setelah Gerry mengatakan hal itu.
Suatu malam ketika Ray tengah membaca buku Novel kesukaanya. Ray mendapati seseorang menekan tombol rumahnya. Malam itu belum terlalu larut mungkin sekitar pukul delapan malam.
Ray dengan cepat membuka pintunya. Ketika Ray membukanya, ternyata Ray mendapatkan kejutan dihari ulang tahunya. Terlihat semua teman dekat-nya dan ayah ibunya datang.
Yang membuat Ray terkejut adalah Ned yang membawa kue ulang tahun untuknya bersama dengan Amara yang mengais Niki disampingnya.
Ray tersenyum bahagia mendapatkan kejutan dari keluarganya dan teman dekatnya.
Selamat ulang tahun Ray!!!
Semua orang mengucapakan kata itu dengan penuh suka cita.
"Ned, Amara sejak kapan kalian pulang?" tanya Ray sembari memeluk Ned.
__ADS_1
"Sejak Gerry merencanakan ini semua." jawab Ned.
Mereka semua masuk kedalam rumah Ray sembari berkumpul melepas rindu satu sama lain setelah satu tahun tidak berjumpa.
Ray tiba-tiba mendekati Amara yang tengah mengais Niki yang kini sudah berusia hampir dua tahun. Ray mengais Niki dengan penuh senyuman.
Namun aneh ketika Ray akan mengais Niki dan mengambil Niki dari Amara. Ray melihat Amara sangat berbeda, seperti ada sesuatu yang membuat Amara terlihat tidak bergairah seperti itu.
Ray curiga pada Amara, dalam moment itu Ray diam-diam selalu memperhatikan Amara. Ketika semua orang tengah asik mengobrol, Ray merasa jika Amara dan Ned tengah dalam masalah.
Ray tiba-tiba membawa Niki ke arah lukisan yang sedang ia buat. Ray menunjukan semua lukisan yang ia buat pada Niki.
Ketika Ray tengah menunjukannya Amara terlihat sedang berada di dapur bersama dengan Ned. Ray memperhatikan mereka berdua dari kejauhan dan benar saja tentang firasatnya. Amara dan Ned tampak sedang ada dalam masalah, sepertinya mereka sedang bertengkar.
"Ray kamu sudah cocok menjadi Ayah, cepatlah menikah, sampai kapan kamu akan sendiri?" Ucap Ibu Ray.
Ketika ibunya mengatakan hal itu, akhirnya semua orang memojokan Ray agar Ray cepat menikah. Namun Ray tak peduli ia malah asik bermain dengan Niki.
Setelah Acara selesai. Ayah, ibu, Ned dan juga Amara menginap dirumah Ray. Ketika tengah malam tiba Ray yang sedang tidur dikamarnya dilantai dua. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya.
Ray pun menghampiri pintu kamarnya dan membukanya. Ketika Ray membukanya Ray terkejut karena ia adalah Amara.
Amara memberikan tatapan penuh kesedihan dihadapan Ray. Ray pun bingung ada apa dengannya.
"Amara... Ada apa?"
Amara tiba-tiba masuk kedalam kamar Ray dan mengunci pintu kamar Ray. Ray sontak tak percaya dengan apa yang dilakukan Amara. Karena Ray tahu Amara tak mungkin melakukan hal seperti itu. Ray hanya menatap apa yang sedang dilakukan Amara.
Amara tiba-tiba naik ke atas ranjang Ray. Dan tidur diranjang Ray, Amara bahkan menarik selimut dan menutupi tubuhnya oleh selimut Ray dengan posisi badan yang menghadap kesamping.
Ray bingung dengan tingkahnya. Ray mendekatinya dan bertanya ada apa dengan dirinya.
"Amara... Ada apa denganmu? Bagimana jika Ned melihatmu disini?" tanya Ray sembari mendekati Amara yang tidur diranjangnya.
Amara tiba-tiba meneteskan air matanya saat menatap Ray. Amara menarik tangan Ray agar Ray naik ke atas ranjang.
Ray yang tadinya ingin melepas genggaman tangan Amara, tiba-tiba Ray berubah pikiran. Ray malah naik ke atas ranjang mendekati Amara ketika Amara menariknya.
Kini Ray dan Amara tidur dengan posisi saling berhadapan satu sama lain. Amara menyentuh wajah Ray perlahan dengan tatapan yang penuh rasa rindu.
__ADS_1
Ray juga tiba-tiba memeluk Amara, Ray Meletakan tanganya dipinggang Amara.
"Aku merindukanmu..." ucap Ray.
"Aku juga Ray, kamu tahu Ray. Saat aku mulai belajar mencintai Ned hatiku hanya bisa mencintaimu Ray."
Tiba-tiba Ray yang begitu merindukan Amara, mencium Amara dengan penuh rasa cinta padanya. Ray memeluk erat Amara begitupula Amara.
Amara tiba-tiba menangis di hadapan Ray setelah mereka saling bercinta diam-diam.
"Ray... Aku ingin mengakhiri hubunganku dengan Ned."
"Kenapa Amara? Apa yang terjadi dengan kalian?"
"Ned... D-dia, dia malu memilikiku Ray, selama aku hidup dengan Ned di London. Ned tak pernah mengenalkanku kepada temannya atau bahkan media. Dia malu memilikiku, dia berubah Ray semenjak dia menjadi selebriti."
Ray pun tak menyangka Ned akan seperti itu pada Amara.
"Sebenarnya dia menyukaiku atau tidak Ray? Dulu dia kekeh menginginkanku yang sudah sangat mencintaimu sekarang setelah dia memilikiku, dia malah mengacuhkanku. Apa dia balas dendam padaku karena dulu aku selalu menolak dan acuh padanya?"
Ray pun tiba-tiba memeluk kembali Amara yang menangis karena Ned. Mereka berpelukan dengan posisi duduk.
"Sekarang kamu harus kembali ke kamarmu. Jika Ned melihat kita berdua disini. Dia pasti akan marah padamu."
"Tapi Ray... Aku lelah dengannya."
"Ra, semuanya akan berjalan dengan baik nanti. Cepat kembali ke kamarmu."
Setelah Amara mengadukan segalanya kepada Ray. Amara pun pergi menuju kamarnya. Namun ketika Amara sudah tiba di depan pintu keluar kamar Ray, Ray memanggilnya lagi.
Amara...
Seketika Amara yang menggunakan pajama berwarna putih membalikan badannya.
"Aku mencintaimu, aku ingin kamu menjadi milikku."
Seketika Amara tersenyum setelah Ray mengatakan kata-kata itu.
Amara berlari menghampiri Ray dan memelukknya dengan begitu erat.
__ADS_1
Akankah mereka kembali tuk bersama lagi?