
Semua orang terkejut dengan apa yang diceritakan Amara, terutama Ned.
"Lun kamu ga bohong kan? Kamu dan Ray tak sedang membohongi kami kan?"
"Apa maksudmu aku dan Ray hanya membuat masalah ini sebagai lelucon. Aku serius Ger."
"Ned, Ger. Apa kamu tak pernah tahu apa yang sedang dialami oleh Ray?" tanya Amara dengan tatapan tajam pada Ned dan Gerry. "Kalian orang yang paling dekat dengan Ray. Bagaimana bisa kalian tak tahu apapun."
"Lun, aku selalu melihat Ray seperti baik-baik saja, jadi bagaimana aku tahu jika Ray sedang tak baik-baik saja. Dia menutupi segalanya dari kami." Jawab Ned.
"Apa mungkin Ray pergi karena dia sedang merindukan Bella." Timpal Sarah
Ketika Sarah mengatakan hal itu. Semua orang terkejut.
"Tunggu bagaimana bisa kamu tahu Bella?" tanya Ned yang curiga pada Sarah.
"Kemarin saat kita bermain hide-and-seek, aku bersembunyi dengan Ray. Lalu Ray memberitahu kekasihnya bernama Bella. Dan Bella. Dia... Dia adalah temanku. Aku tidak tahu jika Bella sudah tiada. Lalu aku menangis dipelukan Ray saat itu. Bella adalah sahabatku sejak masa sekolah."
Setelah Sarah menjelaskan, Amara tersadar jika saat itu ketika Ray dan Sarah tengah berpelukan. Itu karena Sarah menangis mengingat Bella sahabatnya yang sudah tiada.
Dan tiba-tiba handphone Ray menyala. Ned membuka handphone Ray. Dan terlihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomer yang tak dikenal.
Ned membuka pesan dari handphone Ray, setelah Ned membacanya. Ned benar-benar terkejut, karena hampir seratus lebih pesan teror itu masuk ke nomer pribadi Ray.
Dalam pesan teror itu tertulis.
"Kau sudah membunuh Bellaku. Sekarang aku akan membunuhmu Ray."
"Kau sudah membunuh Bellaku, sekarang aku akan membunuhmu Ray." Ned membacakan pesan itu dan membuat semua orang menutup mulut mereka.
Amara tiba-tiba menteskan air matanya.
"Astaga. Ray sudah mendapatkan pesan ini beberapa bulan yang lalu. Kenapa dia tak memberitahuku." Kata Ned dengan wajah yang tampak menahan tangis.
"Pantas saja, Ray jarang menggunakan handphonenya dia jarang membalas pesan ataupun mengangkat panggilan dariku." sambung Gerry yang cemas dengan sahabatnya.
"Apa yang harus kita lakukan Ned?"
Amara menangis lalu Bonita menghampirinya, dan memeluknya.
__ADS_1
"Lun, kita akan menemukan Ray."
Mereka semua masih duduk di ruang tamu, mereka masih memikirkan cara agar bisa menemukan Ray.
"Tunggu, kenapa kita tak cek cctv saja, diluar sana ada cctv. Cepat kita cek ke ruang komputer." Kata Dillon yang sudah terbiasa menggunakan cctv diclubnya.
"Benar Dill, Ayo kita cek."
Mereka semua berlari masuk kedalam ruang komputer untuk mengecek cctv. Dillon mulai mencari file video malam tadi.
Dan akhirnya Dillon berhasil menemukan file video rekaman cctv-nya. Dillon mengklik video itu. Dan video rekaman saat Ray dibawa oleh tudung hitam itu pun benar adanya.
Mata mereka semua terbelalak menyaksikan rekaman cctv, yang sedang memutar video Ray saat dibawa oleh si udung hitam.
Namun sayang mereka hanya bisa melihat rekaman saat Ray dibawa oleh tudung hitam itu. Mereka tak tahu lagi kemana si tudung hitam itu membawa Ray pergi.
"Astaga cctv ini sangat terbatas. Tak ada cctv lain divila ini." Kata Dillon sembari mencari cctv yang lain.
"Kemana si tudung hitam itu membawa Ray pergi. Aku benar-benar khawatir denganya." Ned mulai cemas dan takut. Namun Amara menghampirinya.
"Tenang Ned, Ray akan baik-baik saja. Kita akan menemukannya." Bisik Amara pada Ned.
Pencarian mereka sia-sia dihutan dan juga setiap sudut vila itu. Hingga matahari mulai tenggelam mereka, akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian disana.
Ketika mereka bersiap-siap pulang dan berjalan ke area parkir, seorang penjaga vila mendekati mereka.
"Kalian baru mau pulang sekarang? Semalam teman kalian pulang duluan karena ada keperluan mendadak. Apa kalian juga ada keperluan mendadak?" Ucap sang penjaga vila.
"Apa, jadi bapa melihat seseorang keluar dari sini semalam? Bisakah bapa beritahu ciri-cirinya?" Tanya Ned.
"Dia sendirian memakai pakaian serba hitam. Dia berkata ada keperluan mendadak jadi dia pergi lebih dulu dari kalian."
"Jika itu Ray, pasti Ray akan membawa mobilnya dan lihat mobil Ray masih terparkir disini. Aku juga ingat, malam itu aku melihat ada seseorang memakai pakaian serba hitam terus menatap ke arah vila. Dan itulah kenapa aku takut tidur disofa dan tidur denganmu Sarah." Kata Ned dengan serius.
"Itu berarti si tudung hitam itu benar-benar membawa Ray entah kemana. Sekarang aku ingin melaporkan ini. Aku ingin polisi melacak nomer ini, Jika aku menelpon nomer si tudung hitam itu sekarang, aku takut sesuatu akan terjadi pada Ray."
"Ned, sekarang kita harus cepat pergi." Ucap Gerry.
"Apa ada dari kalian bertiga yang bisa membawa mobil?" Tanya Ned pada Amara, Sarah dan Bonita.
__ADS_1
"Aku, aku bisa menyetir mobil, aku akan menyetir mobil Ray." Kata Sarah dengan semangat.
Ketika mereka semua sudah masuk kedalam mobil masing-masing. Amara yang sudah masuk ke mobil Dillon tiba-tiba ia meminta izin pada Dillon. Agar ia satu mobil dengan Ned.
"Dill, bolehkah aku satu mobil dengan Ned. Aku mohon untuk saat ini saja." Pinta Amara yang duduk disamping Dillon.
"Baiklah, tapi ingat jangan bercerita apapun tentang hubunganmu dan aku."
"Aku janji Dill, terima kasih."
Amara keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri mobil Ned.
Tok tok tok
Amara mengetuk kaca mobil Ned.
"Amara... "
Ned langsung membuka pintu mobil yang tadinya terkunci. Dan Amara langsung masuk kedalam mobil Ned lalu duduk disebelahnya.
"Amara. "
"Ned. Aku ingin disini menemanimu."
Ned tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Baiklah, Ayo kita cari Ray."
Setelah matahari tenggelam mereka pergi meninggalkan vila. Butuh waktu beberapa jam hingga mereka tiba di area kota tempat tinggal mereka.
Dalam perjalanan pulang, Ned yang tengah menyetir mobil tetap diam membisu. Ned masih cemas dan khawatir pada Ray.
"Ned... Apa kamu lapar?"
"Tidak Ra, Aku tak memikiran perutku yang lapar. Aku benar-benar takut sesuatu terjadi pada Ray, bagaimana aku bisa menjelaskan semua ini pada Ayah dan Ibu. Aku bingung Ra."
"Ned, jangan dulu beritahu mereka. Kita cari saja dulu Ray sebisa kita, Kita pasti bisa menemukan Ray. Kita harus berfikir positif."
Amara tiba-tiba menyandarkan kepalanya ke bahu Ned yang tengah menyetir mobil. Amara melakukan itu, agar Ned merasa tenang. Karena sentuhan dan pelukan bisa membuat seseorang tenang.
__ADS_1