
Setelah evakuasi ditempat kejadian selesai, Ray dan Ned dirawat dirumah sakit. Dillon menelpon semua orang termasuk orang tua Ray dan Ned. Namun satu, Dillon menyuruh semua orang untuk tidak memberitahu Amara terlebih dahulu.
Ned terluka lagi dibagian kepalanya dan luka-luka yang cukup besar di beberapa bagian tubuhnya sedangkan Ned. Luka Ned tak terlalu parah namun Ned selalu tak tahan menahan rasa sakit di tubuhnya.
Ned tersadar, ketika Ned melihat ke arah samping, terlihat Ray masih juga tak sadarkan diri. Karena jarak mereka dekat, Ned tiba-tiba mencoba menyentuh tangan Ray. Kejadiaan itu terlihat dengan jelas oleh ibu mereka yang sedari tadi berdiri didepan mereka dengan tatapan yang kosong.
"N-ned... Kamu sudah bangun." ucap sang ibu.
"B-bu... Aku ingin menyentuh Ray, A-aku ingin berbicara dengannya dan minta maaf padanya."
Ned meneteskan air matanya, karena ingin sekali berbicara dengan Ray sang adik.
"Ray masih belum sadar Ned, katakan saja saat kalian berdua sembuh oke."
Sang ibu berusaha menguatkan anaknya dengan menahan tangisannya yang sebentar lagi mulai pecah.
Takdir Tuhan, tiba-tiba Ray terbangun. Ia sadarkan diri. Ned tersenyum melihat Ray tersadar, Ned dengan cepat memanggil namanya walau dalam keadaan penuh dengan rasa sakit.
"R-ray... Ray... Maafkan aku Ray... " ucap Ned lirih.
Ray hanya tersenyum menahan sakit di kepalanya. Setelah mendengar Ned memanggil namanya dan meminta maaf.
"Ray, tolong sampaikan pada Amara. Aku minta maaf telah membuatnya terluka... Jaga Niki ya Ray, kamu pantas jadi ayahnya. Aku tidak tahan dengan rasa sakit ini. Ini benar-benar menyakitkan... "
Ray dan ibunya mulai curiga dan panik dengan ucapan Ned.
"Ned... "
Ray dan ibunya memanggil nama Ned terus menerus, Ibunya bahkan terus berteriak memanggil dokter. Jeritannya membuat semua orang yang sedang menunggu diluar mendengarnya.
Dokter pun tiba namun sayang, Ned sudah benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya. Ned suada tiada...
Suasa semakin gelap. Mereka kehilangan Ned, Ray yang terbaring diatas ranjang rumah sakit mencoba berdiri untuk memeluk Ned namun suster menyuntiknya dengan obat penenang agar Ray bisa diam karena lukanya belum kering.
****
Keesokan harinya di pagi hari, Ray yang masih terluka dan duduk dikursi roda, mengiringi jenazah Ned dari dalam mobil menuju Rumah Ray. Kematiaan Ned disaksikan banyak orang bahkan media. Karena Ned seorang model dan selebritis. Amara terlihat sudah menunggu kedatangan Ned dengan gaun hitam dan kerudungan hitamnya.
Setelah Jenazah Ned diturunkan dari mobil, Amara menangis sejadi-jadinya. Amara juga menangis setelah melihat Ray yang terluka dibagian kepalanya, duduk dikursi roda di dorong oleh Gerry.
__ADS_1
Amara menghampiri Ray dan memeluknya.
"Ra... N-Ned, dia pergi meninggalkanku selama-lamanya." Ucap Ray lirih dalam pelukan Amara.
Amara juga sempat memeluk Ned dan menangis sembari memelukknya.
Setelah itu jenazah Ned akhirnya dikuburkan, semua orang pergi meninggalkan Ned seorang diri di dalam sana. Setelah tabur bunga dan do'a selesai.
Setelah kepergian Ned yang menyisahkan luka besar bagi Ray dan orang-orang terdekatnya. Kini hidup Ray semakin terasa gelap, Ray yang diam-diam mempunyai depresi dan kecemasaan, kini semakin memburuk semenjak kematian Ned.
Ray selalu menyalahkan dirinya, walau kecelakaan itu bukanlah ulahnya.
Sudah satu bulan kepergian Ned, Ray selalu tak ingin bertemu siapapun. Ray meminta semua orang memberinya waktu sendiri.
Kepergiaan Ned juga menyisahkan luka untuk Amara, Amara kini tinggal dirumah ibunya. Amara sudah rukun dengan Dillon sejak Niki lahir. Amara selalu menangis setiap kali melihat Niki, karena Niki sangat mirip dengan Ned.
3 bulan kemudian...
Ray membawa secarik kertas yang ia temukan di kamar Ned. Kertas itu adalah kertas gugatan cerai Amara untuk Ned, dan Ned sudah menandatanganinya.
Ray yang sudah rapih dengan jaket kulit berwarna hitam, membawa kertas itu kedalam mobil. Ray berniat pergi menuju rumah Dillon yang kini Amara tinggal disana.
Dan memberitahu mereka, jika Ned juga sudah mengizinkan mereka untuk menikah dihari sebelum Ned meninggal dunia.
Dan akhirnya kedua orang tua Amara merestui Ray untuk menikahi Amara, Dillon mengantar Ray menuju rumah yang kini ditinggali oleh Amara dan Niki.
Setibanya Ray dan Dillon disana. Dillon pergi lagi karena ia sibuk dengan kerjaannya. Jadi Ray mendatangi rumah Amara seorang diri disebuah desa yang masih asri.
Rumah Amara terlihat di kelilingi oleh bunga-bunga yang indah. Ketika Ray melihat ke arah halaman rumahnya, Amara terlihat tengah duduk bersama dengan Niki diatas karpet kecil, mereka tengah bermain bersama.
Amara menggunakan gaun berwarna biru dengan rambutnya yang terurai panjang. Ray dengan senyumannya mengahampiri mereka.
Amara...
Ray memanggil Amara perlahan, seketika Amara mengarahkan pandangannya keatas menatap wajah Ray yang tersorot oleh cahaya matahari.
__ADS_1
R-Ray...
Amara pun berdiri dan langsung memeluk Ray dengan erat.
"Ray, kenapa kamu mengurung dirimu begitu lama? Aku membutuhkanmu." Ucap Amara terisak.
Ray memeluk Amara begitu erat hingga ia meneteskan air matanya. Ray bahkan menangis ketika melihat Niki, karena itu mengingatkannya pada Ned.
Ray memberitahu Amara soal kertas gugatan cerainya yang sudah ditanda tangani oleh Ned. Dan memberitahu Amara juga pesan yang Ned pernah sampaikan padanya.
Pada akhirnya Ray dan Amara mendapat restu dari dua belah pihak, mereka kini menikah, Ray membawa Amara dan Niki kembali kerumahnya.
1 tahun kemudian
Rumah Ray kini kembali hidup. Ray juga sudah mulai sembuh dari rasa cemas dan depresinya.
Kini halam rumah Ray dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Karena Amara sangat menyukai bunga.
Niki tumbuh besar, Niki sudah mulai bisa berjalan, dan Amara sedang mengandung anak Ray sekarang. Usia kandungannya baru berjalan 3 bulan. Ray selalu menjaga dan merawat Amara dan Niki dengan penuh rasa cinta.
...(AMARA)...
Amara kini tak sendiri, Amara selalu bersama dengan Bonita. Gerry dan Bonita baru dikaruniai anak dan kini Bonita tengah hamil 4 bulan. Ray dan Gerry terkadang selalu sibuk mengurus istri-istrinya.
Kini Ray selalu yakin dengan keinginannya. Jika ia mau dan sangat menginginkannya, Ray selalu yakin itu semua akan terlaksanakan. Kini Ray selalu percaya pada dirinya dan mulai mencintai dirinya sendiri.
Kisah Ray dan Amara berakhir disini.
Bunga musim gugur yang berjatuhan kini sudah mulai mekar kembali setelah spring day berlalu.
...The end......
...Semua kisah ini hanya fiktif belaka Karangan dan Imajinasi author....
...Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dan kejadian yang tak disengaja....
__ADS_1
...Tunggu karya Ty nuna selanjutnya......