Fallin Flower

Fallin Flower
CHAPTER 41


__ADS_3

"Ini Ned, berikan susu ini pada Niki." kata Ray sembari memberikan susu itu pada Ned.


"Bawa Niki ke kamarku Ned, Aku akan mencoba menenangkan Amara."


Ned menganggukan kepalanya dan pergi menuju kamar Ray untuk menidurkan Niki.


Ray duduk disamping Amara yang tengah duduk dilantai sembari menangis.


"Ada apa dengamu? Apa kamu jadi seperti ini gara-gara aku mengatakan bahwa kamu harus mulai belajar mencintai Ned?"


"... Ray, semua ini kecelakaan aku sudah mengatakannya padamu. Aku hanya mencintaimu, bukan Ned."


"Aku tahu, Tapi sekarang kamu sudah milik Ned, kamu ditakdirkan menikah dengan Ned bahkan Tuhan memberikanmu putra dari Ned."


"Tidak, aku tidak mau Ray, aku bisa gila jika kamu tak mencintaiku lagi."


"Aku mohon Ra, jangan buat hidup Ned berat. Hidupku sudah berat dan aku menopangnya sendiri. Jangan buat hidup kakaku berat. Aku mohon cintai dia Ra. Dan satu lagi, kasian Niki dia membutuhkanmu."


Ray pun pergi menemui Ned yang ada dikamarnya bersama dengan Niki.


"... Ray kamu benar. Percuma aku berjuang sekeras apapun demi Amara jika Amara memang tak ada rasa padaku. Kamu menang Ray."


"Ned, tolong bertahan dengan Amara, diawal aku memang marah dan mengabaikan kalian. Tapi sekarang aku ingin lepas dari segalanya setelah kejadian penculikan itu." Ucap Ray dingin.


"Aku akan membuat surat cerai aku akan bercerai dengan Amara."


"Tidak Ned, demi Niki bertahanlah dengan Amara dan kamu jangan menyerah mencintai Amara, buat dia jatuh cinta padamu Ned."


Malam itu benar-benar kacau, mungkin semuanya akan segera berakhir. Tapi ternyata tidak.


Keeseokan harinya di pagi hari benar-benar mengejutkan Ned dan Amara. Terlihat Ray sudah mengemasi pakaianya kedalam koper.


"Loh Ray, kamu mau kemana?" tanya Ned sembari mengais Niki.


"Ned, kalian tinggal disini saja dan rawat Niki aku tak ingin mengganggu kalian. Aku akan tidur di clubku Ned, disana ada ruang pribadiku."


"Tapi ini rumahmu Ray, biar aku yang pergi."


"Tidak! Aku mohon Ned tetap disini, kalian boleh pergi setelah Niki tumbuh besar. Ingat Ned rumahku rumahmu juga. Berjanjilah padaku untuk berusaha mencintai Amara."


Ray memeluk Ned dan mencium dahi Niki, Ray benar-benar pergi meninggalkan rumahnya.


Ketika Ray akan pergi, Amara juga mengetahuinya. Amara benar-benar berantakan bahkan bisa dilihat dari penampilannya. Karena Amara banyak menangisi Ray.

__ADS_1


"Ray k-kamu mau kemana?" tanya Amara


Ray berjalan menghampirinya dengan senyuman.


"Ra, aku pergi ya... Aku mohon jaga Ned dan Niki. Jika kamu menjaga mereka aku tidak akan marah padamu aku akan senang. Aku akan sering main kesini, dan aku akan tinggal lagi disini setelah kamu menyayangi Ned dan Niki."


"M-memangnya... Kamu mau pergi kemana Ray?"


"Berjanjilah dulu padaku, kamu akan mencintai Ned dan Niki."


"Y-ya, aku berjanji padamu Ray. Tapi kamu akan kembali kan setelah aku menyayangi Ned dan Niki."


"Ya, aku akan kembali."


Ray pun memeluk Amara sebentar dan meninggalkan mereka. Ray menutupi kesedihannya. Ray sudah banyak terluka karena cinta, Ray terus kehilangan lagi dan lagi.


Hari demi hari terus berlalu semua orang sudah tahu Ray tak tinggal lagi dirumahnya. Dan kini Ray tinggal diclubnya. Setiap kali Ray tidur diruang pribadinya di dalam club, Ray akan selalu teringat akan Amara.


Gerry menghampiri Ray yang tengah duduk dimeja bar Hugo.


"Hey Ray! Semua pekerjaan sudah selesai."


"Bagus Ger, Oh iya bagaimana kabar Niki disana?"


Ray pun tersenyum setelah mendengar ucapan Gerry. Walau hatinya sedikit terluka.


Ketika mereka asik mengobrol, Gerry mendapatkan panggilan dari Bonita.


"Hallo Bonita ada apa?"


Terdenger dengan jelas Bonita menangis terisak ditelepon.


"Sarah... Sarah meninggal Ger."


Ketika Bonita mengatakan hal itu, Gerry dan Ray benar-benar terkejut.


"Sekarang dia dimana Nita?"


"Datanglah kerumahnya cepat kemari!"


Gerry dan Ray dengan cepat pergi menuju rumah Sarah. Ray tahu jalannya karena sebelumnya Ray pernah kesana.


Ketika mereka tiba disana, tak ada seorang pun didepan rumah Sarah. Gerry dan Ray berlari kelantai dua setelah mendengar suara Bonita yang menangis.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Ray dan Gerry karena darah sudah menetes ke lantai.


"Bonita! Jangan memegangnya. Aku akan memanggil polisi." Ucap Gerry khawatir.


Tangan Ray dingin tatapannya kosong seketika, melihat Sarah yang sudah tak bernyawa.


Setelah Gerry menelpon polisi, polisi pun datang dan melihat kondisi Sarah. Gerry juga menelepon Dillon agar Dillon datang, karena Sarah adalah karyawannya.


Polisi mengecek cctv rumah Sarah yang terpasang didepan. Polisi mencari satu persatu file dan akhirnya polisi menemukan file dua hari yang lalu sebelum kejadian.


Ternyata Sarah dibunuh oleh situdung hitam, seketika Ray, Gerry dan Bonita terkejut. Karena sebelummya situdung hitam itu pernah menculik Ray di vila dan mencoba membunuh Ray.


"Aku rasa dia masih mengincarku Ger, dan sekarang dia membunuh Sarah. Dan aku yakin dia memang Jovan." ucap Ray dengan tatapan kosong.


"Ray, Tenang saja. Dan jangan coba-coba melakukan hal aneh ataupun menyalahkan dirimu. Kita akan menemukan si tudung hitan Jovan itu."


****


Sarah selesai di makamkan sehari setelah ditemukan ia meninggal karena dibunuh dibagian perutnya yang tertusuk hingga mengalami pendarahan yang luar biasa.


Semua orang berziarah dimakan Sarah, semua teman dekat Sarah datang untuk mengantarnya menuju peristirahatan terakhir.


Ray benar-benar meratapi semua kejadiian ini. Dan Ray yakin bahwa dirinyalah penyebab semua ini.


Sarah dimakamkan ditempat yang sama dengan Bella. Semua itu karena persetujuan Ray, Karena Sarah adalah sahabat Bella dan Sarah juga tak mempunyai keluarga. Jadi Ray-lah yang mengurus segalanya.


Ray berjalan ke arah makam Bella seorang diri, setelah para pelayad pulang. Ray duduk disamping makam Bella dan memegang nisannya.


Ketika Ray menuju makam Bella, Amara melihatnya. Bahkan Amara juga menghampirinya. Tapi karena Amara sudah mulai menerima Ned sebagai suaminya kini Amara meminta izin pada Ned untuk menemui Ray.


"Ned, aku ingin menemui Ray sebentar bisakah kamu memberiku izin?" ucap Amara kepada Ned yang ada disampinya.


"Tentu." Ned dengan tersenyum memberi izin pada Amara untuk menghampiri Ray.


"Hai Ray, apa kabar?" tanya Amara yang berdiri disampingya.


"Apa ini makam Bella?"


"Hai Ra kabarku tak terlalu baik, Ya ini makam Bella."


"Apa kamu sudah benar-benar menerima Ned? Apa kalian sudah bahagia sekarang?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Ray? Kamu yang memintaku mencintai kakakmu. Dan aku melakukannya, walaupun berat aku tetap menjalaninya karena Niki."

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih. Sekarang aku harus pergi mencari si pembunuh itu. Aku takut dia akan melukai orang-orang yang ada disekitarku lagi."


__ADS_2