
Musik diputar dan para penari striptis itu mulai melakukan pertunjukan.
Ketika Ray menonton pertunjukan mereka, Seorang pria menghampirinya. Dengan pakaian stelan Jas.
"Bagaimana, itu sangat indahkan. Mereka menari di tiang itu dengan indahnya. Seperti sebuah seni." Kata sang pria disamping Ray.
Namun Ray hanya memberi senyuman ramahnya saja.
"Apa kamu pernah masuk keruang VVIP itu?" Tanya sang pria pada Ray. "Katanya bidadari, si wanita yang paling cantik itu tak pernah terlihat, Dan para ceo yang datang kesini selalu marah pada Dillon karena Dillon menipu mereka."
"Apa maksudmu?"
"Dillon menipu orang-orang disini dengan memberitahu ada wanita cantik seperti bidadari dikedua ruangan itu. Tapi nyatanya dikedua ruangan itu tak ada siapapun, Yang Dillon maksud bidadari itu belum pernah terlihat disini. Dan menurutku Sarahlah ratu bidadari itu. Lihat dia penari yang sangat cantik."
Ray pun langsung melihat ke arah Sarah yang sedang menari dengan anggunnya ditiang besi.
"Jadi ucapan Dillon benar, Dia tak pernah memasukan pria-pria bejad kedalam ruangan yang ada Amara didalamnya. Sebenarnya apa hubungan Amara dan Dillon." Tanya Ray dalam batinnya.
Ketika Ray tengah melamun memikiran hal itu, tiba-tiba Sarah sang penari striptis, yang tengah duduk didepan sedang beristirahat setelah melakukan pertunjunkan. Menatap Ray sangat lama dan Ray pun mengetahuinya.
Karena Ray merasa risih, Ray menghabiskan satu gelas irish bomb-nya dan pergi meninggalkan Club Dandelions Dillon.
****
Setibanya Ray dirumah, Ray langsung disambut oleh Ned.
"Ray, aku ingin berbicara padamu." Kata Ned sembari menatap Ray yang baru tiba dirumah.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?
"Apa kamu tahu soal Amara?"
"Ya. Aku tahu, Amara bekerja di club Dillon dia berpura-pura menjadi Laluna dihadapan Dillon."
Ned tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.
"Lalu kenapa kamu memberitahu Amara jika aku menyukainya, tiga tahun yang lalu saat aku kecelakaan."
"Aku tak ingin mengatakannya, Tapi kamu menyuruhku menyampaikan pesan ini pada Amara. Apa kamu lupa?"
"Tapi saat itu aku sedang tak sadarkan diri, kenapa kamu melakukannya Ray? Seharusnya aku sendiri yang mengatakan perasaanku sendiri pada Amara bukan kamu."
"Baiklah Ned aku minta maaf, aku mengalah pada kakakku. Jadi sekarang apa yang kamu mau? Kamu ingin memiliki Amara? Apa kita ingin bertarung sekarang untuk dirinya?"
"Aku tahu aku akan kalah Ray mangkanya kamu mengatakan hal itu-kan? Karena Amara menyukaimu dan dia tak menyukaiku, lalu kamu tahu bahwa aku akan kalah."
__ADS_1
"Aku sama sekali tak berfikir seperti itu Ned. Aku lelah denganmu."
Ned terdiam, sedangkan Ray pergi ke kamaranya setelah berbicara dengan Ned.
Keadaan berubah sekarang, Ned mulai berubah jadi pemarah juga sama seperti Ray. Dan Ray menjadi seseorang yang lebih pendiam dan banyak menyembunyikan sesuatu dalam dirinya, walau begitu Ray tetap saja sering marah dengan hal spele.
Ray membaringkan badannya ditempat tidur. Ray baru saja menyimpan handphonenya diatas laci disamping tempat tidurnya. Tapi tiba-tiba nontifikasi masuk. Ketika Ray mengeceknya, mimik wajah Ray seketika berubah seperti ketakutan, nafas Ray tiba-tiba tak stabil setelah membaca pesan itu.
Ray pun merubah mode handphonenya menjadi mode diam. Lalu Ray meletakan kembali hanphonenya diatas laci.
Ray tiba-tiba mengambil obat tidur resep dari dokter dan meminumnya. Setelah Ray meminumnya akhirnya Ray terlelap tidur.
Entah pesan apa yang membuat Ray berkeringat dingin dan ketakutakn seperti itu.
Mungkin ada satu rahasia besar yang Ray sembunyikan dari semua orang.
****
Hari demi hari mulai berlalu sudah dua hari Ray, Ned dan Gerry sibuk dengan pekerjaan kantor mereka hingga membuat mereka lembur. Mereka sudah sangat dewasa tapi mereka bertiga masih saja sendiri, entah kapan mereka akan segera mempunyai kekasih yang akan merawat mereka ketika mereka lelah saat pulang kerja.
Pagi ini dihari ketiga setelah mereka lembur, mereka pergi bersama dengan mobil mereka masing-masing. Karena hari ini adalah weekend mereka pergi kesuatu tempat untuk Healing. Semua rencana ini sudah diatur dan disiapkan oleh Gerry.
Ketika Ray dan Ned sedang mengikuti mobil Gerry dari belakang, tiba-tiba Gerry menepikan mobilnya.
Ray dan Ned melihat Gerry dari dalam mobil mereka masing-masing.
Dan terlihat Gerry menghampiri seorang wanita ditepi jalan. Gerry membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Siapa dia, apa dia kekasihnya?" Tanya Ned sembari memperhatikan Gerry.
Dan tak lama mereka kembali melajukan mobilnya.
Setelah perjalanan panjang hampir memakan waktu satu jam, akhirnya mereka tiba disebuah vila didalam hutan yang disana dekat dengan sumber air panas.
Mereka semua keluar dari mobil mereka masing-masing, sembari mengeluarkan koper mereka yang berisi baju untuk tiga hari kedepan.
"Ger siapa dia?" Tanya Ned dengan senyumannya.
"Astaga aku lupa mengenalkannya pada kalian," Kata Ned sembari menarik tangan wanita itu mendekat pada Ned dan Ray. "Kenalin dia Bonita, dia pacarku. Sebenarnya aku sudah pacaran dengan Bonita satu bulan yang lalu."
Ray tersenyum begitupula Ned sembari menjabat tangan Bonita.
__ADS_1
"Wah, Ini sangat tidak terduga." Cetus Ned dengan candaannya.
"Oh iya, Kenapa Dillon belum datang juga padahal aku sudah mengajak dia juga."
"Apa katamu Ger? Kamu mengajak Dillon juga?" Tanya Ray terkejut.
"Iya Ray, apa kamu tidak membaca pesannya di grup. Kemana handphonemu kenapa akhir-akhir ini kamu jarang memegang handphone?" Kata Ned yang memberi jawaban pada pertanyaan Ray.
"Lagi pula Dillon-kan teman bisnis kita Ray." Sambung Gerry.
Dan tiba-tiba mobil berwarna hitam yang cukup besar tiba, Yang tak lain mobil itu milik Dillon.
"Nah itu dia Dillon." Ucap Gerry.
Ketika Dillon keluar dari mobilnya, terlihat Dillon mengeluarkan tiga koper dari dalam bagasi mobilnya.
"Kenapa Dillon membawa begitu banyak koper, Apa dia mau pindahan?" Kata Gerry bingung.
Dan tak lama dua orang wanita keluar dari mobilnya, Yang tak lain kedua wanita itu adalah Amara dan Sarah. Seketika Ray dan Ned sangat terkejut.
"Astaga Dillon membawa Luna dan Sarah juga ternyata, tak heran kenapa dia membawa banyak barang."
Gerry masih percaya pada ucapan Ray malam itu di club, jika wanita itu bukan Amara tapi Laluna dan wajahnya saja yang mirip.
"Ger kenapa kamu tidak memberitahuku jika Dillon akan membawa Amara?" Ucap Ned yang keceplosan menyebut nama Amara.
"Apa, Amara? Bukannya dia Laluna Ned, apa kamu juga mulai percaya jika Laluna itu memang Amara."
"B-bukan maksudku Luna. Iya Luna, Laluna. Bukan Amara, Wajahnya sangat mirip jadi aku kira dia Amara."
Ned gugup setelah melakukan kesalahan, Ray pun memberikan tatapan dingin pada Ned. Hanya Ray dan Ned yang tahu bahwa Laluna itu Amara.
Dillon, Amara dan Sarah berjalan mendekati mereka dan tiba-tiba Ned teringat dengan Sarah.
"Ger, wanita itu yang menumpahkan minumannya kepadaku malam itu kan?"
"Iya Ned benar, dia Sarah penari striptis di club-nya Dillon. Dia cantik juga ya dengan pakaian santainya daripada pakaian terbukanya."
Ketika Gerry mengatakan itu Bonita memukulnya karena cemburu. Bonita pun pergi masuk kedalam Vila lalu Gerry mengejarnya.
Ray dan Ned tiba-tiba menggelengkan kepalanya secara bersamaan melihat tingkah Gerry.
"Hai Ray, Ned maaf aku telat, Karena aku harus menjemput Sarah dan Luna." Ucap Dillon sembari membawa koper miliknya.
"Iya, tak masalah kami juga baru tiba." Jawab Ned sembari menepuk bahu Dillon.
__ADS_1
Amara terus menatap Ray, Namun Ray membuang muka padanya. Dan Ray tiba-tiba pergi meninggalkan mereka menuju Vila.