Fallin Flower

Fallin Flower
CHAPTER 12


__ADS_3


"Amara, tenang saja. Aku akan membawamu pulang. Dimana rumahmu?"


Ketika Ned bertanya pada Amara didalam mobil, Amara tiba-tiba melamun dan tak mendengar perkataan Ned.


"Amara... Apa kamu mendengarku?"


"I-iya Ned aku mendengarmu, rumahku dekat dengan taman kantor Ray, di sana ada sebuah gang yang menuju rumahku."


"Baiklah, kamu tidur saja jika lelah."


"Ned... Terima kasih mau menolongku."


"Tak masalah Amara, aku minta maaf sebesar-besarnya atas perlakuan Ray padamu. Aku janji akan mengganti rugi semua waktumu yang buruk itu dengan waktu yang indah."


Amara menggangguk dan tersenyum pada Ned.


Ketika diperjalanan, sebenarnya hanya ada satu yang ada didalam pikiran Amara. Yaitu Ray.


"Kenapa Ray tak mencoba menahanku ketika Ned membawaku pergi?" Tanya batinnya.


Sementara itu, Ray masih ada di DSC bersama dengan Gerry diruang pribadinya. Ray duduk diatas ranjang sedangkan Gerry duduk disebuah sofa.




"Ray... Kenapa semua ini bisa terjadi? Sejak kapan kamu mengurung Amara disini?"


"Pantas saja, setiap kali aku pergi ke kantor, aku tak melihat Amara ditaman. Karena biasanya dia berjualan bunga disana."


Ketika Gerry bertanya, Ray sama sekali tak meresponnya. Ray hanya terdiam sembari menyenderkan kepalanya ketembok.


"Ray, aku sedang bertanya padamu. Kenapa kamu diam saja?"


Ray tetap saja diam membisu, lalu tiba-tiba Ray pergi dengan mobilnya dengan terburu-buru. Karena Gerry khawatir dengannya, Gerry mengikuti Ray dari belakang.


"Ray! Kamu mau kemana?" Sahut Gerry.


"Aku ingin menyusul Ned, aku akan membawa Amara kembali kesini."


"Astaga Ray! Dia bukan Bella. Kamu hanya berhalusinasi."


Ray pun membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar Ned yang membawa Amara pergi.


Ketika Ray tiba di persimpangan jalan, tiba-tiba ada mobil ambulan dan juga banyak orang-orang yang tengah berkerumun disana. Ray pun keluar dari mobilnya, begitupula dengan Gerry.


"Ray... Perasaanku tidak enak." Ucap Gerry yang menghampiri Ray.


Ray dan Gerry menghampiri kerumunan dipersimpangan jalan itu. Dan hal yang tak diinginkan pun terjadi.


"Ned... Itukan mobil Ned Ray." Gumam Gerry.


Ray pun berlari mendekati mobil ambulan untuk melihat apakah korban dari kecelakaan itu adalah Ned.


Ketika Ray melihat korban yang ada di dalam mobil ambulan itu, Ray benar-benar shok karena korban itu adalah Ned.

__ADS_1


"Ned..." Gumam Ray dengan air mata yang mulai mentes.


"Astaga Ned!!!"


"Tunggu, Ned bersama Amara kan Ray, dimana Amara?" Tanya Gerry.


"Iya benar, dimana Amara?"


Ray pun berlari ke arah kerumunan dan bertanya apakah ada seorang wanita yang menjadi korban kecelakaan ini.


"Permisi, apakah kamu menemukan korban wanita didalam mobil ini?" Tanya Ned pada polisi yang tengah berada digaris polisi.


"Tidak, hanya ada satu korban didalam mobil ini, dia berkendara sendirian. Dia tak membawa penumpang."


Ray pun seketika terdiam. Dan Ray berfikir mungkin Amara sudah berada dirumahnya.  Ray pun berlari kembali menuju Ambulan dan meninggalkan mobilnya bersama dengan Gerry. Ray duduk disamping Ned yang terluka parah dibagian kepalanya.


"Ned... Bertahanlah" Gumam Ray pada Ned sang Kakak.


Tiba-tiba Ned membuka matanya.


"R-Ray..."


"Ned! Ned, Bertahanlah oke. Sebentar lagi kita akan tiba dirumah sakit."


"Ray kamu tahu... Aku sudah menemukan cintaku, aku menyukai Amara Ray, aku jatuh cinta padanya, bisakah kamu menyampaikannya pada Amara?"


Ray pun terkejut ketika melihat Ned berbicara soal Amara, bahkan disaat keadaanya sangat buruk seperti itu.


"Iya Ned, akan kusampaikan pada Amara."


Tak lama Ned dan Ray tiba dirumah sakit, Ned dengan cepat dibawa ke ruang IGD. Ray menunggu diluar, Ray duduk diruang tunggu. Ketika Ray duduk dan terdiam. Ray mulai teringat kembali ucapan Ned sang kakak.


"Ned, kenapa kamu mencintai Amara secepat itu, padahal rasa cintaku pada Amara sejak tadi mulai tumbuh. Tapi sepertinya dia bukan untukku." Ucap batin Ray.


Tak lama Gerry pun tiba di rumah sakit.


"Ray, bagaiamana dengan Ned?"


"Dia ada di ruang IGD Ger, Ger aku titip Ned sebentar, aku ingin menemui seseorang. Aku pinjam sebentar mobilmu."


"Oke Ray, aku akan menjaga Ned."


Ray pun pergi meninggalkan rumah sakit, Ray pergi dengan mengendarai mobil Gerry.


Ray berniat pergi untuk menemui Amara dirumahnya.


Setelah 20 menit perjalanan, Ray pun tiba dirumah Amara.


Tok! Tok! Tok!


Ketika Ray mengetuk pintu rumah Amara, Amara sama sekali tak menyahut. Dan tiba-tiba Ray mendengar suara Amara yang sedang menangis didalam rumahnya.


Ray dengan cepat masuk kedalam rumah Amara. Ketika Ray masuk, Ray melihat Amara tengah menangisi bunga-bunganya yang mati dan kering karena sudah hampir dua minggu lebih Amara tak merawatnya, Karena Ray mengurungnya.


"Amara..." panggil Ray lembut.


Amara pun terkejut ketika Ray tiba-tiba ada dibelakangnya.

__ADS_1


"R-Ray... Kenapa kamu kembali? Apa kamu akan membawaku lagi? Kamu lihat semua bunga ini Ray, Mereka semua mati. Aku tak bisa merawat mereka karena kamu mengurungku."


"Maafkan aku Amara, aku akan mengganti semuanya. Dan aku tak akan membawamu lagi kedalam sangkarku itu."


"Lalu, apa yang membawamu kemari?"


"Ini soal Ned, aku ingin kamu menemui dia, Dia ada dirumah sakit sekarang, dia kecelakaan setelah mengantarmu pulang."


Amara pun terkejut setelah Ray mengatakan hal itu.


"Astaga Ned! Baiklah, ayo kita temui Ned Ray."


"Tapi sebelumnya aku ingin kamu tahu soal ini terlebih dahulu."


"Soal apa Ray?"


Ray pun mulai menyampaikan pesan Ned pada Amara.


"Amara, Dia... Dia mencintaimu, Ned menyukaimu, Dan aku ingin. Kamu menjadi kekasihnya."


Amara lebih terkejut dengan apa yang Ray ucapkan barusan.


Amara langsung menatap Ray dengan dalam.


"A-apa katamu Ray? Aku bahkan baru mengenal Ned, aku sama sekali tak ada perasaan padanya Ray, Maafkan aku."


Emosi Ray pun mulai meningkat, Ray tiba-tiba memegang pundak Amara dan memohon padanya.


"Aku mohon Amara, aku akan berikan kamu segalanya asal kamu mau mencintai Ned, dia membutuhkanmu. Perlahan kamu pasti akan mencintainya."


"R-Ray... A-aku... Aku tidak bisa Ray."


"Kenapa!!! Kenapa kamu tidak bisa."


"Katakan padaku kenapa kamu tidak bisa Amara?!"


Amara pun menundukan pandangannya dari Ray. Karena Amara terus menunduk, Ray tak mau diam saja, Ray memegang wajah Amara dengan kedua tanganya dan membuat mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.


"Amara... Katakan padaku kenapa?"


Amara pun membuka mulutnya dan memberitahu kepada Raya, Alasan kenapa dia tak mau dengan Ned.


"Karena aku... Aku mulai mencintamu Ray, aku tidak tahu kenapa sekarang aku mulai mencintaimu. Padahal kamu selalu kasar padaku. Tapi rasa cinta itu mulai tumbuh dihatiku Ray, Aku mencintamu Ray."


Ray pun terdiam dan melepaskan kedua tanganya dari bahu Amara. Perlahan Ray mundur dari hadapan Amara dengan tatapan kosong.


Ketika Ray menjauh dari Amara, Amara malah


semakin mendekati Ray perlahan.


"Aku mencintamu Ray, bukan Ned."


Amara tiba-tiba memeluk Ray dengan erat, dan terus berkata pada Ray bahwa dia mencintainya.


"Aku mencintamu Ray... Aku tahu kamu juga mencintaiku kan Ray."


Namun Ray tiba-tiba melepaskan tangan Amara yang memeluk erat tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2