
Pagi itu ayah dan ibu Ray sudah pulang kerumah. Ned dan Amara masih dirumah Ray karena mereka belum membeli tiket untuk kembali ke London.
Saat Ray berjalan menuju lantai bawah untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Ray mendengar suara pertengkaran dari kamar Ned dan Amara.
Karena Ray curiga, Ray akhirnya mendatangi kamar mereka. Ketika Ray mendekati kamar mereka, terlihat Amara sedang menangis sembari memeluk erat Niki. Dan Ned berdiri di hadapan Amara seperti seseorang yang sedang mengintimidasi.
"Ned! Ada apa?" tanya Ray.
"Ada apa kamu bilang? Seharusnya aku bertanya padamu Ray! Apa yang kalian berdua lakukan semalam?"
Ray dan Amara seketika terkejut dengan pertanyaan Ned. Namun Ray bukanlah orang yang mudah takut, Ray justru bertanya balik pada Ned. Apa yang telah ia lakukan pada Amara selama di London.
"Aku akan menjawabnya setelah kamu menjawab pertanyaanku Ned." Jawab Ray dengan dinginnya.
"Kenapa kamu tak mengakui Amara ketika di London? Dulu kamu sangat menginginkannya. Sekarang setelah kamu mendapatkannya, kamu malah membuatnya terluka. Kenapa?"
Ned terdiam setelah Ray mengajukan pertanyaan yang sensitif tentang rumah tangganya.
"Amara apa kamu menceritakan segalanya pada Ray?" tanya Ned dengan tatapan tajam pada Amara yang mengais Niki.
"Ya! Aku mengatakan segalanya pada Ray! Aku lelah denganmu Ned! Kamu tak pernah menganggapku."
"Aku melakukan itu karena aku sakit hati padamu, aku ingin balas dendam padamu. Dan sekarang kamu merasakannyakan, betapa sakit hal itu."
Amara tiba-tiba berdiri dan meletakan Niki di atas ranjang. Amara berdiri di tengah-tengah antara Ray dan Ned.
"Sebenarnya bukan hanya itu Ray, kamu Ned. Kamu juga berselingkuh dengan teman-teman selebritimu yang lain. Dan yang yang membuatku terkejut adalah. Ned berselingkuh dirumah saat aku sedang sibuk mengurus Niki yang sakit."
Amara tiba-tiba menangis. Setelah mengatakan perbuatan Ned selama satu tahun lebih di London.
"Aku ingin bercerai denganmu Ned... "
Seketika suasana berubah menjadi gelap. Ned merasa marah, Ned tiba-tiba pergi begitu saja.
Ray yang tak bisa melakulan apa-apa hanya bisa terdiam.
Pagi itu berjalan dengan tidak baik. Hingga membuat Ray terganggu ketika bekerja.
__ADS_1
Hingga malam pun tiba. Ray pulang kerumah dan tak sengaja Ned juga pulang. Ketika mereka berdua masuk ke dalam rumah. Rumah tampak sepi tak terdengar suara tangisan ataupun jeritan dari Niki yang biasanya berisik. Hal itu membuat Ray dan Ned curiga.
Ketika Ned masuk ke dalam kamar, Amara dan Niki sudah tak ada di kamarnya. Hanya tersisa secarik kertas diatas ranjang. Ned pun mengambilnya dan membacanya, ternyata kertas itu berisi tentang gugatan cerai. Jika Ned menandatanganinya maka mereka akan segera mengakhiri hubungan mereka.
Ray tiba-tiba menghampiri Ned dan melihat isi kertas itu. Ray juga terkejut setelah melihat surat gugatan cerai itu.
Ned tiba-tiba menelpon ibu Amara dan menanyakan dimana Amara. Tapi ternyata Amara tak ada disana, Ray juga mencoba bertanya pada ibu dan ayahnya dan juga teman-temannya namun Amara juga tak ada disana.
"Kemana dia pergi?" tanya Ray dalam hatinya.
Namun satu-satunya tempat yang Ray tahu adalah, rumah yang dulu pernah di tempati oleh Amara sebagai seseorang yang menjual bunga di pinggir jalan.
Ray pun pergi dengan mobilnya menuju tempat itu. Walau malam sudah akan larut sebentar lagi Ray tetap mencarinya karena khawatir pada Amara.
Ketika Ray tiba dirumah yang dulu pernah ditempati oleh Amara. Ternyata rumah itu sudah di tempati oleh orang lain. Dari situ Ray mulai bingung kemana Amara pergi.
Kemana Amara pergi...
Hari demi hari terus berlalu Amara benar-benar menghilang setelah menandatangani surat perceraian itu dengan Ned. Bahkan kedua orang tua mereka, marah pada Amara karena pergi begitu saja membawa Niki yang masih kecil.
Ketika ibunya bertanya, Ned malah berbohong walaupun ada Ray yang tahu segalanya disitu.
"Aku tidak tahu bu, aku tak pernah mempunyai masalah dengan Amara. Aku takut Amara berselingkuh karena Amara tiba-tiba sudah menandatangani surat perceraian ini." Jelas Ned.
Ray yang mendengar ucapan Ned membulatkan matanya. Dan kesal dengan ucapan kakaknya.
"Anak itu tak akan pernah jujur di situasi seperti ini." kata Ray dalam hatinya.
"Jika Amara berselingkuh, dia berselingkuh dengan siapa Ned?" tanya ibu Amara juga yang ada dirumah Ray.
"Tante, jika aku boleh jujur. Aku meliihat semalam Amara datang ke kamar Ray dan tidur bersama Ray adikku sendiri. Setelah aku memarahinya pagi tadi Amara langsung mengajukan surat cerai itu." jawab Ned dengan wajah yang berpura-pura sedih.
Setelah mendengarnya. Ray merasa terpojokan karena semua orang menatapnya. Ayah Ray tiba-tiba mendekati Ray dan menamparnya.
Plak!!!
Ray pun kesakitan dan memegang pipinya yang sudah ditampar oleh sang ayah.
__ADS_1
"Yah... Kenapa kamu menamparku?" tanya Ray.
"Kenapa kamu masih saja mengejar Amara? Amara milik Ned dia istri Ned. Kamu tak pantas menggodanya!" cetus sang Ayah.
"Ucapan Ned bohong. Dia yang selingkuh bukan Amara. Jika kalian sadar lihatlah Amara dan perhatikan dia. Apa kalian tidak melihat Amara semakin tak terurus dia semakin kurus karena banyak pikiran. Dan sumber pikiran yang membuat Amara sakit adalah Ned!"
Setelah Ray menjelaskan itu. Ray naik ke lantai dua kamarnya. Dan tiba-tiba Gerry mengikutinya dari belakang.
Ray berdiri di depan jendela kamarnya, Dan Gerry menghampirinya.
"Ray, aku percaya dengan ucapanmu. Aku tahu dimana Amara."
Ketika Gerry mengatakan hal itu seketika Ray terkejut. Dan berbalik badan mendekati Gerry.
"Kamu tahu dimana Amara Ger?"
"Ya, aku tahu Ray. Amara ada dimana. Pagi itu dia memintaku membuat surat gugatan cerai dan memintaku agar mengantarnya ke DSC. Sekarang Amara dan Niki ada disana Ray."
Setelah mendengar hal itu Ray tersenyum dan tiba-tiba memeluk Gerry karena saking bahagianya.
"Thanks Ger."
"Iya! Iya! Ray."
Ray tiba-tiba pergi dengan mobilnya dan mengacuhkan semua orang. Kini Ray pergi menuju DSC untuk menemui Amara setelah Gerry memberitahu bahwa Amara ada disana.
Sesampainya Gerry disana, Amara terlihat sedang bermain bersama Niki diatas ranjang.
Amara dan Ray sama-sama terkejut melihat satu sama lain. Ray berjalan menghampiri Ray dengan begitu cepat dan langsung memelukknya begitu erat.
Amara...
Ray...
"Aku khawatir kamu akan pergi jauh tanpa memberitahuku." bisik Ray di telinga Amara. "Aku tak ingin kehilangan dan jauh lagi darimu Amara. Aku jatuh cinta padamu."
Ketika mereka tengah berpelukan. Tiba-tiba Niki menyelip ditengah-tengah mereka dengan tawanya yang ceria.
__ADS_1