GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB XIV ULANG TAHUN TERAKHIR HELENA


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Hubungan sesil dan beno semakin harmonis, bahkan beno sangat memanjakan sesil. Apapun yang sesil inginkan selalu beno penuhi, sampai-sampai hubungannya dengan keluarganya merenggang. Elica yang setiap hari selalu bertengkar dengan kakaknya karena ia selalu melarang kakaknya memanjakan sesil. Karena ke tidak sukaan elica terhadap hubungan kakaknya itu membuat sesil membenci elica.


Saat ini di rumah elica ada syukuran kecil-kecilan merayakan ulang tahun helena. Yang hadir pun hanya elica dkk, beno dkk, dan beberapa teman yang dianggap dekat. Tapi siapa sangka di hari dimana seharusnya semua orang bahagia malah menjadi hari penuh air mata duka.


"Selamat ulang tahun anak mommy yang paling cantik". Kata mommy mira dengan mencium pipi helena.


"Makasih mom". Kata helena tersenyum.


"Adik kakak sudah besar ternyata, happy birthday my princes". Kata elica memeluk helena.


"Makasih kak ica". Kata helena.


"Kamu sudah besar, jahilnya di kurangi, semoga jadi anak yang baik dan bisa membanggakan mommy dan kakak-kakak mu". Kata beno kepada helena. Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan dari yang lain.


Sesil yang sudah merencanakan sesuatu untuk mencelakai elica pun sedikit menjauh dari yang lain. Helena yang merasa curiga pun mengikutinya. Saat sesil memasukkan sesuatu di sebuah minuman pun terkejut dengan suara seseorang.


"Apa yang kak sesil lakukan?". Tanya helena dengan fokus pada minuman tersebut.

__ADS_1


"Sial, kenapa ni bocah muncul tiba-tiba sih". Batin sesil.


"Kenapa kakak diam". Tanya helena penuh selidik.


"Eeemmn itu kakak haus dan mau ambil minum". Kata sesil gugup.


Helena yang melihat sesil gugup pun semakin curiga.


Sedangkan di luar semua sudah pada pamit pulang. Elica yang haus pun menuju dapur, tapi sayup-sayup ia mendengar percakapan seseorang dari dapur.


"Bukannya itu suara helena, sedang berbicara dengan siapa dia". Guman elica.


Setelah sampai di dapur ia melihat sesil dengan adiknya.


"Kak sesil masih disini, gue kira udah pulang". Kata elisa datar. Dan mengambil minuman yang sudah dikasih sesuatu oleh sesil.


"Gue haus jadi ambil minum dulu, tapi tiba-tiba helena datang dan mengajak ngobrol, jadi terbawa suasana". Kata sesil tersenyum penuh arti.


Helena yang melihat kakaknya mengambil minuman yang tadi ia curigai pun langsung merebutnya dan meminumnya hingga habis.

__ADS_1


"Eh". Kaget elica.


"Aq haus kak". Kata helena dan langsung meminumnya. Sesil yang melihat pun terkejut.


"Kan masih banyak itu dek". Kata elica.


"Hehe, aq ingin yang rasa setrawberi kak, kan tinggal satu itu tadi". Kata helena dengan cengir kuda.


Memang benar minuman yang rasa setrawberi tinggal satu tadi jadi elica tak mempermasalahkannya.


Setelah 5 menit helena merasakan kepalanya pusing. Elica yang melihat adiknya sedang tidak baik-baik saja pun khawatir. Sesil yang melihat racunnya sudah bereaksi pun tersenyum tipis.


"Tak masalah bukan elica yang meminumnya setidaknya gue bisa membuat keluarganya membencinya". Batin sesil.


"Dek lo nggak papa". Tanya elica khawatir.


"Kak di a su dah me ma suk kan se sua tu di mi nu man ta di". Kata helena terbata-bata sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Heeelleeeennnaaaa!!". Teriak elica dengan bercucuran air mata.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, komen, dan vote kak๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š


__ADS_2