
Semua yang ada di sana pun memutar bola matanya malas.
"Nggak usah lebay deh jul". Kata rara.
"Hais kalian tuh ya suka banget buat semangat gue down". Kata julian.
"Em maaf semua gue duluan ya, takutnya anggel sudah pulang". Kata micell.
"Iya cell". Kata lisa.
"Maaf ya lis nggak bisa temenin lo nunggu kakak lo". Kata micell merasa tidak enak.
"Sans aja". Kata lisa tersenyum.
"Ya udah sampai jumpa nanti malam, bye". Kata micell lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan mereka.
Setelah kepergian micell, aksa dan jordan pun juga pergi katanya ada urusan mendadak. Tak selang berapa lama beno dkk datang.
"Udah nunggu lama?". Tanya alvin pada lisa.
"Bukan lama lagi kak, udah seperti ikan asin di jemur aja kita di sini". Bukan lisa melainkan rara yang jawab.
"Ya maaf tadi ada materi tambahan dari bu susi". Kata alvin.
"Iya nggak papa, oh iya tadi kita berencana malam ini mau nongkrong bareng, jika kalian ada waktu bisa lah ikut". Ajak lisa.
"Siapa aja?". Tanya kenzo.
__ADS_1
"Ya kita-kita aja". Jawab lisa.
"Ada anggel?". Tanya beno.
"Ada, tapi tidak masalah kok dianya, tadi udah memberi izin, kalau bisa datang aja ke Queen Cafe jam 7". Kata lisa. Beno dkk hanya menganggukan kepala.
"Sebaiknya kita pulang sekarang, oh iya makasih kalian sudah nemenin lisa". Kata alvin.
"Sama-sama kak". Kata rara, julian, dan micell serentak.
Setelah itu mereka semua pergi meninggalkan area sekolah. Sedangkan anggel di kantor merasa pusing dengan berkas-berkas di depannya.
"Kenapa lo". Tanya rangga yang sudah duduk di depan anggel.
"Pusing gue kak, ni berkas kenapa banyak banget sih, gue ngerasa dari tadi nggak berkurang". Keluh anggel.
"Kampret lo kak". Kata anggel.
"Oh iya, ada yang ngajuin kerja sama dan mereka maunya lo yang turun tangan". Kata rangga.
"Siapa?". Tanya anggel tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas di depannya.
"Zakariya Coompeny". Jawab rangga.
"Bukannya itu perusahaan daddy". Batin anggel.
Yap, semenjak berpisah dari ibu anggel tuan zakariya mendirikan perusahaan kecil-kecilan hingga seiring berjalanya waktu berkembang pesat. Meski tak sebesar milik anggel tapi perusahaanya cukup terkenal di negaranya.
__ADS_1
"Nggel, hello". Panggil rangga dengan melambaikan tangannya di depan anggel.
"Hah, apa kak?". Tanya anggel.
"Malah bengong mikirin apa sih?". Tanya rangga.
"Nggak ada, kakak terima saja. Untuk pertemuannya secedule lagi". Kata anggel.
"Okey, terus bagaimana dengan Agnesa Corp?". Tanya rangga.
"Tetap pantau, jika ada yang mencurigakan langsung selidiki, dan berikan tekanan terus". Kata anggel tersenyum devil.
"Okey, tapi bisa nggak jangan senyum begitu di depan gue, merinding gue". Kata rangga.
"Sae lo kak". Kata anggel lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.
Saking sibuknya ia sampai tak terasa hari sudah sore. Anggel melihat jam tangannya saat dokumen terakhir sudah selesai di kerjakan.
"Huff, kak gue pulang dulu ya". Pamit anggel.
"Hm, iya hati-hati di jalan". Kata rangga.
"Okey, lo juga pulang, udah selesai jam kerja juga". Kata anggel.
"Iya-iya, bawel banget sih nanggung bentar lagi". Kata rangga.
"Ya udah bye". Kata anggel melambaikan tangannya lalu keluar.
__ADS_1
Bersambung.