
Karena geram anggel pun mengeluarkan hpnya dan menghubungi seseorang. Semua orang bertanya-tanya apa yang akan dilakukan anggel.
"Aldi gue minta lo kirimkan bom ke PHS sekarang". Perintah anggel saat sudah tersambung. Sontak membuat orang di sana kaget.
"Tapi untuk apa?". Tanya aldi di sebrang sana.
"Nggak usah banyak bac*t, lakuin aja perintah gue. Kirim menggunakan helly saja biar cepet". Kata anggel dingin. Aldi yang merasa anggel sedang marah pun menurutinya.
"Baik". Jawab aldi.
Jordan yang mendengar perintah anggel itu geram.
"Lo gila nggel, hanya karena mobil lecet saja lo mau hancurin sekolah". Kata jordan dengan suara meninggi.
"Haduh tu si jordan ngapain sih makin memperkeruh suasana saja". Guman lisa.
Micell yang berada di dekat anggel mendengar perkataan jordan mesumpah serapahi jordan dalam hati.
"Ni orang bukannya memperbaiki keadaan malah memperburuk". Batin micell.
__ADS_1
Sedangkan anggel yang mendengar perkataan jordan menyunggingkan bibirnya.
"Hanya mobil lo bilang?". Tanya anggel tersenyum miring.
"Iya". Jawab jordan singkat.
"Iya gue tahu ini hanya sebuah mobil, tapi apa lo tahu ini mobil kesayangan abang gue, gue tidak akan semarah ini jika mobil ini mobil kesayangan gue, tapi ini mobil abang gue. Asal lo tahu abang gue itu segalanya bagi gue, kebahagiaan abang gue hal utama dalam hidup gue. Lo nggak tau bagaimana rasanya melihat orang yang kita sayang i marah dengan kita, sedih karena kita, jadi lo nggak usah nilai hidup gue jika lo nggak tau tetang hidup gue". Kata anggel emosi.
Mendengar perkataan anggel membuat jordan diam tanpa bisa menjawabnya. Saat sedang melamum memikirkan perkataan anggel satu hellikopter terbang di atas gedung PHS. Anggel tersenyum devil.
"Masih tidak ada yang mau mengaku?". Teriak anggel. Mereka semua bungkam.
"Benar nggel, jangan karena emosi lo. Lo buat nyawa orang tidak bersalah melayang". Timpal rara.
Mereka semua mencoba menenangkan anggel, hingga micell mencerna kata-kata lisa. Dia berpikir kenapa tidak kepikiran dari tadi sih.
"Kalian coba bujuk dia dan cari tahu siapa pelakunya, gue akan hubungi bang varo dulu". Bisik micell ke lisa karena lisa lah yang di dekatnya. Sedangkan lisa hanya mengangguk. Tapi sebelum itu micell memerintahkan aksa supaya memberi tahu aldi agar mendarat terlebih dahulu.
Setelah semua berjalan sesua arahan micell, micell sedikit menjauh untuk menghubungi varo.
__ADS_1
"Halo bang". Kata micell saat telepon sudah tersambung.
"Ada apa cell? Apa ada masalah?". Tanya varo di sebrang sana.
"Iya bang, anggel...". Kata micell terpotong.
"Ada apa dengan anggel?". Tanya varo memotong pembicaraan micell.
"Jadi gini bang....". Kata micell menceritakan semua yang terjadi dan emosi anggel yang mulai tidak terkendali membuatnya ingin menghancurkan sekolah.
Varo yang mendengar cerita micell di sana pun kaget juga marah. Tapi saat ini yang paling penting adalah meredakan kemarahan anggel.
"Jadi begitu bang". Kata micell setelah bercerita.
"Em, berikan hpnya ke anggel biar abang yang bicara". Kata varo. Micell pun bergegas menghampiri anggel.
"Ngel bang varo ingin bicara". Kata micell saat sudah sampai di dekat anggel. Anggel menatap micell dengan tatapan yang sulit di artikan.
Bersambung.
__ADS_1