GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 41 KEDATANGAN AKSARA


__ADS_3

Setelah meredakan kegaduhan yang terjadi bu gita pun mempersilahkan murid baru itu memperkenalkan diri.


"Silahkan nak perkenalkan diri kamu". Perintah bu gita.


"Perkenalkan nama saya Aksara Aditama, saya pindahan dari amerika, kalian bisa memanggil saya aksa, terima kasih dan salam kenal". Kata aksa tersenyum.


Ya, murid baru itu adalah aksara, varo mengirim aksa ke indonesia agar dapat menjaga anggel. Setelah aksa sembuh aldo mengajari berbagai ilmu bela diri dan segala senjata dengan giat. Aksa juga di latih langsung oleh varo. Melihat kemampuan aksa yang sudah bisa di bilang sangat baik ia memutuskan mengirim aksa ke indonesia. Sebenarnya sudah ada rangga dan juga aldi. Tapi bagi varo mereka tidak selalu bersama anggel. Itu sebabnya aksa di kirim untuk menjaga anggel 24 jam.


"Baiklah aksa kamu bisa duduk di bangku sebelah sana". Kata bu gita menunjuk bangku di belakang anggel dkk.


"Baik bu". Kata aksa lalu pergi ke tempat duduknya.


Saat melewati bangku micell dan anggel aksa tersenyum tapi anggel dan micell malah menatapnya tajam. Hal itu membuat dia takut.


Jordan yang melihat reaksi mereka bertiga pun memiliki banyak pertanyaan.


"Baiklah anak-anak keluarkan buku kalian". Kata bu gita.


Lalu menjelaskan pelajaran hari ini. Setelah cukup lama bel tanda istirahat pun berbunyi.


"Oke anak-anak materi kita cukup sampai disini dulu, oh iya ibu mau menyampaikan bahwa minggu depan ibu akan mengadakan ulangan". Kata bu gita lalu pergi meninggalkan kelas.

__ADS_1


Semua siswa pun berhamburan keluar kelas, sedang anggel masih di kelas dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang. Lisa, rara, dan micell pun hanya melihat apa yang di lakukan anggel.


"Hay, kenalin gue julian". Kata julian mengulurkan tangannya.


"Aksara". Kata aksa mebalas uluran tangan julian.


"Kalau gue marcell dan itu temen kita jordan". Kata marcell.


"Aksara". Kata aksa.


Saat rara akan memperkenalkan diri anggel lebih dulu berbicara dengan seseorang hingga membuat rara tidak jadi bicara.


"Halo bang". Sapa anggel saat sudah terhubung.


"Abang yang mengirimnya kesini?". Kata anggel balik bertanya.


"Iya abang yang mengirimnya ke sana". Jawab varo.


"Untuk apa sih bang, bukannya sudah ada micell di sini". Kata anggel sedikit manja. Hal itu membuat jordan dkk kaget. Pasalnya mereka tidak pernah melihat anggel bersikap hangat seperti itu.


"Abang hanya ingin ada yang mengawasi mu setiap saat". Kata varo santai.

__ADS_1


"Tapi...". Belum selesai anggel berbicara varo sudah memotongnya.


"Sudah nggak ada tapi-tapian abang tidak terima penolakan". Kata varo lalu mematikan telfonnya sepihak.


Anggel yang melihat telfonya di matikan sepihak pun menjadi kesal.


"Nggel lo nggak papa?". Tanya lisa yang di jawan deheman oleh anggel.


"Kita ke kantin yuk gue laper". Kata rara.


"Kalian ke kantin aja gue lagi males keluar". Kata anggel.


"Lo yakin mau sendiri di sini?". Tanya lisa memastikan.


"Hm, micell tolong bungkusin aja seperti biasanya untuk gue". Kata anggel.


"Siap". Kata micell memberi hormat.


"Dan bawa manusia di belakang itu juga pasti dia juga laper". Kata anggel menatap aksa datar.


"Oke, ayo sa". Ajak micell pada aksa.

__ADS_1


Setelah itu mereka pergi ke kantin meninggalkan anggel sendirian.


Bersambung.


__ADS_2