
Setelah kurang lebih 30 menit anggel sampai di masion.
"Sore nona muda". Sapa penjaga pintu.
"Sore pak, micell sudah pulang pak". Tanya anggel.
"Sudah non, nona micell sudah pulang dari tadi siang". Jawab penjaga tersebut.
"Em kalau gitu anggel masuk dulu pak". Pamit anggel.
"Silahkan non". Kata sang penjaga pintu.
Meskipun di luar anggel terlihat bar-bar tapi setiap di masion di selalu bersikap sopan pada pelayan dan pengawal yang ada di sana. Kecuali jika dia lagi bad mood. Saat masuk ternyata micell sedang berada di ruang tamu dengan memangku laptop. Anggel duduk di sofa depan micell.
"Tumben lo bersantai di sini?". Tanya anggel membuat micell kaget.
"Astaga hantu". Kaget micell.
"Kampret lu gue cantik-cantik gini lo bilang hantu". Kesal anggel.
"Ya sorry, lo sih datang-datang ngagetin". Kata micell lalu meletakkan laptopnya di meja.
"Katanya sebentar kok baru pulang?". Tanyanya.
"Gue kira nggak terlalu banyak ternyata setumpuk". Kata anggel menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Hahaha, makannya sering-sering ke kantor". Kata micell sambil tertawa.
"Mau bagaimana lagi males gue sering-sering dateng, oh iya malem ini bagaimana?". Tanya anggel.
__ADS_1
"Emang lo nggak capek?". Tanya balik micell.
"Capek sih tapi kasihan lah udah janji juga". Jawab anggel.
"Kalau capek undur saja". Saran micell.
"Nggak usah, gue ke atas dulu masih ada waktu buat istirahat". Kata anggel.
"Serah lo sih". Kata micell lalu kembali melanjutkan pekerjaanya.
"Jangan lupa bilang sama bibi untuk tidak usah siapkan makan malam". Kata anggel. Micell hanya menjawabnya dengan deheman.
Setelah itu anggel pergi ke kamarnya, ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu karena kelelahan ia pun tertidur.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat jam sudah menunjukkan pukul 18:30. Tapi gadis cantik itu masih terlelap.
"Anggel bangun, udah malem ni". Teriak micell dari luar. Tapi tak ada sautan dari dalam.
"Pasti tidur tuh anak". Guman micell lalu membuka pintu kamar anggel.
Ceklek.
Dan benar saja seorang wanita cantik masih terbang ke alam mimpi.
"Tuh kan bener dia molor". Guman micell.
"Nggel bangun, jadi pergi nggak". Kata micell sambil menggoyangkan tubuh anggel.
Anggel yang merasa tidurnya terganggu pun membuka matanya.
__ADS_1
"Hoam, ada apa sih cell?". Tanya anggel dengan suara ciri khas bangun tidur.
"Jadi keluar nggak?". Tanya micell sekali lagi.
"Emang ini jam berapa?". Tanya balik anggel.
"Noh lihat sudah setengah 7". Jawab micell sambil menunjuk jam dinding di kamar anggel.
"Ya udah lo tunggu di bawah gue siap-siap dulu". Kata anggel.
"Cepat, kasian kalau yang lain sudah sampai". Kata micell.
"Iya-iya bawell banget sih lo". Kata anggel lalu mendorong micell keluar.
Di luar kamar anggel micell mengomel tidak jelas.
"Tuh anak bener-bener ya, kalau bukan bos udah gue cincang dia". Omel micell menuruni tangga.
"Non micell kenapa?". Tanya pak min yang melihat micell mengomel sepanjang jalan.
"Tidak papa pak min". Jawab micell lalu duduk di ruang tamu.
"Mau di buatkan minum non?". Tanya pak min.
"Tidak perlu pak, saya mau pergi kok dengan nona muda". Jawab micell.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu non". Pamit pak min. Sedangkan micell hanya menganggukkan kepalanya.
Bersambung.
__ADS_1