
Keesokan paginya anggel dan micell sudah siap untuk pergi ke bandara semalam anggel sudah menjelaskan semua pada micell perihal ia kembali ke amerika. Awalnya anggel menolak micell ikut tapi micell terus memaksa.
"Gue itu tangan kanan lo jadi gue harus ikut kemanapun lo pergi". Seperti itulah kira-kira micell berkata, hingga anggel menyetujuinya.
Mereka berangkat menggunakan pesawat pribadi keluarga pradigma. Kemarin anggel memberi tahu bundanya bahwa ia akan pulang hari ini dan bundanya meminta anggel untuk menggunakan pesawat pribadi keluarga pradigma agar lebih cepat. Dengan terpaksa anggel menyetujui permintaan bundanya itu.
Sebelum berangkat micell mengabar i aksa terlebih dahulu untuk mengizinkan mereka berdua karena tidak berangkat untuk beberapa hari. Padahal aksa sudah tau akan hal itu. Ya begitulah micell tindakannya selalu melebihi ekspetasi jika sudah serius.
Sedangkan di sisi lain tepatnya di sekolah semua sudah di hebohkan dengan pengumuman yang ada di mading. Bahwa bulan depan tepatnya 2 minggu lagi kelas 12 akan mengadakan ujian ke lulusan, hal itu membuat anak-anak kelas 12 lesu, dan untuk kelas 11 dan 10 bahagia pasalnya mereka akan libur.
"Liburan mau kemana ni?". Tanya rara sambil menyeruput es tehnya. Yah di sinilah mereka berada di kantin, lisa dan rara sudah tau kalau anggel dan micell tidak masuk jadi mereka tidak menunggu di parkiran.
"Entahlah gue juga tidak tahu". Jawab lisa mengaduk-aduk minumannya.
"Hello semua abang julian yang tampannya melebihi aktor korea datang, mana sambutannya". Teriak julian dengan gaya songongnya.
__ADS_1
"Bisa nggak sih lo kalau datang nggak usah teriak, kuping gue nggak budek". Kesal rara dengan menutup ke dua telinganya.
"Uuh neng rara yang cantik kalau kesel imut banget sih". Kata julian sambil duduk di dekat rara.
"Kalian hanya berdua?". Tanya jordan dingin.
"Iya,kenapa? Ada yang salah?". Tanya rara balik.
"2 teman lo kemana?". Tanya marcell.
"Kenapa? Apa dia sakit?". Tanya jordan khawatir.
Yang lain pun langsun menatap jordan penuh selidik, jordan yang di tatap seperti itu hanya menaikan sebelah alisnya.
"Tidak papa, kenapa lo sekhawatir itu anggel nggak masuk?". Tanya lisa.
__ADS_1
"Gue nggak khawatir, gue cuma heran aja tiba-tiba dia tidak masuk gitu". Elak jordan.
"Heleh pakek ngelak segala, jujur saja jika lo suka sama anggel". Tebak rara.
"Ng nggak bu bukan seperti itu". Kata jordan gelagapan.
"Nggak usah gugup gitu kali kita cuma bercanda". Kata rara.
"Udah ah bentar lagi masuk ni ayo ke kelas". Ajak marcell semua langsung bengong, mereka berpikir kesambet apa ni anak tumben rajin biasanya juga dia yang paling molor jika di ajak ke kelas.
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapan gue?". Tanya marcell.
"Tidak ada, ayo pergi". Ajak jordan. Mereka pun pergi ke kelas.
Sepanjang perjalanan mereka bersenda gurau hingga membuat para siswa yang lewat memandang iri pada mereka. Meskipun bersikap datar dan dingin persahabatan mereka tetap harmonis. Ada juga yang bertanya-tanya kenapa hanya lisa dan rara yang berada disana, terus dimana anggel dan micell. Rara yang emang dasarnya tidak pernah akur dengan julian sepanjang perjalanan mereka berdebat terus, hingga membuat yang lain geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Bersambung.