
Dan... Braaaakkkk.
Anggel menggebrak meja hingga meja itu terbelah jadi dua. Seisi kantin pun kaget dan takut karena aura yang di keluarkan anggel.
"Mampus anggel sudah marah". Batin micell.
"Kenapa rasanya jadi menegangkan gini". Batin lisa.
"Kenapa gue jadi merinding gini". Batin rara.
"Sudah selesai bicaranya?". Tanya anggel dingin.
"Belum, dan siapa lo?". Ranya chelse.
"Lo tidak perlu tau siapa gue, yang jelas jangan pernah ganggu ketenangan gue". Kata anggel penuh penekanan.
"Gue tau lo murid baru pindahan dari amerika kan, lo pasti murid beasiswa jadi nggak usah blagu, gue bisa suruh bokap gue untuk keluarin lo dari sini". Kata chelse.
"Silahkan saja kalau lo bisa". Kata anggel lalu pergi meninggalkan kantin.
"Siapa sih dia berani lawan gue". Tanya chelse dengan memandang kepergian anggel.
"Jangan sok jagoan jika masih majuin orang tua". Kata rara lalu pergi menyusul anggel.
Tapi mereka sudah kehilangan jejak anggel. Jadi mereka memutuskan untuk kembali ke kelas tapi ternyata anggel juga tidak ada di kelas. Saat mereka akan keluar guru sudah lebih dulu datang.
"Kalian mau kemana?". Tanya guru tersebut yang tak lain pak lan.
"Eh bapak, tidak kemana-mana pak kita hanya mau memanghil bapak". Kata rara memberi alasan.
__ADS_1
"Sekarang saya sudah datang jadi kalian duduklah". Perintah pak lan.
Dengan perasaan tidak tenang mereka pun mengikuti pelajaran sampai jam pulang tiba.
"Bagaimana anggel belum juga kembali?". Tanya rara.
"Iya benar". Kata lisa.
Belum sempat micell jawab hp nya sudah berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Ting.
From Queen Anggel :
Gue sudah di parkiran lo datanglah, ajak sekalian lisa dan rara ada yang mau gue katakan.
"Ya ampun anggel lo dari mana aja, kita bingung nyariin lo tau". Kata rara heboh.
"Gue dari rooftof". Jawab anggel.
"Ngapain lo di rooftof?". Tanya lisa.
"Udah lah lupain aja, oh ya nggel tadi lo bilang ada yang ingin lo katakan dengan mereka". Kata micell.
"Emang apa yang ingin lo katakan nggel?". Tanya lisa.
"Kalian ingin tau bukan selama ini gue kemana dan apa yang terjadi" tanya anggel.
Lisa dan rara hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Jika kalian ingin tahu, ikulah ke rumah, nanti gue jelasin di rumah". Kata anggel.
"Tapi nggel...". Kata micell terpotong.
"Lo tenang saja mereka sahabat gue, bukan orang lain. Tidak mungkin mereka membocorkan tempat tinggal gue". Kata anggel dengan menatap rara dan lisa. Dan mereka pun menganggukkan kepala mereka.
"Baiklah terserah lo saja". Kata micell.
"Baiklah kita pulang sekarang". Kata anggel lalu berbalik akan memasuki mobilnya, tapi tidak jadi karena ia mendengar suara seseorang.
"Lisa". Panggil alvin.
Lisa yang merasa ada yang memanggil namanya pun mencari asal suara dan melihat sang kakak yang berjalan menghampirinya.
"Lo mau kemana". Tanya alvin setelah sampai di dekat lisa dkk.
"Em, kak gue mau pergi dulu sama rara". Kata lisa.
Alvin pun memandang dua orang yang sedikit asing baginya. Lisa yang mengerti pun mengenalkan mereka.
"Oh ya kak kenalin ini sahabat baru kita, namanya anggel dan micell. Dan anggel , micell kenalin ini kakak gue alvin". Kata lisa.
"Micell". Kata micell mengulurkan tangannya.
"Alvin". Kata alvin membalas uluran tangan micell.
"Kalau yang itu kak kenzo, dan yang itu kak beno". Kata lisa menunjuk beno dan kenzo. Sedangkan anggel dan micell hanya mengangguk.
Bersambung.
__ADS_1