
Sesampainya di perusahaan semua karyawan sudah berbaris rapi di pintu masuk untuk menyambut ke datangan ceo mereka. Dengan gqya cool nya anggel dan micell memasuki kantor.
"Selamat pagi nona". Sapa para karyawan. Tanpa menjawab sapaan para karyawan anggel terus berjalan menuju lift khusus presedir.
Setelah memastikan pemimpin mereka memasuki lift albert langsung membubarkan para karyawan.
"Semua bisa kembali bekerja". Kata albert dingin.
"Baik tuan". Kata para karyawan lalu bubar.
Setelah albert membubarkan kerumunan tersebut ia segera bergegas menuju lift. Sedangkan anggel yang sudah sampai di ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya mulai berkutat dengan komputernya dan beberapa berkas-berkas.
"Micell, panggil albert untuk keruangan saya". Perintah anggel dari balik sambungan telefon.
Micell yang mendapat perintah langsung ke ruangan albert untuk memanggilnya.
"Bert di panggil anggel". Kata micell yang langsung masuk ke ruangan.
"Astaga micell, bisa nggak ketuk pintu dulu, bikin kaget aja". Kata albert mengelus dadanya karena kaget.
"Hehe, sorry. Sudah kebiasaan. Sudah sana di tunggu nona anggel". Kata anggel cengengesan lalu pergi. Ke ruangannya.
Setelah albert mengumpulkan beberapa berkas yang akan dia bawa ia langsung menemui anggel.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
"Masuk". Perintah suara dari dalam.
Ceklek
Albert masuk dan langsung menghadap ke anggel.
"Ada yang bisa saya bantu nona?". Tanya albert formal.
"Tidak usah terlalu formal bang, aku memanggil abang ke sini mau minta laporan keuangan terakhir". Kata anggel.
"Sudah ku duga, ini laporannya". Kata albert dengan memberikan map.
"Oh iya, micell sudah beri tahu abang, kalau selama kita pergi abang yang bertanggung jawab di kantor ini?". Tanya anggel.
"Sudah, tapi kalau ada masalah serius bagaimana?". Tanya balik albert.
"Baiklah". Kata albert.
"Abang juga jangan lupa kasih tau Rangga bahwa aku akan datang". Kata anggel.
"Untung kamu ingatin, abang emang lupa". Kata albert. Anggel hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Abang bisa kembali ke ruangan". Kata anggel.
Albert memberi hormat lalu pergi ke ruangannya. Sedangkan anggel kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Siang harinya anggel berencana pergi ke markas.
"Micell keruangan saya sekarang ajak albetr sekalian". Perintah anggel.
Tak selang berapa lama micell masuk ke ruangannya bersama albert.
"Aku dan micell akan pergi ke markas, jadi abang urus kantor". Kata anggel
"Em, baiklah". Jawab albert.
Anggel dan micell pun pergi menuju markas, tapi sebelum itu mereka mampir ke kafe dulu untuk makan siang. Setelah selesai makan siang mereka keluar dari kafe tersebut tapi saat di pintu keluar anggel tak sengaja menabrak seseorang.
Bbruuggghhh.
Dengan sigap orang tersebut menarik pinggang anggel agar ia tidak terjatuh. Pandangan mereka saling terkunci.
"Nona tidak papa?". Tanya micell membuyarkan lamunan mereka.
"Tidak papa". jawab anggel datar lalu pergi begitu saja.
"Maafkan nona saya tuan". kata micell lalu pergi menusul anggel.
Setelah itu mereka melajukan mobil mereka menuju markas yang terletak sedikit jauh dari pemukiman warga lebih tepatnya di ujung kota.
Anggel memang memilih markas yang jauh dari permukiman agar warga tidak ketakutan saat mendengar keributan atau suara tembakan. Markas Black Tiger sendiri sudah di modif anggel dengan segala keamanan.
__ADS_1
Cabangnya pun sudah banyak di berbagai negara. Hingga Black Tiger banyak diincar anggota mafia lainnya yang ingin menjatuhkannya.
Bersambung