GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB XX KEMARAHAN VARO


__ADS_3

Bugh


Bugh


Kreeekk


Sreeeett


Pukulan demi pukulan, dan goresan demi goresan di terima preman-preman tersebut. Dan dalam waktu 5 menit anggel berhasil membunuh preman- preman itu.


"Hubungi aldo suruh bereskan kekacauan ini". Kata anggel pada micell. Dan dia pun menghampiri pemuda tadi.


"Lo nggak papa?". Tanya anggel dingin.


"Em, saya tidak papa kak". Jawab pemuda tersebut gemetar karena takut dengan aura yang dikeluarkan anggel.


"Siapa nama lo, dan dimana orang tua lo?". Tanya anggel.


"Saya Aksara Aditama kak, orang tua saya sudah meninggal karena kecelakaan". Jawabnya menunduk.


"Dimana lo tinggal?". Tanya elica.


"Saya tinggal di jalanan kak". Jawab aksa.

__ADS_1


Tak selang berapa lama aldo datang dengan beberapa mafioso. Aldo adalah tangan kanan anggel di Mafia. Umur aldo sendiri 2 tahun di atas anggel. Sedangkan Micell umurnya hanya terpaut 1 tahun lebih muda dari anggel. Orang kepercayaan anggel yang paling muda adalah micell.


"Anggel". Panggil aldo.


"Bawa dia sekalian ke markas, dan obati lukanya". Kata anggel sambil menunjuk aksa.


"Baiklah". Kata aldo.


"Micell lo iku saja dengan bang aldo, gue akan bawa mobil sendiri". Kata anggel lalu berjalan ke mobil. Tapi baru beberapa langkah dia pun berhenti.


"Dan lo pasti tau apa yang harus lo lakukan, gue ingin besok informasinya sudah ada". Lanjutnya tanpa menoleh lalu masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi begitu saja.


"Tuh anak kebiasaan pergi seenak jidatnya". Guman aldo. Micell yang mendengarnya pun hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.


Sedangkan di sebuah rumah bak istana, dua orang manusia sedang menunggu seseorang, siapa lagi kalau bukan varo dan bunda maya.


"Bang ini sudah sore tapi anggel belum pulang, kamu yakin dia hanya ke mall?". Tanya bunda dengan cemas.


"Huft, ini sudah kesekian kalinya bunda bertanya seperti itu, bunda tenang saja sebentar lagi anggel juga pulang". Jawab varo menghembuskan nafas.


"Itu juga sudah kesekian kalinya kamu jawab bunda gitu bang". Kata bunda menghela nafas kasar.


Tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di halaman. Dan tak berapa lama...

__ADS_1


"Bunda anggel came back". Teriakan anggel menggelegar di ruangan tersebut. Bunda dan varo hanya menutup telinganya.


"Anggel jangan teriak-teriak ini rumah bukan hutan". Kata bunda lembut.


"Hehe, maaf bun". Kata anggel dengan cengengesan.


"Dari mana?". Tanya varo dingin.


Jika varo sudah mode seperti itu tandanya dia marah. Anggel yang tau dia salah pun menunduk.


"Anggel ke mall bang". Jawabnya pelan.


"Kenapa sampai sore, dan kenapa pakaian mu kotor seperti itu". Tanya varo mengimidasi.


Anggel pun akhirnya menceritakan kejadian saat dia dalam perjalan pulang tadi. Varo yang mengerti adiknya pun hanya menghela nafas.


"Sayang bunda tau niatmu baik, tapi kamu kan ada pengawal jadi kamu nggak perlu bahayain diri kamu sendiri". Kata bunda menasehati.


"Percuma bunda nasehati dia, tidak akan di dengar. Dia hanya memikirkan keselamatan orang lain tapi dia tidak memikirkan dirinya sendiri". Kata varo lalu pergi ke kamarnya.


Anggel hanya memandang punggung abangnya dengan sendu. Biasanya varo tidak akan semarah itu padanya jika dia melakukan misi atau menyelamatkan orang.


"Jangan masukin hati kata-kata abang mu, dia seperti itu karena khawatir, sekarang kamu bersihkan diri kamu". Kata bunda. Anggel hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi kekamarnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2