GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 54 KEDATANGAN LISA DAN RARA


__ADS_3

Anggel kembali ke tempat duduknya.


"Maaf atas insiden barusan semua". Kata anggel.


"Tidak masalah nggel". Jawab mereka serempak.


Lalu mereka kembali bersenda gurau, hingga makan penutup selesai di nikmati. Tapi ada yang aneh menurut anggel. Dari tadi jordan diam saja tanpa mengganggunya padahal dia duduk dekat anggel.


Jordan diam dan menjawab mereka sekenanya karena dia sedang berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan beno diam-diam mencuri-curi pandang pada anggel untuk mengobati rasa rindunya pada adiknya, karena wajah anggel hampir mirip dengan elica (Yah jelas mirip lah orang dia elica).


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam mereka pun pamit pulang karena sudah larut. Mereka berpisah di parkiran dan pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya anggel di rumah ia langsung menuju kamarnya dan beristirahat.


Pagi hari karena ini hari minggu seorang wanita cantik masih bermalas-malasan di atas tempat tidur. Padahal sinar matahari sudah meenjulang tinggi. Hingga sebuah bunyi telfon mengusik tidurnya. Wanita itu mengambil hp nya yang ada di atas nakas tanpa membuka matanya.


"Halo". Kata wanita tersebut dengan suara khas bangun tidur.


"Lo masih tudur nggel?". Tanya orang dari sebrang sana.


"Hm, ada apa sih kak, pagi-pagi udah ganggu orang tidur saja". Jawab anggel, ya wanita itu adalah anggel yang sedang di telfon aldi tangan kanannya di markas tanah air.


"Udah siang kali nggel, tapi sudahlah gue cuma mau beri tahu lo untuk datang ke markas ada informasi penting yang harus gue sampaikan". Kata aldi.


"Ya udah gue nanti ke sana, udah kan? Gue matiin dulu masih ngantuk ni gue". Kata anggel.

__ADS_1


"Tapi..." Belum sempat aldi menyelelesaikan perkataannya anggel sudah mematikan panggilannya sepihak.


Sedangkan di tenpat aldi ia menyumpah serapah i anggel. Di sisi lain anggel kembali tidur. Sedangkan di lantai bawah micell sedang duduk manis di ruang tamu sambil menonton tv dan memakan camilannya. Tiba-tiba ada penjaga pintu yang menghambirinya.


"Selamat sian nona micell". Kata penjaga tersebut.


"Siang, ada apa pak?". Tanya micell.


"Di depan ada tamu nona, dua orang gadis". Kata penjaga tersebut.


"Gadis?". Tanya micell memastikan.


"Benar nona, dia juga pernah ke sini sebelumnya". Kata penjaga tersebut.


"Bagaimana nona?". Tanya penjaga tersebut membuyarkan lamunan micell.


"Suruh mereka masuk pak, saya akan menemuinya". Kata micell.


"Baik nona, saya permisi dulu". Kata pengawal tersebut lalu pergi.


"Pak min". Teriak micell. Pak min pun langsung berlali ke arah micell.


"Ada yang bisa saya bantu nona?". Tanya pak min.

__ADS_1


"Apa nona muda sudah bangunu?"? Tanya micell.


"Belum nona, apa perlu saya bangunkan nona?"? Tanya pak min.


"Tidak perlu, anda kembali bekerja, dan tolong buatkan saya minum dan beberapa camilan ke ruang tamu". Kata micell.


"Baik nona". Kata pak min lalu ke dapur.


Micell pun pergi ke ruang tamu dan benar saja lisa dan rara yang datang.


"Kalian". Kata micell.


"Hai cell, maaf ke sini nggak ngabari dulu". Kata lisa.


"Nggak papa, emang ada apa kalian tumben kesini?". Tanya micell.


"Nggak ada apa-apa bosan aja di rumah udah lama nggak kesini, jadi gue ajak aja si lisa ke sini". Kata rara cengengesan.


"Benar cell, dia bilang ingin ke temu bang varo gitu". Kata lisa.


"Hahaha, ada-ada saja lo tuh ra, lagi pula bang varo belum ke sini masih sibuk dia di amerika". Kata micell tertawa garing.


Sedangkan rara hanya mencengir kuda.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2