
"Siapa mereka?". Tanya suara tersebut dingin.
Mereka pun menoleh ke asal suara tersebut. Betapa terkejutnya lisa dan rara melihat tuan muda pradigma.
"Bukankah itu tuan muda pradigma?". Bisik lisa ke rara.
"Benar, ternyata lebih ganteng aslinya dari pada di tv". Jawab rara tak kala berbisik.
"Eh bang varo, maafin anggel karena mengajak mereka ke sini tanpa memberi tahu abang, kenalin mereka lisa dan juga rara sahabatku dari dulu". Kata anggel panjang lebar.
"Okey kali ini abang maafin, tapi inget lain kali jangan bawa orang lain ke masion tanpa seizin orang masion". Kata varo lembut yang membuat lisa dan rara terbengong.
"Lo tidak salah denger ra tuan muda bicara selembut itu?". Bisik lisa.
"Aku juga berpikit begitu lis, bukannya gosib yang beredar dia itu dingin dan cuek". Kata rara tak kala berbisik.
"Iya bang". Kata anggel sambil tersenyum manis.
"Kalau begitu abang ke dapur dulu". Pamit varo lalu pergi ke dapur.
Micell yang melihat reaksi lisa dan rara yang berlebihan pun menyenggol lengan anggel.
"Ada apa?". Tanya anggel.
__ADS_1
"Lihatlah". Jawab micell menunjuk lisa dan rara.
Kemudian anggel pun beralih menatap mereka, ia pun langsung menepuk keningnya. Ia lupa kalau varo selama ini banyak di gilai kaum wanita karena ketampanannya itu.
"Mau sampai kapan kalian bengong seperti itu, lihatlah air liur kalian sudah keluar". Kata anggel membuyarkan lamunan mereka.
"Nggel itu tadi benar tuan varo?". Tanya rara.
"Betul, dia abang gue". Jawab anggel santai.
"What?". Kaget rara dan lisa bersamaan.
"Biasa aja kali". Kata anggel.
"Jadi gini ceritanya....". Anggel pun menceritakan semua kejadian setelah di usir dari rumah hingga dia bertemu keluarga pradigma, dan diangkat menjadi putri mereka.
"Lo benar-benar beruntung nggel bisa menjadi keluarga yang paling di segani di seluruh dunia". Kata rara.
"Rara benar". Kata lisa membenarkan.
"Kalian memang benar, gue emang sangat beruntung bisa mendapat keluarga seperti mereka, disaat keluarga kandung gue tidak percaya dengan gue, mereka mempercayai gue yang dasarnya orang luar, mereka sangat menyayangi gue seperti putri kandung mereka, dan kakak gue sangat menjaga gue seperti adik kandungnya sendiri, itu sebabnya gue berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi mereka meski nyawa gue taruhannya". Kata anggel dengan mata yang berkaca-kata.
"Udah nggak usah sedih, meskipun keluarga kandung lo tidak mempercayai lo kita dan keluarga baru lo selalu percaya dan ada untuk lo kok". Kata lisa menenangkan.
__ADS_1
"Makasih kalian selalu ada untuk gue". Kata anggel.
"It's okey". Jawab mereka tersenyum.
"Dan masih ada satu lagi yang ingin gue sampaiin ke kalian, setelah ini jika kalian sudah tidak ingin berteman dengan gue lagi tidak masalah". Kata anggel.
"Apa?". Tanya lisa dan rara serempak.
"Gue bergabung dengan dunia bawah". Kata anggel.
"What?". Kaget lisa dan rara.
"Lo nggak bercanda kan nggel?". Tanya lisa memastikan dan anggel hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Tapi masuk dunia bawah sangat berbahaya nggel". Kata rara.
"Gue tau apa resikonya, tapi gue hanya ingin buktiin kalau gue tidak bersalah dan gue ingin memberi dia pelajaran". Kata anggel.
"Kalau boleh tau apa nama mafianya?". Tanya rara.
"Black Tiger". Jawab anggel.
Bersambung.
__ADS_1