
Sedangkan di indonesia lisa dan rara sedang berkumpul untuk membicarakan tetang pencariannya terhadap elica.
"Bagaimana lis udah dapet kabar tentang elica?". Tanya rara.
"Belum ra, gue udah kerahin semua orang suruhan gue untuk mencarinya tapi hasilnya nihil". Jawab lisa sedih.
"Kita hanya bisa bersabar dan berdoa, semoga anggel baik-baik saja". Kata rara yang dianggukin lisa.
Sedangkan di sebuah negara pagi-pagi sekali anggel dan yang lainnya sudah di bandara.
"Kamu hati-hati di sana ya sayang". Kata bunda.
"Iya bunda, bunda tenang saja". Kata anggel memeluk bundanya.
"Bunda akan merindukanmu". Kata bunda.
"Anggel juga akan merindukan bunda". Kata anggel lalu melepaskan pelukannya.
"Jaga kesehatan kamu, kalau ada apa-apa langsung hubungi kami". Kata ayah.
__ADS_1
"Siap ayah". Kata anggel.
"Micell tante nitip anggel ya". Pesan bunda.
"Iya tante". Kata micell tersenyum.
Tak selang berapa lama varo pun datang.
"Dek ayo berangkat sekarang, semua sudah siap". Kata varo.
"Baik bang, bunda dan ayah baik-baik disini". Kata anggel yang di anggukin kedua orang tuanya. Lalu pergi menuju jet pribadi keluarga pradigma.
"Varo pamit dulu yah, bun". Pamit varo.
"Siap bun". Jawab varo lalu pergi menyusul adiknya.Setelah itu tuan dan nyonya pradigma pun kembali ke masion mereka.
Setelah berjam-jam mereka dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di bandara. Di sana tangan kanan anggel dan juga varo yang berada di indonesia sudah menunggu. Setelah melihat tuan mudanya keluar dari jet pribadi tangan kanan varo yang bernama bisma langsung menghampirinya.
"Selamat datang tuan muda". Ucap bisma.
__ADS_1
"Bagaiman persiapannya?". Tanya varo to the point.
"Semua sudah siap tuan, akan tetapi karena banyak wartawan pihak nona muda menempatkan banyak pengawal". Kata bisma.
Memang benar setelah pihak wartawan mendapat kabar bahwa tuan muda pradigma akan datang ke tanah air mereka langsung berbondong-bondong untuk meliputnya. Mereka ingin tau apa alasan tuan muda pradigma yang tiba-tiba kembali.
"Tidak masalah, kamu persiapkan semua pengawal untuk berjaga saya tidak ingin adik saya di liput mereka, kau pasti faham kenapa". Kata varo.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu". Pamit bisma dan varo hanya menganggukkan kepalanya dan kembali masuk untuk memanggil anggel dan micell.
Saat sampai di dalam jet pribadinya ia langsung menghampiri anggel yang sedang berbincang dengan micell.
"Di luar banyak wartawan pastikan kamu keluar pakai penutup muka". Kata varo kepada anggel.
"Kok bisa?". Tanya anggel.
"Entahlah, tapi pihak kamu sudah menempatkan banyak pengawal, lebih baik kita keluar sekarang semua sudah siap". Kata varo.
Lalu mereka keluar dan benar saja semua wartawan sudah berebut untuk meliput, dan pengawal yang menghalangi mereka. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan tapi satupun tidak ada yang di jawab varo. Memang selama anggel di angkat anak oleh keluarga pradigma ia belum di kenalkan oleh publik, awalnya keluarga pradigma akan mempublikkannya tapi anggel melarangnya karena ia tidak ingin saja selalu di hantui dengan para paparazi setiap kemana-mana. Baginya sudah cukup dia di ikuti oleh para pengawal suruhan varo.
__ADS_1
Bersambung.
jangan lupa like, komen, dan vote kak๐๐