GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB XXVI AKSARA ADITAMA


__ADS_3

Setelah dari aula anggel kembali ke ruangannya, sedangkan varo, micell, dan juga aksa berkumpul di ruang tamu. Sedangkan aldo sedang mengumpulkan keberanian untuk menemui anggel.


Di ruang tamu mereka sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri, varo yang sibuk dengan handphonenya. Micell dengan laptopnya. Sedangkan aksa memperhatikan mereka berdua.


Sedangkan di ruangan anggel aldo sedang berdiri di depan anggel dengan gemetar.


" Bagaimana?". Tanya anggel dingin.


"Ini informasi yang bisa gue dapatkan". Jawab aldo sambil menyerahkan sebuah map.


"Katakan". Kata anggel.


"Aksara Aditama adalah putra dari keluarga aditama, orang tuanya meninggal karena sebuah kecelakaan. Di mana kecelakaan itu di sebabkan oleh Tuan Putra Aditama yang tak lain paman dari tuan aksa sendiri". Kata aldo menjelaskan.


"Motifnya". Kata anggel.


"Karena tuan putra ingin menguasai semua harta aditama". Kata aldo.


"Apa masih ada lagi?". Tanya anggel.


"Sejauh ini hanya itu informasi yang saya dapat". Jawab aldo.


"Baiklah tidak masalah. Dan satu lagi gue ingi lo latih dia bang, dia bilang ingin masuk mafia kita. Dan gue ingin lo bantu bang varo selama mimpin di sini". Kata anggel.

__ADS_1


"Okey". Kata aldo.


"Lo bisa keluar, dan bilang sama micell persiapkan barang-barangnya sebentar lagi gue turun". Perintah anggel.


"Siap nona". Goda aldo.


"Terserah lo bang". Kata anggel memutar bola matanya malas.


Setelah itu aldo keluar dan memberi tahu micell apa yang di katakan anggel. Setelah semua barang micell sudah siap anggel pun tiba di ruang tamu.


"Bang kita pulang udah malem nanti bunda khawatir jika kita pulangnya larut banget". Kata anggel menatap varo.


"Baiklah, kita satu mobil aja". Kata varo lalu bangkit dari duduknya dan memasukkan handphone nya ke dalam saku.


"Bang aldo gue pergi dulu, jangan lupa jaga markas". Kata anggel.


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan markas, sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara. Sampai saat varo membuka pembicaraan.


"Dek laki-laki tadi siapa?". Tanya varo dengan tetap fokus menyetir.


"Yang mana bang?". Tanya balik anggel memandang varo sebentar.


"Yang di sebelah micell tadi". Jawab varo.

__ADS_1


"Oh, itu aksara. Pemuda yang aku tolong kemarin". Kata anggel.


Varo hanya ber oh ria.


Setelah itu tidak ada yang berbicara lagi hingga sampai di masion. Sesampainya di masion mereka langsung masuk dan mendapati kedua orang tua mereka di ruang tamu.


"Ayah sama bunda belum tidur?". Tanya anggel.


"Bunda mu menghawatirkan kalian, makannya minta nunggu kalian pulang". Jawab ayah.


"Sekarang kita sudah pulang kan, lebih baik ayah sama bunda tidur". Kata varo.


"Baiklah, kalian juga langsung istirahat, micell bisa pilih kamar tamu sendiri ya". Kata bunda.


"Iya bun". Jawab micell.


"Kita ke kamar dulu, selamat malam". Kata bunda lalu menaiki tangga bersama ayah.


"Kakak ke kamar dulu dek". Kata varo. Dan anggel hanya menganggukkan kepalanya.


"Lo juga tidur, besok kita berangkat pagi-pagi sekali". Kata anggel.


"Iya nggel, selamat malam". Kata micell.

__ADS_1


Setelah itu mereka beristirahat, tapi tidak dengan anggel. Selesai membersihkan diri anggel langsung berkutat lagi dengan laptopnya. Untuk mengecek beberapa email yang masuk. Dikira sudah tidak ada yang bermasalah ia pun mematikan laptopnya lalu naik ke tempat tidur. karena kelelahan akhirnya ia pun tertidur.


Bersambung.


__ADS_2