GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 44 KETEGANGAN


__ADS_3

Mereka semua bingung akan jawaban micell.


"Maksud lo itu bukan mobil anggel?". Tanya lisa yang di angguki micell.


"Itu mobil bang varo, emang kalian tidak sadar kalau warna dan coraknya beda dengan mobil anggel dan juga plat nomornya". Kata micell. Dan mereka pun langsung mengamati mobil tersebut dan benar saja warna dan coraknya berbeda dari mobil-mobil yang selama ini di bawa anggel.


Anggel memang sering gonta ganti mobil, tapi setiap mobil tersebut selalu ada ciri khas dari anggel. Di plat mobil anggel pasti selalu ada inisian AQ, itulah yang menjadi ciri khas mobil anggel. Dan memang hari ini anggel pakai mobil varo karena mobilnya ada di bengkel dan ia sangat ingin memakai mobil abangnya. Dia mungkin tidak akan semarah itu jika itu mobil biasa, tapi yang saat ini di pakai anggel adalah mobil kesayangan abangnya itu sebabnya ia sangat marah, bagaimana nanti abangnya jika tau mobil kesayangannya lecet.


"Terus kalau itu mobil bang varo kenapa, bukannya mobil bang varo banyak ya?". Tanya rara.


"Iya kalau itu mobil biasa, tapi ini mobil kesayangannya abang". Jawab micell memutar bola matanya malas.


Micell yang melihat emosi anggel sudah di luar dugaan pun menjadi cemas, aksa yang melihat micell merasa cemas pun bertanya.


"Lo kenapa?". Pertanyaan aksa sontak membuat orang di sekitar mereka melihat ke arah micell.


"Sebaiknya kita tenangkan anggel". Kata micell yang tatapannya masih mengarah kepada anggel.


"Emang kenapa?". Tanya julian bingung.

__ADS_1


"Astaga kalian bisa nggak sih tidak banyak tanya, kalian tidak melihat dan merasa aura di sini, lihat anggel emosinya sudah di batas wajar bisa-bisa dia menghancurkan sekolah jika begini terus". Jawab micell yang langsung membuat mereka melihat anggel.


Dan benar saja aura gelap makin keluar dari diri anggel.


"Jika kalian tidak ada yang mau mengaku akan aku ratakan sekolah ini". Kata anggel dingin.


"Nggel tenang ya kita bakal cari pelakunya". Kata micell saat sudah di samping anggel.


"Micell lo diam atau lo tau akibatnya". Kata anggel menatap tajam micell


Micell menelan silvisnya.


"Gue hitung sampai 3 jika tidak ada yang mengaku gue beneran ratain ni sekolah". Kata anggel.


Lalu semua murid di sana berbisik - bisik.


"Haduh siapa sih yang ngelakuin?".


"Cari masalah saja tuh orang".

__ADS_1


"Anggel kalau marah menakutkan sekali ya".


"Benar, lebih baik jangan cari gara-gara sama anggel dkk mulai sekarang".


Guru yang melihat suasana semkin tegang pun mengangkat bicara walau takut.


"Ayolah anak-anak mengaku lah, jika tidak siapa yang tahu pelakunya bisa beri tahu anggel". Kata guru tersebut.


"Gimana ni chel kalau dia tau kita-kita yang lakuin?". Tanya sesil yang mulai takut.


"Lo tenang aja kak nggak akan ada yang tau, lagi pula bokap gue kan kepala sekolah di sini". Jawab chelse santai.


"Tapi dia mengancam akan meratakan sekolah ini". Kata salsa.


"Bener chel kalau dia beneran lakuin itu giman?". Tanya cantika yang juga mulai takut.


"Mana berani dia emang dia kira sekolah ini milik nenek moyangnya apa main hancurin sesuka hati". Jawab chelse.


"Tapi gue rasa anggel kali ini serius deh chel, tadi gue tidak salah denger kalau itu mobil abangnya, bukan mobil dia. Dan lo lihat kan tadi saat sahabatnya coba menenangkan dia malah di tatap tajam". Kata chika panjang lebar.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2