
"Kalian tidak mengenali gue?". Tanya anggel yang langsung membuat dua orang di depannya kaget.
"Elica". Kata lisa dan rara bersamaan. Sedangkan anggel hanya tersenyum lalu mengangguk.
"Huuuaaaa, elica lo kemana aja sih kita khawatir banget tau sama lo". Kata rara dengan menangis dan memeluk anggel.
"Udah lepasin dulu pelukan lo, gue susah nafas". Kata anggel lalu rara melepas pelukannya.
"Sebelumnya gue minta maaf karena pergi tanpa memberi tahu kalian, pasti kalian sudah tau kan soal masalah yang menimpa gue". Kata anggel.
"Iya kita sudah tau dari abang lo". Kata lisa.
"Dia bukan abang gue lagi". Kata anggel dingin.
"Maaf". Kata rara dan lisa serempak.
"Tidak masalah. Jika kalian bertanya selama ini gue kemana, ceritanya panjang". Kata anggel.
"Gue juga tidak percaya kalau lo lakuin itu ca". Kata lisa.
"Makasih kalian sudah percaya sama gue, dan gue minta mulai sekarang panggil gue anggel, dan jangan sampai ada yang tau gue elica". Pinta anggel.
__ADS_1
"Lo tenang aja tidak akan ada yang tau soal itu, tapi nggel yang tadi sama lo siapa ya namanya?". Kata rara bertanya.
"Micell". Jawab anggel. Lalu mereka mengangguk.
"Micell adalah sahabat gue". Kata anggel lalu mereka ber oh ria.
"Lebih baik lo suruh dia masuk deh, kasihan di luar sendirian". Kata lisa.
"Baiklah". Kata anggel lalu mengeluarkan hp nya.
Setelah itu anggel menghubungi micell lalu menyuruhnya masuk, tak selang berapa lama pintu kelas pun terbuka lalu micell masuk.
"Kenapa mereka kembali bermuka datar". Bisik rara ke lisa.
Setelah itu mereka berbincang hingga ada beberapa murid yang sudah masuk ke kelas, karena jam istirahat mereka di majukan jadi mereka puas untuk beristirahat. Sedangkan anggel dkk baru akan keluar kelas untuk istirahat karena waktu istirahat telah tiba. Bukan tanpa alasan anggel istirahat saat waktunya. Ia hanya ingin keluar saat semua murid keluar kelas. Lebih tepatnya sesil dan kakaknya. Anggel ingin tahu mereka mengenalinya atau tidak.
Dan ia juga ingin tau bagaimana keadaan musuhnya itu.
"Nggel gue laper ni kantin yuk". Kata micell.
Tanpa menjawab pertanyaan micell anggel bangkit dari tempat duduknya lalu pergi.
__ADS_1
"Apakah dia selalu seperti itu?". Tanya rara heran.
"Anggel memang begitu jika dengan orang luar, jarang bicara, ayo kita kejar dia". Jawab micell.
Lalu mereka pergi mengejar anggel, setelah sampai pada anggel rara langsung saja ngomel-ngomel.
"Lain kali jangan main tinggal-tinggal dong nggel". Omel rara. Tapi anggel hanya diam saja dan tetap berjalan.
"Percuma ngomel sama kutub". Guman rara yang masih bisa di dengar yang lain. Anggel hanya tersenyum tipis mendengar ocehan rara, sedangkan micell dan lisa sudah tertawa.
"Hahaha, tadi gue kan udah bilang, ngapain juga ngomel, dia tidak akan jawab jika kau ngomel di tempat umum seperti ini". Kata micell. Sedangkan rara hanya cemberut.
"Udah deh mukanya nggak usah di jelek-jelekin gitu, udah jelek juga". Ejek lisa tertawa dengan micell.
"Kalian ini bukannya menghiburku malah mengejekku". Kata rara dengan cemberut.
Micell memang memiliki sikap yang ceria, tapi ia juga bisa bersikap datar ataupun serius jika sudah masalah pekerjaan.
Saat mereka sedang asik berdebat tiba-tiba anggel berhenti, alhasil rara menabrak punggung anggel karena ia yang paling tepat di belakang anggel.
Bruugghhh
__ADS_1
Bersambung.