
Setelah sesi perkenalan itu anggel pun mengajak rara dan lisa untuk pergi.
"Sudah selesai kan, lebih baik kita pergi sekarang". Kata anggel dingin lalu masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi meninggalkan area sekolah.
"Gila main tinggal-tinggal aja, lebih baik kita menyusulnya sekarang". Kata micell.
"Oke, kak gue pergi dulu janji nggak sampai malem". Kata lisa.
"Bye". Kata lisa dan rara serempak lalu masuk ke dalam mobil masing-masing lalu pergi mengikuti micell untuk ke tempat anggel.
"Gila dingin banget yang satu tadi, siapa namanya? Ah iy anggel". Kata kenzo.
"Udahlah lebih baik kita pulang sekarang". Kata alvin.
"Tapi ya vin yang tadi cantik tau nggak siapa namanya, micell ya itu". Kata kenzo senyum-senyum.
"Terserah lo, gue mau pulang, bye". Kata alvin lalu masuk ke dalam mobilnya.
Lalu mereka masuk ke mobil masing-masing lalu pergi. Beno memang sudah bisa membeli mobil karena bisnis orang tuanya semakin maju akhir-akhir ini.
Sepanjang perjalanan beno memikirkan soal anggel yang hampir mirip dengan elica, hanya sikapnya saja yang berbeda. Lalu beno mengingat kembali saat elica meracuni helena. Diapun menepis semua pikiran tentang elica.
"Bukan, dia bukan elica, elica sudah mati". Guman beno meyakinkan diri.
__ADS_1
Sedangkan di suatu tempat mobil anggel dkk sudah masuk ke halaman masion mewah. Lisa dan rara yang melihatnya merasa takjub dan juga takut karena banyak orang berbadan kekar di setiap sudut rumah.
Mereka pun memarkirkan mobil mereka dengan rapi, saat anggel dkk keluar dari mobil anggel melihat satu mobil yang sudah terparkir di depan masion Yang sepertinya itu mobil varo.
"Wao, lo yakin tinggal di sini nggel". Kata rara dengan menganati bangunan mewah itu.
"Sepertinya bang varo sudah pulang nggel". Kata micell.
"Kita masuk aja, ayo kalian juga masuk". Ajak anggel lalu mereka masuk ke dalam masion.
Yang membuat lisa dan rara tambah takjub adalah saat mereka akan masuk ada dua orang yang membuka dan menutup pintunya.
"Anggel come back". Teriakan anggel menggelegar di seluruh ruangan hingga membuat orang yang ada di dekstnya menutup telinga.
"Emang dia selalu teriak-teriak begitu kalau di rumah?". Tanya lisa yang di anggukin micell.
"Nona sudah pulang?". Tanya pak min. Tapi bukannya menjawab anggel malah balik tanya.
"Apa abang sudah pulang pak?". Tanya anggel.
"Sudah nona, tuan muda sudah pulang dari tadi dan sekarang sedang di kamarnya". Jawab pak min.
"Oh, baiklah, pak min tolong buatin minum dan bawain cemilan untuk mereka". Perintah anggel.
__ADS_1
"Baik nona". Kata pak min lalu pergi ke dapur.
"Kalian tunggu di sini dulu gue mau ganti baju, tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri". Kata anggel, yang diangguki lisa dan rara.
Setelah itu anggel dan micell pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih. Micell yang sudah selesai pun turun lebih dulu menemani mereka. Tak selang berapa lama anggel juga turun menemui mereka.
"Bagaimana, kalian nyaman kan?". Tanya anggel lalu duduk di sofa depan lisa dan rara.
"Nyaman sih nggel, ini lebih nyaman dari masion kita". Kata rara.
"Benar, tapi kita merasa sedikit takut". Kata lisa.
"Takut kenapa?". Tanya micell.
"Tadi di depan banyak laki-laki berbadan besar dan kekar". Kata rara polos.
"Hahaha". Micell hanya tertawa mendengar jawaban mereka.
"Kalian tidak perlu takut dengan mereka, karena...". Kata micell terpotong karena suara seseorang.
"Siapa mereka?". Tanya suara tersebut dingin.
Bersambung.
__ADS_1
Siapakan pemilik suara tersebut...?