
Setelah itu anggel pergi menuju ruangan manajer, sedangkan micell membawa yang lain ke tempat biasa anggel ketika makan di sana, yaitu ruangan khusus yang berada di lantai paling atas.
"Cell". Panggil rara saat berada dalam lift.
"Hm". Jawab micell.
"Gue mau tanya". Kata rara.
"Pasti mau tanya soal anggel kan?". Tebak micell yang langsung di anggukin mereka ( kecuali beno dan jordi ).
Ting.
Pintu lift terbuka dan di sana sudah ada beberapa pelayan yang berbaris.
"Lo yakin cell, anggel pesan tempat ini?". Tanya julian heran pasalnya tempat tersebut nuansa hitam dan ada beberapa lilin dan lampu yang menyala.
"Iya emang kenapa?". Tanya balik micell.
"Tapi ini warnanya nggak ada yang lain apa cell, jadi serem tau nggak". Kata rara.
"Ini belum ada apa-apanya". Kata micell yang membuat mereka tambah bingung.
Kemudian mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"Buka penutupnya". Perintah micell.
"Baik nona". Kata salah satu pelayan.
__ADS_1
Setelah itu penutup ruangan tersebut terbuka satu persatu yang langsung membuat mereka semua takjub. Sebuah dinding dan atap terbuat dari kaca, yang apabila di buka memperlihatkan keindahan yang ada di luar ruangan.
"Woooowwww". Kata rara takjub.
"Sumpah kek lagi mimpi gue". Kata julian.
"Norak lo jul". Kata lisa.
"Bener lis julian nggak bohong gue juga merasa begitu". Kata rara.
"Ruangan ini adalah ruangan khusus anggel jika ingin makan di sini, ruangan ini di desain sendiri oleh anggel, jika kalian bertanya kenapa anggel punya ruangan khusus di sini, dan para pelayan patuh dengannya itu karena cafe ini milik anggel". Jelas micell.
"What". Teriak julian, rara, lisa, dan kenzo karena kaget, yang lain juga kaget sebenarnya tapi menyembunyikannya.
"Nggak usah teriak juga kali panjul". Kata jordan.
"Kita kan kaget jo". Kata julian.
"Emang tidak bahaya membuat ruangan seperti ini?". Tanya beno.
"Bahaya sih pasti ada, tapi ruangan ini meskipun terbuat dari kaca juga di lapisi anti peluru, kedap suara, dan di pastikan orang dari luar tidak bisa melihat aktivitas di dalamnya". Kata micell.
Mereka hanya ber oh ria.
"Ini makannya masih lama ya gue udah laper". Kata rara.
"Lo itu ra makan mulu yang di pikirin". Kata lisa.
__ADS_1
Belum sempat rara jawab sebuah suara sudah menyelanya.
"Kita bisa makan sekarang". Kata suara tersebut. Semua langsung menghadap ke arah suara yang tak lain adalah anggel.
"Maaf udah nunggu lama". Kata anggel lalu duduk di kursinya.
"Nggak lama kok nggel, emang dasar raranya aja yang nggak tahan laper". Kata lisa. Anggel hanya tersenyum nanggepin kata-kata lisa.
Kemudian anggel memanggil pelayan untuk berpesan, setelah semua pesanan sudah tercatat pelayan itu pergi.
"Oh iya gue nggak lihat aksa kemana tuh anak?". Tanya kenzo.
"Oh iya baru sadar gue kalau kurang satu". Timpal julian.
"Aksa lagi ada urusan mendadak, jadi nggak bisa ikut". Kata anggel. Dan mereka hanya ber oh ria.
"Nggel sebenarnya kekayaan lo tuh berapa banyak sih, punya cafe, helly, terus gonta-ganti mobil". Tanya julian.
"Kalian berlebihan, semua itu milih keluarga gue kok". Jawab anggel.
"Oh gitu, tapi gue belum pernah lihat lo sama keluarga lo, keseringan setiap ketemu pasti lo lagi sama si micell". Kata marcell.
"Karena keluarga gue di amerika, sebenarnya bunda asli sini dan ayah asli amerika, tapi semenjak abang gue masuk kuliah mereka pindah ke amerika". Kata anggel.
"Tunggu-tunggu, lo bicara panjang lebar?". Tanya kenzo terkejut.
"Apaan sih kak, gue emang gini orangnya kadang bawel kadang juga dingin ya pada yang sudah akrab aja sih". Kata anggel.
__ADS_1
Dan mereka hanya ber oh ria.
Bersambung