GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 68 TERNYATA SI CICAK EROPA


__ADS_3

"Bang varo tidak bercanda kan?". Tanya rara.


"Buat apa abang bercanda?". Tanya balik varo.


"Tapi kenapa kita nggak denger gosip-gosip apa gitu di media". Kata lisa.


"Emang kita nggak publikin hubungan kita". Kata varo. Mereka hanya ber oh ria.


"Tapi bang kenapa anggel merasa tidak asing dengan wajahnya ya?". Tanya anggel.


"Jelas kamu nggak asing, kamu masih ingat dengan wanita yang waktu itu abang tabrak di mall?". Tanya varo.


"Jangan bilang dia si cicak eropa". Kata anggel menutup mulutnya. Dan varo hanya mengangguk. Sedangkan yang lain ketawa mendengar anggel menyebut cicak eropa.


"Nggel lo ya, kakak ipar sendiri di katain cicak eropa". Kata rara di sela-sela ketawanya.


"Emang bener kok, kalian nggak tau aja ceritanya saat itu". Kata anggel.


"Sudah-sudah, kalian dari tadi ngomong mulu tapi nggak ada yang mengajaknya kenalan". Kata varo.


"Ya ampun, kita lupa bang". Kata rara menepuk jidatnya.


"Hay kakak cantik kenalin namaku rara". Kata rara mengulurkan tangannya.


Saat wanita itu akan jawab anggel duluan menyela.

__ADS_1


"He kampret ngapai lo kenalin nama lo duluan dia itu calon kakak ipar gue jadi gue yang harus kenalan duluan". Sewot anggel.


"Yaelah nggel gitu aja sewot, iya udah sana kenalan duluan". Kata rara.


"Nggak jadi lanjutin aja". Kata anggel.


"Lama-lama gue tabok juga ni anak". Guman rara pelan tapi masih di dengar anggel.


"Apa lo bilang?". Tanya anggel dengan suara meninggi.


"Uuuwowwoo, santai mbak nggak usah ngegas, lagi pms lo". Kata rara.


"Kalian bisa diam nggak biarkan kakak cantik ini memperkenalkan diri". Kata lisa lalu mendapat tatapan tajam dari anggel dan rara.


"Apa mau ngamuk?". Tanya lisa sedikit melotot.


"Udah kak nggak usah peduliin mereka berdua, kakak bisa kenalin diri kakak". Kata lisa wanita itu pun mengangguk.


"Nama kakak Gisel". Kata wanita itu.


"Nama yang bagus kak, kalau aku lisa, dia micell". Kata lisa.


"Kalian bersahabat?". Tanya gisel.


"Hahaha, kakak lucu sekali jika kita nggak bersahabat mana mungkin 2 curut itu di izinin ke sini". Kata anggel.

__ADS_1


"Ngatain kita curut, dasar macan". Kata rara.


"Udah kalian itu bertengkar terus, anggel selama kita di sini kak anggel akan menginap di masion ini kamu nggak papa kan?". Tanya varo.


"Ya terserah abang lah, masion kan punya abang, apa abang lupa". Kata anggel.


"Iya juga ya". Kata varo tanpa dosa.


Mereka pun berbincang-bincang, kadang saling mengejek, dan rara dan anggel bertengkar. Varo pamit terlebih dahulu karena lelah, begitupun anggel.


Hingga jam sudah menunjukan pukul 3 sore. Lisa dan rara pamit pulang.


"Nggel udah sore kita pamit ya". Pamit lisa.


"Nggak makan malam di sini sekalian?". Tanya anggel.


"Lain kali aja deh". Kata rara.


"Em baiklah, hati-hati , maaf nggak bisa nganterin ke depan". Kata anggel.


"Sans aja, kita juga tau jalan keluar kok". Kata rara sedikit bercanda.


"Biar gue yang anterin ke depan nggel". Kata micell.


"Silahakan". Kata anggel.

__ADS_1


Setelah itu micell pun mengantarkan lisa dan rara ke depan. Saat di rasa mobil mereka sudah tidak kelihatan lagi micell masuk, saat tidak mendapati anggel di ruang tamu micell langsung ke kamarnya, karena dia berpikir anggel juga pasti ke kamarnya.


Bersambung.


__ADS_2