GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB XXIV MARKAS BLACK TIGER


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju markas anggel hanya memandang keluar jendela.


"Kenapa gue merasa tidak asing dengan tatapan mata tadi". Batin anggel.


Micell yang melihat anggel melamun pun merasa heran.


"Lo tidak papa nggel?". Tanya micell membuyarkan lamunan anggel.


"Gue baik-baik saja". Jawab anggel.


Micell yang merasa anggel lagi tidak baik moodnya pun tidak bertanya lagi. Mereka menuju markas dengan hanya diam. Sesampainya di markas semua mafioso yang melihat queen mereka datang membungkuk hormat.


"Selamat sore Queen". Sapa mafioso yang menjaga pintu markas.


"Sore, apakah aldo sedang ada di markas?" tanya anggel.


"Ada queen, tuan aldo baru saja kembali". Jawab mafioso.


Anggel hanya menganggukkan kepalanya, lalu masuk ke dalam markas. Saat melintasi ruang tamu ia tak sengaja melihat aldo sedang berbicara dengan seorang wanita. Ia pun mrnghampiri aldo.


"Siapa dia?". Tanya anggel tiba-tiba dengan suara dinginnya.


Aldo yang mendengar suara yang sangat tidak asing baginya pun kaget dan berdiri dari duduknya, begitupun wanita yang sedang bersamanya.


"Queen". Kata aldo dengan gemetar karena kaget akan kehadiran anggel.


"Gue tanya siapa dia?". Kata anggel mengulangi pertanyaannya dengan tatapan dingin.

__ADS_1


"Em, itu, dia,". Kata aldo gugup.


"Gue tunggu lo di ruangan gue, gue beri lo waktu untuk menyuruh wanita itu pergi". Kata anggel lalu pergi meninggalkan ruang tamu.


"Baik queen". Kata aldo.


"Siapa wanita tadi sayang?". Tanya wanita tersebut.


"Sudah lebih baik lo pergi sekarang gue ada urusan". Kata aldo dengan membawa wanita itu keluar.


"Tapi...". Kata wanita itu terpotong.


"Lebih baik lo pergi sebelum queen tambah marah, oke". Kata aldo.


"tapi jelasin dulu tadi siapa". kata wanita itu.


"lain waktu saja". kata aldo lalu masuk ke dalam markas.


"Bagaimana dengan besok". Tanya anggel dengan membolak balik sebuah berkas.


"Semua sudah siap, rangga sudah di beri tahun. Terus aldi juga sudah gue beri tahu. Kita hanya cukup berangkat.". Jawab micell.


"Bagus, terus bagaimana informasi yang gue minta". Tanya anggel.


"Aldo bilang dia yang akan mencari informasinya". Jawab micell.


"Baiklah, lo bisa keluar siapkan barang-barang lo yang lo ingin bawa". Perintah anggel.

__ADS_1


"Sebelum gue keluar, gue mau tanya". Kata micell.


"Apa?". Tanya anggel.


"Lo mau pakai jet pribadi kita atau pesawat umum?". Tanya micell.


"Karena bang varo ikut kita pakai jet pribadi keluarga pradigma". Jawab anggel.


"Oh okey, kalau gitu gue keluar dulu". Kata micell.


Sedangkan anggel hanya bedehem saja. Saat micell keluar ia berpapasan dengan aldo. Tapi micell hanya acuh tak acuh. Sesampainya di depan ruangan anggel aldo sudah gemetar.


"semoga saja queen tidak marah soal wanita tadi". guman aldo di depan ruangan anggel.


Tok...tok...tok...


"Masuk". Suruh orang dari dalam.


Clek


Saat aldo masuk ia sudah mendapat tatapan tajam dari anggel.


"Habislah riwayatku, sepertinya anggel benar-benar marah". Batin aldo.


"Jika lo kesini hanya ingin numpang melamun lebih baik lo keluar". Kata anggel dingin dengan tetap fokus pada berkas-berkasnya. Dan membuyarkan lamunan aldo.


"Mana informasi tetang pemuda itu?". Tanya anggel.

__ADS_1


Pertanyaan anggel sontak membuat aldo kaget, karena ia lupa tentang informasi itu. Anggel yang tidak mendapat jawaban pun melihat aldo.


Bersambung.


__ADS_2