
Bruugghhh.
"Aduh". Kata rara saat menabrak tubuh anggel.
"Ya elah nggel bisa nggak kalau mau berhenti itu ngomong gitu". Omel rara. Sedangkan yang di omeli diam saja dengan tatapan kosong ke depan. Teman-temannya yang heran pun melihat arah pandang anggel. Dan ternyata anggel melihat beno dkk dan sesil dkk. Saat rara mau bicara anggel pun sudah jalan terlebih dahulu. Dengan wajah datar dan sikap coolnya ia memasuki kantin dan diikuti rara, lisa, dan micell.
Saat melihat anggel dkk masuk seketika kantin jadi rame dengan pujian yang di lontarkan para siswa-siswi. Dan hal itu membuat beno dkk dan sesil dkk melihatnya.
"Wah bidadari gue datang".
"Calon istri gue".
"Bukankah dia murid bari di kelas x mipa 1".
"Adik kelas dong".
"Seperti kenal".
Dan masih banyak lagi cibiran-cibiran lainnya.
Tanpa mengiraukan mereka anggel dkk duduk di bangku paling pojok. Sedangkan di meja lain ada beberapa pasang mata sedang memperhatikan mereka.
"Ben, bukannya itu seperti elica?". Tanya kenzo.
"Tapi penampilannya beda". Kata alvin.
"Tidak mungkin pembunuh itu berani nampakin mukanya lagi, toh dia sudah tidak punya apa-apa bagaimana bisa sekolah lagi". Kata sesil.
"Benar kata sesil". Kata beno membenarkan ucapan sesil. Meskipun beno sebenarnya juga merasakan hal yang sama dengan mereka tapi ia tahan, karena ia merasa kecewa dengan elica.
__ADS_1
Teman-teman beno sudah sering menasehatinya tapi beno selalu mendengarkan sesil dan mengabaikan nasehat mereka.
Sedangkan dimeja anggel pesanan mereka sudah datang dan mereka mulai makan dengan tenang. Tak selang berapa lama jordan dkk datang.
"Boleh kita gabung nggak? Soalnya bangku lain sudah penuh". Tanya Radit.
Lisa dkk kecuali anggel pun berhenti makan lalu melihat sekeliling, dan ternyata benar semua penuh. Lalu mereka melihat anggel. Anggel yang merasa ada yang menatapnya pun menoleh.
"Hm". Jawab anggel lalu melanjutkan makannya.
"Duduklah anggel sudah memberi izin". Kata micell.
"Terima kasih". Kata kevin lalu duduk di dekat micell. Radit di antara lisa dan rara, sedangkan jordan di dekat anggel.
Mereka pun mulai makan dengan tenang. Selesai makan mereka berbincang dan bercanda gurau, tidak dengan anggel dan jordan mereka sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Anggel yang sibuk dengan hp nya dan jordan yang sibuk memperhatikan anggel.
Hingga tiba-tiba suasana berubah akan kedatangan chelse dkk.
Chelse menggebrak meja dengan keras.
"Hey, kalian pergilah kita mau duduk dengan kekasih kita". Kata chelse dengan bangganya.
"Kekasih?". Tanya rara.
"Siapa kekasih kalian? Apa mereka?". Lanjut rara dengan menunjuk jordan dkk.
"Kalau iya kenapa". Kata chika.
"Hahaha, kalian kalau mimpi tuh jangan ketinggian". Ejek rara dengan tawanya.
__ADS_1
Perdebatan mereka pun membuat mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin.
"Ayang kevin lihatlah dia mengejekku". Kata cantika memegang lengan kevin.
"Yayang-yayang pala lo peyang". Kata kevin yang langsung membuat rara tertawa.
"Hahaha, kasihannya tidak diakuin". Kata rara.
"Ayang kevin tega". Kata cantika.
"Terserah". Kata kevin singkat.
"Bebezt radit pasti bela aku kan?". Tanya chika.
"Siapa anda?". Tanya radit.
Pertanyaan radit seketika membuat seisi kantin tertawa.
"Sudah lebih baik kalian pergi". Kata lisa.
"Hey lo berani sama gue, apa lo lupa siapa gue". Kata chelse.
"Gue nggak lupa lo adalah putri kepala sekolah benar kan?". Kata lisa.
"Baru putri kepala sekolah saja blagu". Guman micell.
"Apa lo bilang?". Kata chelse dengan nada tinggi.
Dan....
__ADS_1
Bersambung.