GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB XXV MENJADI PEMIMPIN SEMENTARA


__ADS_3

Saat anggel menatap aldo anggel sudah tau bahwa ada yang di sembunyikan aldo.


"Micell bilang informasinya ada di lo". Kata anggel dengan nada dingin.


"Em, itu nggel gue lupa". Kata aldo gugup. Seketika suasana di tempat itu menjadi dingin.


Braaakkk.


Anggel menggebrak meja dengan keras.


"Bagaimana lo bisa lupa?". Tanya anggel dengan nada dingin.


"Gue beri lo waktu 5 menit, dan informasi itu harus sudah ada, jika tidak lo tau akibatnya". Kata anggel penuh penekanan.


"Baik, gue permisi dulu". Kata aldo lalu keluar.


Setelah aldo keluar anggel menghubungi micell.


"Bawa aksa ke ruangan gue". Perintah anggel lalu mematikan teleponnya. Kemudian ia kembali berkutat dengan berkas-berkasnya. Tak selang berapa lama hp anggel bergetar tanda ada yang menelpon.


Dreet...dreeet...dreeett...


Saat anggel melihat hp nya ternyata varo yang menelpon.


"Halo bang, ada apa?". Tanya anggel.


"............................"


"Sudah, apa abang mau kesini?". Kata anggel.


".........................."


"Baiklah anggel tunggu, abang hati-hati". Kata anggel lalu panggilan berakhir.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


Ceklek.


"Kalian sudah datang, duduklah". Kata anggel.


Lalu aksa duduk di hadapan anggel dan micell berdiri disamping anggel.


"Bagaimana keadaan lo". Tanya anggel.


"Saya sudah membaik kak". Jawab aksa.


"Baguslah, terus apa rencana lo selanjutnya". Tanya anggel.


"Em, kalau boleh aksa ingin bergabung dengan mafia disini". Jawab aksa.


"Lo yakin?". Tanya anggel memastikan. Sedangkan aksa hanya menganggukkan kepalanya.


"Lo bisa bela diri?". Tanya anggel.


"Tidak masalah, nanti biar aldo yang melatihmu". Kata anggel. Dan aksa hanya menganggukkan kepalanya.


"Baiklah lo bisa keluar". Perintah anggel.


"Saya permisi kak". Kata aksa lalu pergi.


Setelah kepergian aksa, varo datang dan langsung ke ruangan anggel. Sesampainya di ruangan anggel ia langsung masuk. Anggel yang mendengar suara pintu terbuka pun melihat ke arah pintu.


"Abang sudah sampai?". Tanya anggel.


"Hm". Jawab varo.


"Micell tolong kumpilkan semua mafioso". Perintah anggel.

__ADS_1


"Baik, saya permisi bang, nggel". Pamit micell.


Anggel dan varo hanya menganggukan kepalanya. Setelah kepergian micell anggel pun menjelaskan apa tujuannya meminta varo datang ke markasnya.


"Lo nggak bercanda kan dek?". Tanya varo yang terkejut dengan permintaan anggel.


"Tidak bang, ayolah bang mau yaa". Bujuk anggel.


"Tapi kan sudah ada aldo". Kata varo.


"Iya aku tau ada aldo, tapi bang ini kan markas pusat jika musuh tau markas pusat tidak ada pemimpinnya mereka akan mengambil kesempatan untuk menyerang". Kata anggel.


Varo pun mulai berpikir, yang dikatakan anggel ada benarnya juga.


"Baiklah abang setuju, tapi ingat hanya memimpin, jika soal hukum menghukum abang tidak mau". Kata varo.


"Abang tenang aja biar nanti aldo yang membantu abang". Kata anggel.


Setelah varo menyetujuinya, anggel pun mengajak varo keluar untuk menemui para mafioso yang sudah berkumpul di aula. Tak lupa ia memakai topengnya.


"Selamat malam semua". Sapa anggel.


"Malam queen". Kata para mafioso serempak.


"Baiklah langsung saja, alasan saya mengumpulkan kalian semua saya ingin menyampaikan bahwa selama saya pergi markas utama akan dipimpin oleh abang saya, dan kalian bisa memanggilnya king, apa kalian mengerti". Kata anggel.


"Mengerti queen". Kata para mafioso.


"Apakah ada yang ingin di tanyakan?". Tanya anggel.


"Tidak queen". Jawab para mafioso.


"Baiklah jika tidak ada yang di tanyakan kalian bisa bubar". Kata anggel lalu pergi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2