GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 60 KADAL AFRIKA VS CICAK EROPA


__ADS_3

Di perjalanan varo dan anggel diam saja tanpa ada yang berniat ingin bicara. Hingga pada akhirnya varo jenuh dengan ke adaan tersebut.


"Dek". Panggil varo memulai pembicaraan.


"Hm". Jawab anggel singkat.


"Kamu itu baru saja kembali masak sudah pergi lagi sih". Kata varo, anggel pun mengalihkan pandangannya dari hpnya.


"Abang kan tau apa alasan ku kembali ke sana". Kata anggel.


"Iya abang tau tapi kami kan masih kangen kamu". Kata varo.


"Abang sama yang lain kan bentar lagi juga ke sana untuk menghadiri acara kelulusan anak-anak PHS". Kata anggel.


"Kan masih 2 bulan lagi nggel". Kata varo.


"Udah deh bang nggak usah lebay, mending abang fikirin aja kapan abang mengenalkan kakak ipar kepada anggel". Kata anggel sedikit menggoda.


"Kau ini". Kata varo mengacak-acak rambut anggel.


"Mau ke mall nggak?". Tanya varo.


"Boleh, sudah lama aku nggak habisin uang abang". Kata anggel.

__ADS_1


"Kau ini, oke kita ke mall sekarang". Kata varo lalu memutar arah mobilnya menuju mall.


Sampai di mall anggel membeli banyak barang untuknya dan untuk sahabat-sahabatnya. Saat mereka sedang asik mengelilingi mall tak sengaja varo menabrak seseorang.


Brruuuggghhh.


"Aaawwww...". Seru gadis itu.


"Maaf nona, apa anda tidak papa?". Tanya anggel sambil membantu wanita itu berdiri. Sedangkan varo hanya cuek dan melihatnya.


"Tidak papa nona, terima kasih sudah menolongku". Kata gadis itu.


"Makannya kalau jalan pakai mata". Kata varo dingin.


"Hey tuan jalan itu pakai kaki, bukan pakai mata". Kata wanita tersebut.


"Saya tidak tahu dan tak ingin tahu, anda mengerti". Kata gadis itu. Anggel hanya menahan tawanya melihat abangnya yang mulai emosi.


"Oke stop, nona sebelumnya saya minta maaf atas nama kakak saya". Kata anggel.


"Kenapa harus nona yang minta maaf yang salah kan kadal afrika ini". Kata cewek itu.


"Haa, kadal afrika". Kata anggel dan varo bersamaan.

__ADS_1


"Hey cicak eropa, orang ganteng se asia seperti ini lo bilang kadal afrika". Kesal varo sedangkan anggel hanya tertawa terbahak-bahak.


"Terserah anda tuan, tapi lebih baik saya pergi dulu, bye. Permisi nona". Kata wanita itu lalu pergi sedangkan varo sudah sangat kesal. Ia menatap anggel dengan tajam anggel yang merasa ada aura-aura tidak enak pun menghentikan tawanya.


"Piiisss bang". Kata anggel menampakan deretan didinya denga membentuk huruf V.


"Hais, udahlah mending kita pulang". Ajak varo lalu pergi menuju mobilnya.


Sesampainya di masion varo keluar dari mobil dengan wajah di tekut, anggel yang melihatnya hanya cengengesan.


"Udah pulang bang?". Tanya bunda yang sedang di ruang tamu, tanpa menjawab pertanyaan sang bunda varo langsung menuju kamarnya.


Bunda merasa heran dengan sikap varo yang pulang-pulang dengan wajah di tekut. Ayah yang bari datang pun bertanya.


"Ada apa dengan abang bun?". Tanya ayah. Bunda hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


Tak selang berapa lama anggel datang denga cengengesan membuat mereka makin heran. Anggel yang melihat ayah bundanya di ruang tamu pun ikut bergabung.


"Ada apa dengan abangmu dek?". Tanya bunda.


"Dia lagi bete bun". Jawab anggel.


"Kok bisa coba ceritakan". Kata ayah.

__ADS_1


Anggel pun menceritakan semua kejadian yang ada di mall tadi, ayah dan bunda yang mendengarnya pun iku tertawa. Seorang varo di ejek seorang gadis sungguh kejadian yang sangat langkah, biasanya gadis yang melihatnya langsung klepek-klepek .


Bersambung.


__ADS_2