
Setelah selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
"Gimana persiapan kamu untuk ke indonesia sayang?". Tanya ayah pada anggel.
"Sudah siap semuanya yah". Jawab anggel.
"Kamu yakin mau masuk sekolah lagi". Tanya bunda.
"Iya bun". Jawab anggel.
"Kamu tuh sudah lulus S2 ngapain sekolah lagi?". Tanya ayah.
"Buat senang-senang yah, lagi pula bosan yah jika harus di rumah terus". Jawab anggel santai.
"Kan kamu bisa pergi ke kantor sayang, bukannya kamu juga ada cabang di sana". Kata bunda.
"Huff, gini ya bun. Bunda tau sendiri anggel jarang ke kantor. Lagi pula anggel juga kangen dengan teman-teman anggel bun". Kata anggel.
Saat bunda ingin berbicara lagi varo lebih dulu memotongnya.
"Biarin aja dia sekolah lagi bun, lagi pula dia masih waktunya bersenang-senang dengan teman-temannya". Kata varo.
"Baiklah, kamu sekolah di PHS kan?". Tanya bunda memastikan.
"Iya bun, tapi aku ingin tidak ada yang tau identitas ku sekarang selain kepala sekolah". Kata anggel.
"Kenapa?". Tanya ayah.
__ADS_1
"Ya biar bisa bersenang-senang lah bun, seperti nggak tau anggel saja". Kata varo menyela omongan anggel. Sedangkan anggel hanya tersenyum.
"Kamu jadi bang nemenin adikmu?". Tanya ayah pada varo.
"Jadi yah, tapi hanya seminggu". Kata varo.
Ayah hanya ber oh ria.
"Oh iya yah, bun, bang besok anggel mau ke kantor dan ke markas, jadi mungkin agak malem pulangnya". Kata anggel.
"Baiklah tidak masalah, udah malem kalian tidur sana". Kata ayah.
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing. Dikamar anggel sedang menatap langit-langit kamarnya.
"Sesil tunggu kehancuranmu". Guman anggel dengan tersenyum devil.
Pagi hari tiba, anggel sudah rapi dengan pakaian kerjanya lalu turun ke bawah.
"Pagi yah, bun, bang". Ucap anggel sesampainya di meja makan.
"Pagi sayang". Jawab bunda, sedangkan ayah dan varo hanya tersenyum.
"Kamu mau bareng abang atau bawa mobil sendiri?". Tanya varo.
"Aku dengan micell bang". Jawab anggel, varo hanya ber oh ria dan melanjutkan makannya.
"Oh iya bang, nanti sepulang dari kantor abang ke markas ya". Pinta anggel.
__ADS_1
"Ngapain?". Tanya varo.
"Abang datang aja ada yang mau aku sampaikan". Kata anggel.
"Iya nanti abang datang". Kata varo sambil meletakkan sendoknya.
"Varo udah selesai, varo duluan yah, bun". Lanjut varo bangkit dari duduknya lalu mencium punggung tangan orang tuanya.
"Hati-hati di jalan". Kata bunda, varo hanya menganggukan kepalanya.
"Abang jalan dulu". Kata varo sambil mencium pucuk kepala anggel. Anggel hanya mengangguk.
Tak selang berapa lama anggel juga sudah selesai.
"Anggel berangkat dulu yah, bun". Pamit anggel mencium punggung tangan orang tuanya.
"Hati-hati sayang". Kata bunda. Anggel mengangguk lalu pergi keluar.
Di luar masion micell sudah menunggunya dengan berdiri di samping mobil.
"Kita berangkat sekarang". Kata anggel lalu masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh micell.
Micell pun memutari mobil lalu duduk di bangku kemudi lalu melajukan mobilnya ke perusahaan.
Bersambung.
Maaf jika ceritanya membosankan, soalnya masih pemula😊
__ADS_1