
Hingga ada siswa yang mengadukannya pada guru.
"Bu, lihat murid baru itu dia tidur di kelas". Kata siswa tersebut yang langsung membuat semua siswa melihat ke anggel.
Micell yang melihat guru mulai berjalan ke arah mereka pun mencoba membangunkan anggel.
"Nggel bangun". Kata micell sambil menggoyang-goyangkan badan anggel. Anggel yang merasa ada yang mengusiknya pun terbangun.
"Apa?". Bentak anggel. Semua isi kelas langsung merinding mendengar bentakan anggel.
"Hey kamu, kamu tuh murid baru bukannya dengerin penjelasan saya malah enak-enakan tidur". Kata bu gita. Sedangkan anggel hanya menatap bu tika dengan datar.
"Sekarang kamu kerjakan soal di depan". Perintah bu gita.
"Apa yang saya dapat jika saya mengerjakannya". Tanya anggel.
"Kamu bisa minta apapun jika kamu bisa menjawab soal ini dengan benar". Kata bu gita.
"Anda yakin?". Tanya anggel memastikan lalu bu gita mengangguk.
"Baiklah, jika saya bisa menjawab soal itu dengan benar saya ingin hari ini jam istirahat di majukan, dan selama 1 minggu anda tidak mengajar kelas kami". Kata anggel.
__ADS_1
"Baiklah, tapi jika kamu salah saya akan hukum kamu". Kata bu tika.
Dengan santainya anggel ke depan.
"Gila dia pasti tidak bisa itukan beluk di jelasin". Kata siswa A
"Benar, pasti dia dihukum". Kata siswa B
"Itu mah tidak seberapa untuk nona". Batin micell tersenyum.
Dalam waktu 3 menit anggel selesai mengerjakannya. Bu gita tercengang melihat jawaban anggel benar semua.
Seisi kelas pun kaget mendengar kata-kata bu gita.
"Sesuai kesepakatan, jam istirahat di majukan, dan anda tidak mengajar kami 1 minggu". Kata anggel dengan senyum penuh artinya. Lalu kembali ke tempat duduk.
"Baiklah anak-anak pelajaran sampai di sini, kalian bisa beristirahat". Kata bu gita lalu pergi meninggalkan kelas.
Seisi kelas langsung bersorak gembira, lalu pergi meninggalkan kelas. Sedangkan anggel masih duduk di bangkunya dan memandang keluar jendela. Begitupun lisa dan rara mereka masih penasaran dengan anggel. Mereka pun berbalik dan menatap anggel.
Anggel yang merasa ada yang memperhatikannya pun menoleh dan menaikan 1 alisnya pertanda ia bertanya "kenapa?".
__ADS_1
"Em gue cuma mau kenalan sama lo, kenalin nama gue rara, dan ini sahabat gue lisa". Kata rara.
"Oh, terus". Kata anggel.
"Tidak ada, kita hanya ingin berteman dengan lo, kalau boleh jujur lo itu hampir mirip dengan sahabat kita". Kata lisa.
"Tapi sayangnya dia sudah menghilang, kita sudah berusaha mencarinya tapi nihil". Kata rara.
Rara yang melihat anggel diam saja pun merasa tidak enak.
"Em maaf kita malah curhat". Kata rara meminta maaf, anggel sebenarnya sudah tau kalau mereka mencarinya. Tapi ia biarkan toh identitasnya sudah di sembunyikan. Anggel hanya tersenyum tipis melihat tingkah teman-temannya itu yang dari dulu tidak pernah berubah, walau sekarang ia merasa mereka sedikit pendiam.
Setelah itu ia melihat sekeliling kelas, merasa sudah sepi dan tidak ada murid lain selain mereka anggel pun meminta micell untuk menutup pintu kelas dan menjaganya agar tidak ada yang masuk.
"Micell, lo bisa keluar dulu, tutup pintunya, pastikan tidak ada yang masuk ataupun tau apa yang terjadi di dalam sini". Kata anggel yang membuat rara dan lisa bingung sekaligus takut.
"Ok". Kata micell lalu keluar dan menutup pintu sesuai perintah anggel.
Setelah itu anggel menatap dua manusia yang ada di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan. Hingga tiba-tiba...
Bersambung.
__ADS_1