
Braakkk...
"Ya ampun ada apa pak?". Tanya seorang wanita paru baya.
"Maaf nyonya sepertinya kita menabrak seseorang, saya akan turun untuk mengeceknya nyonya". Jawab sang supir. Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Tak selang berapa lama wanita paruh baya itu pun ikut turun.
"Bagaimana pak". Tanyanya pada sang supir.
"Sepertinya dia pingsang nyonya". Jawab sang supir.
"Angkat dia, kita bawa ke rumah sakit". Kata wanita itu.
"Baik nyonya". Jawab sang supir.
Mereka pun pergi ke rumah sakit, tak lupa saat di perjalanan nyonya maya menghubungi suaminya yaitu tuan robert. Ya, wanita paruh baya tadi adalah nyonya maya putri padigma, istri dari tuan roberto pradigma pemilik pradigma grup dan orang terkaya no. 1 seasia. Dan wanita yang di tabrak tadi adalah elica.
Nyonya maya dan tuan robert ke indonesia untuk pertemuan bisnis. Nyonya maya sendiri sebenarnya asli dari indonesia. Tapi semenjak menikah ia tinggal di amerika ikut suami. Mereka ke indonesia jika ada urusan bisnis saja.
Sesampainya di rumah sakit elica langsung di tangani dokter, karena rumah sakit tersebut adalah milik keluarga pradigma. Tuan robert yang mendapat kabar istrinya menabrak seseorang pun langsung bergegas ke rumah sakit. Saat sampai di rumah sakit ia langsung menemui istrinya.
"Bun". Panggil tuan robert.
__ADS_1
"Ayah, varo". Guman nyonya maya.
"Sebenarnya apa yang terjadi sih bun?". Tanya varo.
"Bunda juga tidak tahu bang, tiba-tiba saja pak ahmad berhenti, saat bunda tanya katanya menabrak seseorang". Jawabnya nyonya maya sedih. Pak ahmad adalah supir tadi.
"Terus gimana keadaannya". Tanya tuan robert.
"Belum tahu yah, dokter belum keluar dari tadi". Jawabnya mulai cemas.
"Bunda tenang saja dia pasti baik-baik saja kok". Kata tuan robert menenangkan.
Saat mereka baru saja selesai bicara, dokter pun keluar.
"Bagaimana keadaannya dok?". Tanya nyonya maya.
"Alhamdulillah kalau begitu, apa kami boleh masuk dok?". Tanya tuan robert.
"Boleh tuan, silahkan. Kalau begitu saya permisi dulu". Kata dokter.
"Terima kasih dok". Kata nyonya maya.
"Sama-sama nyonya, sudah kewajiban saya". Kata dokter lalu undur diri.
__ADS_1
Setelah dokter pergi nyonya maya pun bergegas masuk dan diikuti tuan robert dan varo. Dilihatnya gadis cantik sedang berbaring di ranjang rumah sakit. Mereka pun mendekat.
"Bagaimana keadaanmu nak?". Tanya nyonya maya.
Elica yang tidak mengenal siapa mereka hanya memandang mereka tanpa menjawab. Nyonya maya yang mengerti bahwa gadis yang di depannya takut pun mempertkenalkan diri.
"Kamu nggak usah takut, nama tante maya, ini suami tante namanya robert, dan yang itu namanya varo dia anak tante". Kata nyonya maya. Elica hanya mengangguk.
"Kalau kamu siapa namamu?". Tanya nyonya maya.
"Saya elica tante". Jawab elica dingin.
"Oh elica, kamu tinggal dimana biar kami antarkan pulang?". Tanya nyonya maya.
"Saya tidak punya tempat tinggal tan, saya baru saja di usir dari rumah oleh mommy dan kakak saya". Jawab elica sambil menatap kosong ke depan, banyang-banyang dia di usir dan di tampar mommynya kembali terngiang di kepalanya.
"Emang apa alasannya mommy mu mengusir mu". Tanya varo dingin. Elica yang mendapat pertanyaan dari varo pun sadar dari lamunannya. Kemudian ia menceritakan semua yang terjadi. Nyonya maya yang mendengar cerita dari elica pun merasa iba. Kemudian ia memeluk elica. Elica pun menangis sejadi-jadinnya dipelukan nyonya maya.
"Sudah kamu nggak usah sedih, ada kami. Kami akan mengangkat kamu jadi putri kita, bagaimana yah bang?". Tanya nyonya maya ke pada suami dan anaknya.
"Kalau ayah sih setuju-setuju aja bun". Kata tuan robert. Kemudian mereka memandang varo.
"Abang ikut aja bun gimana baiknya, lagi pula varo senang jadi ada temennya di rumah". Kata varo.
__ADS_1
"Nah karena semua setuju, mulai sekarang kamu panggil tante bunda, dan om ayah". Kata nyonya maya tersenyum. Elica hanya mengangguk dan tersenyum, dia sangat bahagia bertemu keluar sebaik mereka.
Bersambung.