GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 67 CALON KAKAK IPAR?


__ADS_3

1 bulan berlalu.


Satu bulan telah berlalu, dimana anak - anak kelas 12 telah selesai menjalankan ujian kelulusan. Dan tinggal menunggu perayaan kelulusan. Yang akan di adakan 1 minggu lagi.


Karena hari ini hari minggu dan anggel maoas keluar rumah jadi ia menghabiskan waktunya di rumahnya saja. Dan meminta lisa dan rara datang ke rumahnya. Di sini lah mereka sekarang di gazebo dekat kolam renang.


Anggel yang sibuk dengan laptopnya, micell yang sibuk dengan berkas-berkas di tangannya, dan lisa dan rara yang sedang sibuk makan camilan.


"Nggel lo nyuruh kita kemari cuma suruh lihatin lo pandangin laptop gitu?". Tanya rara yang sudah kesal.


"Kalau kalian keberatan pulang aja". Usir anggel.


"Tega bener lo jadi temen". Kata rara cemberut.


Anggel dan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah rara. Anggel pun menutup laptopnya begitupun micell langsung membereskan berkas-berkasnya.


"Letakan di ruang kerja gue, nanti di lanjut lagi". Perintah anggel pada micell.


"Oke". Kata micell lalu pergi.


"Udah nggak usah cemberut gitu, muka udah jelek juga". Goda anggel rara hanya mendengus kesal.

__ADS_1


"Oh iya nggel, bukannya niat lo kembali ke sini ingin balas dendam ke kak sesil ya, kenapa lo masih belum bertindak?". Tanya lisa.


"Gue sudah bertindak dari lama kali lis, cuma belum puncaknya, kalian akan lihat puncaknya saat perta perpisahan minggu depan". Jawab anggel.


"Terus lo nggak ada niatan gitu membuka identitas lo kalau lo itu elica?". Tanya rara.


"Ada, tapi untuk buka identitas gue kalau gue ini elica masih ragu soalnya saat pesta ke lulusan nanti ayah dan bunda akan mengenalkan gue jadi putri mereka, dan di situlah gue bakal buka identitas gue sebagai pemilik A'Q Group". Jawab anggel.


"Terus setelah itu lo akan kembali ke amerika gitu?". Tanya lisa.


"Kalau itu gue belum tau, terserah ayah bunda saja". Jawab anggel.


Saat mereka sedang asik berbincang micell datang.


"What? Bukannya masih 2 hari lagi mereka datang?". Tanya anggel.


"Gue juga nggak tau, tapi dia dengan seorang wanita". Kata micell.


Lalu mereka semua bangkit dari duduknya dan masuk, saat sampai di ruang tamu anggel melihat abangnya sedang bercanda dengan wanita itu.


"Seperti tidak asing dengan wanitanya". Batin anggel.

__ADS_1


"Bang". Panggil anggel.


Varo yang merasa di panggil pun menoleh.


"Eh kamu dek, sini abang kangen sama kamu". Kata varo lalu anggel mendekat dan memeluk varo.


"Loh kalian juga di sini". Kata varo saat melihat lisa dan rara lalu melepaskan pelukannya dengan anggel.


"Iya bang, anggel lagi malas keluar katanya jadi kita kesini untuk menemaninya". Jawab lisa.


"Oh gitu, ya udah duduklah ngapain berdiri di situ". Perintah varo mereka mengangguk lalu duduk.


"Abang kenapa nggak kasih tau anggel kalau mau ke sini?". Tanya anggel.


"Kalau abang kasih tau nandi bukan kejutan lagi dong". Jawab varo sambil tersenyum.


"Apa ayah dan bunda juga?" . Tanya anggel lagi.


"Tidak, ayah dan bunda kesini sesuai jadwal". Jawab varo.


Anggel hanya ber oh ria, lalu ia menatap wanita yang ada di samping varo dengan intens. Wanita tersebut pun merasa canggung di tatap anggel seperti itu. Varo yang menyadari adiknya penasaran pun memperkanalkannya.

__ADS_1


"Dia calon kakak iparmu". Karta varo singkat, hal itu langsung membuat orang yang ada di sana melotot karena kaget.


Bersambung.


__ADS_2