
"Tante, dia mommy mira ibu kandung elica". Kata rara.
"Jadi ini orang tua yang tidak mempercayai anaknya sendiri". Sinis bunda.
"Bun, nggak boleh gitu". Kata ayah.
"Emang bener kan yah, seharusnya sebagai orang tua dia itu harus percaya dengan darah dagingnya atau mencari tahu dahulu". Kata bunda.
"Maaf nyonya saya tau saya salah, apa yang nyonya katakan memang benar. Saya menyesal tidak mempercayai ucapan putri saya, saya ingin meminta maaf dengan putri saya jika nyonya mengizinkan saya bertemu elica". Kata mommy mira dengan menangis.
"Tidak bisa". Kata bunda singkat.
"Bun". Kata ayah.
"Maaf nyonya, bukan kami melarang, tapi saat ini kami tidak tau anggel di mana, setelah acara tadi dia menghilang dan ini kita sedang mencarinya". Kata ayah.
Mommy mira yang mendengar elica hilang pun menangis sejadi-jadinya, rasa khawatir dan takut menyelimuti hatinya. Lisa dan rara pun mencoba menenangkannya.
"Lebih baik kita cari lagi anggel, kita berpencar agar cepat ketemu. Bunda, ayah, dan nyonya di sini saja. Nanti kita berkumpul lagi di sini". Kata varo.
Semua pun mengangguk lalu berpencar ke seluruh sekolah. Hingga 30 menit kemudian semua kembali. Jordan dan julian datang paling terakhir.
__ADS_1
"Bagaimana?". Tanya varo. Dan mereka menjawab dengan gelengan.
Seketika wajah mereka semua bersedih, dan berfikir macam-macam. Hingga tiba-tiba julian dan jordan datang.
"Kita menemukan anggel". Kata julian semangat.
Seketika mereka langsung tersenyum.
"Di mana?". Tanya varo.
"Di taman tuan". Jawab julian.
"Anggel". Panggil bunda, anggel yang merasa namanya di panggil pun menoleh.
"Bunda". Kata anggel saat bunda sudah berada di dekatnya.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu lega". Kata bunda sambil memeluk anggel dan benar saja anggel langsung menangis sejadi-jadinya.
Mereka yang ada di sana pun merasa terharu dengan momen yang terjadi.
"Sayang, mommy mu ingin bicara". Kata bunda lalu anggel melepas pelukannya.
__ADS_1
Anggel pun menatap semua orang yang ada di sana, benar saja di sana ada mommy mira.
"Anggel tidak mau bicara dengannya". Kata anggel tegas.
"Tapi sayang..". Kata bunda terpotong.
"Biarkan saja nyonya saya tau anggel pasti masih kecewa dengan saya, kalau begitu saya permisi dulu". Kata mommy mira lalu pergi.
"Sekarang kita pulang ya". Ajak bunda anggel hanya mengangguk.
Setelah itu mereka meninggalkan sekolah.
2 tahun berlalu.
Anggel dkk sudah lulus dari bangku SMA, sudah 2 tahun juga anggel dan jordan berpacaran. Setelah semua masalah teratasi anggel bisa menjalani hidup dengan tenang dan bahagia. Dia juga sudah memaafkan keluarga kandungnya. Varo sudah menikah 1 tahun yang lalu dan sudah di karunia putra bernama Vino. Meski sudah berbaikan dengan keluarga kandungnya anggel tetap tinggal bersama keluarga angkatnya, ya kadang seminggu 2 kali dian menginap di rumah mommy mira.
~Tamat~
Maaf para readers kalau ceritanya kurang menarik. Dan makasih untuk para readers yang sudah setia membaca cerita saya. Maaf juga jika endingnya kurang gimana gitu😁.
Thank you and see you again😊😉
__ADS_1