
"Kalau boleh tau apa nama mafianya?". Tanya rara.
"Black Tiger". Jawab anggel.
"Bukankah itu mafia terkejam yang memasuki peringkat pertama dalam waktu beberapa bulan saja". Kata lisa.
"Benar. Yang leadernya tidak ada yang tau bagaimana wajahnya, yang mereka tau leadernya seorang gadis muda yang dingin dan kejam". Tambah rara.
"Dan kalian ingin tau siapa gadis itu?". Tanya anggel.
"Emang siapa?". Tanya balik rara.
"Gue". Jawab anggel santai.
"Hah". Kaget mereka berdua.
"Iya gue leadernya". Kata anggel.
"Tapi nggel apa keluarga pradigma tidak melarang lo?". Tanya lisa.
"Mereka sudah larang terutama abang gue, tapi gue bujuk mereka terus hingga akhirnya mereka menyetujuinya". Jawab anggel. Dan mereka hanya ber oh ria.
Setelah itu mereka pun membicarakan hal lain sampai pelayan datang memanggil mereka untuk makan siang.
"Maaf nona mengganggu, tuan muda meminta anda dan teman-teman anda untuk ke meja makan, untuk makan siang". Kata pak min.
"Baiklah pak min, dan tolong panggilkan micell di kamarnya ya pak". Kata anggel.
"Baik nona". Kata pak min lalu pergi memanggil micell.
__ADS_1
"Lah kenapa gue nggak nyadar kalau micell sudah tidak disini". Kata rara.
"Lo terlalu fokus sih". Kata lisa.
"Mungkin, tapi kenapa micell pergi?". Tanya rara.
"Dia ada sedikit urusan, selain sahabat gue dia sebenarnya juga tangan kanan gue". Jawab anggel.
Rara hanya ber oh ria.
"Kita ke meja makan sekarang abang gue udah nunggu". Ajak anggel.
Lalu mereka pergi ke meja makan. Sesampainya di meja makan lisa dan rara menjadi gugup karena harus makan bersama tuan muda yang terkenal tampan dan banyak di gilai wanita.
"Maaf lama bang". Kata anggel lalu duduk di samping varo.
"Tidak masalah". Kata varo dingin.
"Di mana micell?". Tanya varo.
"Di kamar bang ada pekerjaan yang harus dia cek". Jawab anggel.
"Oh, sambil menunggu micell ada yang ingin abang bicarakan sama kamu". Kata varo.
"Apa?". Tanya anggel.
"Besok abang harus kembali ke amerika". Jawab varo.
"Bukankah abang di sini 1 minggu?". Tanya anggel sedih.
__ADS_1
"Abang juga ingin menemani kamu lebih lama, tapi perusahaan sedang ada sedikit masalah". Jawab varo.
"Kan ada ayah dan juga kak vino". Kata anggel.
"Perusahaan sudah di serahkan ke abang, jadi kamu pasti mengerti maksud abang". Kata varo.
"Baiklah jika itu keputusan abang". Kata anggel pasrah.
"Maaf lama". Kata micell yang baru sampai.
"Tidak apa, lebih baik kita makan sekarang". Kata varo.
Lalu mereka makan dengan tenang dan sunyi. Setelah selesai makan siang lisa dan rara pamit pulang.
"Kita balik dulu ya, makasih makan siangnya". Pamit lisa.
"Sans aja". Kata anggel tersenyum.
"Tuan varo kami permisi dulu, dan makasih atas jamuannya". Kata rara.
"Tidak perlu seformal itu, kalian teman-temannya anggel, jadi kalian juga sudah seperti adikku jadi kalian bisa panggil kakak atau abang seperti anggel memanggil ku". Kata varo.
"Baiklah tu, eh kak kami pulang dulu". Pamit lisa.
"Hati-hati di jalan, dan sering-sering lah kesini untuk menemani anggel". Kata varo.
"Tentu kak". Jawab mereka serempak.
Setelah itu lisa dan rara pun pergi meninggalkan masion pradigma. Setelah kepergian mereka anggel langsung masuk ke kamarnya karena tadi micell bilang ada email penting yang harus ia cek.
__ADS_1
Bersambung.