
Ke esoka harinya.
Pagi ini varo akan kembali ke amerika, anggel sedih karena ia tidak bisa mengantarkan varo ke bandara karena dia harus ke sekolah. Tidak mungkin ia mengambil cuti karena ini hari ke duanya di sekolah.
"Maaf anggel nggak bisa anter abang ke bandara". Kata anggel sedih.
"Tidak masalah dek, kamu kan juga harus sekolah". Kata varo memegang pundak anggel.
"Hm, abang jangan lupa kabari anggel kalau sudah sampai". Kata anggel.
"Tentu, kamu jaga diri baik-baik di sini. Kalau ada apa- apa langsung hubungi abang". Pesan varo.
Anggel hanya menganggukkan kepalanya.
"Micell abang titip anggel, kamu juga jaga diri baik-baik". Kata varo ke micell.
"Siyap bang, salam untuk om dan tante". Kata micell. Varo hanya menganggukkan kepalanya.
"Abang berangkat dulu". Pamit varo sambil memeluk anggel lalu melambaikan tangannya.
Setelah kepergian varo, anggel dan micell masuk ke dalam mobil mereka karena mereka juga harus berangkat ke sekolah. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit mereka sampai di parkiran sekolah. Tak selang berapa lama mereka masuk ada 5 mobil lagi masuk. Mobil siapa lagi kalau bukan mobil lisa dan rara. Dan mobil beno dkk.
Anggel sengaja tidak turun dulu saat melihat mobil mereka masuk. Sedangkan micell sudah keluar terlebih dahulu.
__ADS_1
"Lo sudah disini saja?". Tanya rara pada micell.
"Gue juga baru sampai kok". Kata micell dingin.
"Terus di mana anggel?". Tanya lisa.
"Masih di dalam mobil". Jawab micell.
Mereka hanya ber oh ria.
Setelah beno dkk keluar dari mobilnya baru lah anggel keluar dari mobil dengan memakai kaca mata hitamnya dan jangan lupa dengan wajah datar dan coolnya. Semua siwa yang melihat pun menjadi histeris melihat gaya anggel yang semakin membuatnya cantik.
"Wah bidadari surga terlepas satu".
"Cantikan juga gue".
"Pada norak".
Dan masih banyak lagi cibiran-cibiran lainnya.
Tanpa menghiraukan cibiran-cibiran para murid anggel dkk berjalan menuju kelas. Tapi saat sampai di koridor sekolah mereka di hadang oleh sesil dkk.
"Hey lo murid baru nggak usah sok kecakepan deh di sini". Kata sesil sinis pada anggel dan micel. Terutama pada anggel.
__ADS_1
Sedangkan yang di ajak bicara diam saja dengan menatapnya dingin. Anggel hanya menyunggingkan senyumnya menjawab perkataan sesil.
"Lo bisu atau tuli sih, lo nggak denger sesil lagi bicara dengan lo". Kata salsa.
"Siapa sih yang sok kecantikan? Anggel? Wajar anggel begitu emang dia cantik kok". Kata rara.
"Hahaha, begini lo bilang cantik, cantikan juga gue". Kata sesil dengan bangganya.
"Muka seperti badut aja sombong". Guman micell pelan tapi masih di dengar oleh rara dan lisa.
"Apa lo bilang?". Tanya sesil emosi.
"Gue bilang muka lo seperti badut". Jawab micell santai yang langsung membuat semua yang melihatnya tertawa.
"Lo kalau ngomong suka benar cell,hahaha,". Kata rara dengan tawanya.
"Jaga bicara lo ya". Kata sesil emosi dan mulai mengangkat tangannya.
Tetapi sebelum tangan sesil mengenai micell ada tangan yang memegangnya. Siapa lagi kalau bukan tangan anggel. Saat anggel melihat sesil akan menampar micell ia langsung maju.
"Jangan pernah lo gunakan tangan kotor lo itu untuk menyentuh sahabat gue". Kata anggel penuh penekanan dan menepis tangan sesil.
"Lo...". Kata sesil terhenti saat anggel memotong perkataannya.
__ADS_1
Bersambung.