GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 47 MELEPASKAN TERSANGKA


__ADS_3

Micell pun kembali menghadap anggel. Anggel menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Kemudian ia kembali menatap sesil dan chelse dkk.


"Ada apa?". Tanya anggel dingin tanpa mengalihkan tatapan tajamnya pada tersangka.


"Ini bang varo mau bicara". Jawab micel sambil memberikan hpnya ke anggel.


"Tadi juga ngomongnya gitu, tapi malah hp nya di bawa pergi lagi". Sindir anggel.


"Ya sorry, ni". Kata micell menyerahkan hpnya.


Tanpa mengalihkan pandangannya anggel membuang nafasnya kasar, pertanda ia mencoba untuk tenang. Tidak mungkin ia berbicara dengan abangnya dengan emosi apalagi jika mengingat masalah yang terjadi.


"Hallo bang". Sapa anggel setelah menerima hp micell.


"Micell sudah ceritakan semuanya ke abang, sudah tidak usah di permasalahkan lagi abang tidak papa kok". Kata varo mencoba menenangkan anggel.


"Tapi bang...". Kata anggel terpotong.


"Sudah, abang sebenarnya juga marah tapi jangan sampai kemarahanmu membuat sekolah yang udah di dirikan ayah bunda hancur, pasti mereka akan kecewa jika tau itu". Kata varo mencoba memberi penjelasan.


Benar saja karena penjelasan varo yang menyangkut orang tuanya kemarahan anggel sedikit menurun, suasana juga sudah tidak setegang tadi.

__ADS_1


"Baiklah bang, anggel minta maaf". Kata anggel lembut yang membuat semua kaget karena anggel yang terkenal dingin bisa bicara lembut.


"Iy udah bawa saja mobil abang ke bengkel nanti biar abang yang bicara sama pihak bengkel". Perintah varo.


"Hm". Kata anggel singkat karena ia masih kesal.


"Iya udah abang tutup dulu telfonnya, kamu jaga diri baik-baik". Kata varo.


"Iya abang juga". Kata anggel lalu mematikan sambungan telefonnya.


Setelah itu anggel menyerahkan hpnya ke micell dan kembali ke 6 orang yang menjadi pelaku insiden tersebut.


"Kali ini kalian saya lepaskan, tapi jika lain kali kalian berulah lagi jangan harap kalian masih bisa melihat dunia lagi". Kata anggel memberi peringatan mereka hanya menganggukkan kepala mereka.


"Oke". Kata micell lalu menghubungi rangga.


"Aksa bilang pada aldi untuk kembali". Perintah anggel pada aksa.


"Siyap". Kata aksa lalu menghubungi aldi.


"Kalian semua bubar". Teriak anggel lalu semua pada bubar.

__ADS_1


Anggel pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kelas untuk mengambil tas. Lisa, rara, dan juga jordan dkk pergi mengejar anggel. Sedangkan micell masih di parkiran bersama aksa menunggu rangga datang. Di sisi lain beno dkk melihat kejadian tersebut makin membuat mereka penasaran siapa sebenarnya angge.


"Gila tuh cewek kalau marah ngeri juga". Kata kenzo.


"Sebenarnya siapa sih dia kenapa sepertinya pada takut padanya". Tanya alvin.


"Benar vin, kepsek aja tadi tidak berani apa-apa". Kata kenzo.


"Ben lo kenapa diam aja?". Tanya alvin pada beno sedangkan yang di tanya malah melamun.


"Entah kenapa gue merasa dia elica, tapi melihat sifat dingin dan kejamnya tadi masak iya elica berani melakukan itu". Batin beno.


"Beno hello, lo masih di sini kan?". Kata kenzo dengan nada tinggi.


"Hah, apa?". Tanya beno.


"Huff, kita ngoceh dari tadi malah bengong. Mikirin apa sih?". Tanya kenzo.


"Nggak papa". Jawab beno singkat.


Lalu mereka pergi ke kelas.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, komen, dan vote kak๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š


__ADS_2