GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB 61 JORDAN CEMBURU


__ADS_3

Di tanah air teman-teman anggel sedang berada di kelas karena jam kosong mereka sedang bersenda gurau. Selama anggel tidak ada sesil dan chelse dkk selalu membully anak-anak di sana. Lisa dan rara juga tidak bisa berbuat apa-apa selain sekali-kali membantu korban bullyan itu.


"Lis, selama anggel tidak ada mereka semakin menjadi jadi". Kata rara.


"Kamu benar ra, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa". Kata lisa.


"Emang anggel ada urusan apa sih samapai berhari-hari perginya?". Tanya julian.


"Dia pergi ke amerika jadi sudah pasti dia ada urusan keluarga". Jawab aksa tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone.


"Oh iya dia kan dari amerika kenapa gue lupa ya". Kata julian.


"Oh iya aksa apa anggel tidak ada mengabar i lo kapan dia kembali?". Tanya lisa.


"Tidak, tapi dia sering menghubungi kak aldi". Jawab aksa.


"Siapa aldi?". Tanya jordan yang tiba-tiba duduk di samping aksa yang mrmbuat mereka semua kaget.


"Hais, jordan bisa nggak suh lo nggak usah ngagetin?". Kata rara kesal.


"Kalian aja yang terlalu serius, aksa jawab pertanyaan gue tadi". Kata jordan.


"Penting buat lo?". Kata aksa balik bertanya yang langsung membuat teman-teman yang lain tertawa.


"Hahaha, aksa lo itu nggak peka banget sih, si jordan itu sedang cemburu". Kata julian di sela-sela tawanya.


"Gue nggak cemburu gue hanya ingin tahu aja". Elak jordan.


"Udah deh jo nggak usah ngelak udah kelihatan juga kalau lo itu sedang cemburu, buktinya dari tadi kita bahas anggel lo main aja di belakang, tapi saat mendengar anggel menghubungi cowok lain lo langsung respon". Kata marcell panjang lebar.

__ADS_1


"Benar kata marcell". Kata rara membenarkan ucapan marcell.


"Kak aldi itu kakak angkat anggel". Jawab aksa singkat.


"Pertanyaan sudah dari tadi masih di jawab aja tuh anak". Kata julian.


Sedangkan jordan hanya ber oh ria.


"Ngegame aja yuk gabut ni". Ajak marcell. Semua pun memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa?". Tanya marcell heran.


"Lo nggak salah makan kan cell?". Tanya julian.


"Tidak, emang kenapa?". Tanya balik marcell.


"Nggak papa sih tumben aja lo ngajak main game gitu". Jawab lisa.


"Kuy lah". Kata mereka serempak.


Mereka pun aksik main game hingga tiba-tiba ada yang telfon di ponsel aksa.


"Anj*r siapa yang terlfon sih AFK kan gue". Umpat aksa.


"Hahaha, rasain tuh". Ejek julian.


Aksa hanya mendengus kesal, lalu ia melihat siapa yang telfon.


@Micella calling....

__ADS_1


"Hallo". Kata aksa saat sudah tersambung.


"Dari mana aja lo di hubungi nggak di angkat-angkat?". Omel micell di sebrang sana.


"Maaf, lagi ngegame, ada apa?". Tanya aksa.


"Sepulang sekolah langsung ke markas jangan keluyuran, ini perintah anggel, dan bilang juga ke rara dan lisa untuk datang ke markas ada yang ingin anggel sampaikan, oke". Kata micell panjang lebar. Dan langsung memutuskan panggilannya sepihak.


"Ni orang salah makan kali ya di sana". Guman aksa.


"Siapa?". Tanya jordan tanpa mengalikan pandangannya.


"Micell". Jawab aksa singkat. Jo hanya ber oh ria.


"Eh jo lo bantuin gue napa". Kata julian.


"Apaan lo aja dari tadi maju mundur mulu". Saut jordan.


"Kalian sama aja, lihat dong gue sama rara hampir menang". Kata lisa.


"Eh eh eh marcell jangan ngumpet dong lo". Omel rara.


"Kalau gue keluar gue pasti mati ra". Kata marcell yang langsung membuat mereka menganga.


"Yaaah AFK kan, lo si cell". Omel rara.


"Kok gue?". Bingung marcell.


Mereka pun jadi berdebat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2