GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN

GADIS CANTIK BERDARAH DINGIN
BAB XXVIII MERASA SESAK


__ADS_3

Saat anggel akan menginjakkan kakinya ia sedikit merasakan sesak di hatinya. Kejadian beberapa bulan lalu kembali terngiang di fikirannya. Varo yang melihat adiknya nampak ragu pun memegang kedua bahunya.


"Kamu pasti kuat". Kata varo pelan.


Anggel hanya menatap varo dengan nanar. Dan varo pun menganggukkan kepalanya.


Setelah itu anggel pun menginjakkan kakinya lagi di indonesia, di tanah kelahirannya.


"Ayo". Ajak varo. Anggel hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju mobil.


Saat sampai di parkiran rangga dan bisma telah siap berdiri di mobil masing-masing.


"Bang, aku menemui rangga dulu, abang tunggu di mobil saja dulu". Kata anggel.


"Baiklah". Kata varo.


Lalu anggel dan micell mengahampiri rangga. Rangga yang melihat bosnya datang pun memberi hormat.


"Seharusnya kakak nggak usah jemput aku di bandara". Kata anggel setelah di depan rangga.


"Mana aku tau nggel, albert bilang kamu mau datang, dan aku di suruh jemput di bandara". Kata rangga.


"Emang albert tidak bilang kalau bang varo ikut kesini?". Tanya micell.Dan rangga hanya mengelengkan kepalanya.


"Kak rangga pulang saja, aku dan micell ikut mobil bang varo, dan mungkin kita belum bisa datang ke kantor dulu". Kata anggel.

__ADS_1


"Huff, baiklah". Kata rangga pasrah.


"Kalau begitu kita permisi dulu". Kata micell lalu mereka pergi ke mobil varo.


Setelah itu mobil varo melesat meninggalkan bandara. Sepanjang perjalanan anggel hanya menatap ke luar jendela.


"Tak ada yang berubah keadaan di sini". Batin anggel.


Lalu mereka pun sampai di masion keluarga pradigma. Semua pelayan telah berbaris rapi menyambut kedatangan tuan muda dan nona muda mereka.


"Selamat datang tuan dan nona muda". Ucap kepala pelajan yang bernama pak min.


"Makasih pak min". Jawab anggel.


Setelah itu mereka masuk dan duduk di ruang keluarga.


"Iya bang". Jawab anggel.


"Untuk micell kamar kamu ada di lantai 2, kamu tidak masalah kan harus menempati kamar tamu". Kata varo.


"Tidak masalah bang, yang penting bisa buat istirahat". Kata micell tersenyum.


"Baiklah, abang istirahat dulu, kalian juga cepat istirahat". Kata varo yang diangguki anggel dan micell. Setelah itu varo pergi ke kamarnya.


Setelah kepergian varo anggel dan micell berbicara untuk membahas kegiatannya selanjutnya.

__ADS_1


"Besok kita akan datang ke sekolah, apa semua sudah siap?". Tanya anggel.


"Sudah, dan mobil yang akan kita kendarai besok pagi akan siap di depan masion". Jawab micell.


"Baguslah, kita bawa mobil sendiri-sendiri kan?". Tanya anggel.


"Iya, gue udah tau apa yang lo inginkan". Jawab micell.


"Ingat jangan sampai ada yang tau identitas gue yang sebenarnya, gue tidak ingin semua berantakan". Kata anggel.


"Lo tenang aja tidak akan ada yang tau, tapi bagaimana dengan teman-teman lo, mereka pasti mengenali muka lo, meskipun penampila lo sudah berubah sekarang". Tanya micell.


"Soal itu biarkan saja, jika memang mereka masih mengenali gue itu tandanya mereka benar-benar sahabat terbaik gue, tapi..". Kata anggel menggantung.


"Tapi apa?". Tanya micell yang penasaran.


"Tapi gue masih belum tau mereka percaya sama gue atau tidak". Kata anggel.


"Jika memang mereka sahabat terbaik lo pasti mereka akan percaya sama lo". Kata micell menenangkan.


"Semoga saja, ya udah kita istirahat sekarang". Kata anggel.


"Oke". Jawab micell.


Lalu mereka menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2