GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Terima Kasih Kai


__ADS_3

"Bagaimana Kai?Apa reaksi Mama?",tanya Rama saat ia telah tiba di rumahnya.Buru-buru Rama segera menanyai Kaila karena sudah didesak menikah oleh Andara,kekasihnya.


"Nyonya Agatha menolak permintaan saya Tuan,Maaf",lirih Kaila dengan tatapan menunduk.Ia merasa bersalah karena telah gagal membujuk Agatha.Padahal Rama sangat menginginkan batalnya rencana mamanya hingga ia bisa menikahi Andara tanpa gangguan darinya.Kini Kaila merasa bahwa ia telah menjadi beban untuk Rama.


Rama menarik nafas panjang dan menghembuskannya keluar.Ini telah terprediksi oleh Rama sebelumnya.Ketika Mamanya membuat keputusan,akan sangat sulit untuk dibantah.


"Baiklah,keluarlah dari kamarku!Aku ingin istirahat!",usir Rama halus pada Kaila.Ia tak ingin Kaila tersinggung atas ucapannya.


"Apa Tuan sudah makan malam?Saya akan menyiapkannya untuk Tuan",tawar Kaila karena biasanya Rama tak pernah melewatkan makan malamnya di rumah usai bekerja.


"Tidak perlu!Tadi saya sudah makan sama Andara",jawab Rama singkat.Entah kenapa dada Kaila terasa nyeri mendengar ucapan dari Rama tersebut.Kaila menepis rasa tidak suka saat Rama menyebut nama Andara karena hanya wanita itulah yang diharapkan oleh Rama,bukan dirinya.


Rama bernafas lega saat memandangi punggung Kaila menjauh dari kamarnya.Hari ini kepalanya terasa sangat pusing,ia hanya ingin mengistirahatkan tubuhnya di king size miliknya.


Sementara Kaila berhenti di depan pintu Rama.Menyandarkan tubuhnya disana dan memegang dadanya yang terasa sesak.


'Ya Tuhan!Apa yang harus aku lakukan?Aku tak sanggup melihat Tuan Rama kecewa seperti tadi?Aku merasa seperti benalu di rumah ini!',jerit Kaila didalam hati.Tak terasa beberapa butir kristal bening meluncur dari kelopak matanya.


Kaila tak menyadari kalau ada dua pasang mata yang memperhatikannya.Mereka berdua adalah Heri dan Agatha.

__ADS_1


"Kenapa putra kita begitu bodoh Pa hingga tak pernah menyadari kalau ada berlian yang selalu ia sia-siakan",kata Agatha pada suaminya.Ia yakin kalau Kaila menangis karena sikap putranya.


Mendengar penuturan istrinya,Heri menggenggam tangan istrinya dengan lembut untuk menguatkannya.


"Mama tenang saja!Cepat atau lambat putra kita akan sadar bahwa ia mengagumi wanita yang salah",jawab Heri saat meyakinkan istrinya.


**********


Kening Rama masih berdenyut dari semalam.Banyak pikiran dan permintaan Andara membuat kondisi tubuhnya benar-benar drop.


"Anda sakit Tuan?Apa Anda demam Tuan Rama?",tanya Kaila saat melihat wajah Rama yang memucat.Badan Rama masih di tutupi selimut tebal yang membungkus tubuhnya.Kaila begitu kaget saat melihat kondisi Rama yang lemah seperti itu.Tangan Kaila di tempelkan pada dahi Rama.Dan benar saja,suhu tubuh Rama sangat panas saat itu.


"Halo Tuan Rama?Ada hal yang bisa saya bantu?",tanya Edo saat mengetahui ponselnya berdering.


"Edo,Tuan Rama sedang sakit!Beliau menyuruh Anda menghandle pekerjaannya karena hari ini beliau tidak ke kantor",jawab Kaila seperti apa yang diperintahkan oleh Rama.Kaila terpaksa menggunakan bahasa formal karena Rama memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi.


"Kaila??Ini beneran suara kamu Kai?Sungguh manis suaramu Kai di gendang telingaku!Mimpi apa aku semalam Kai hingga pagi-pagi aku dikejutkan dengan suara indahmu ",canda Edo yang terdengar begitu antusias saat mengetahui kalau yang menelfonnya adalah Kaila,bukan bosnya yang garang dan suka memerintah seenaknya itu.


Tidak suka dengan candaan Edo,Rama merebut ponsel di tangan Kaila dan mematikannya sepihak.Rama tak ingin Kaila yang polos terjebak dengan gombalan buaya milik Edo.

__ADS_1


Kaila hanya diam melihat gerak Rama yang begitu cepat.Namun begitu,ia tak berani untuk bertanya.


"Bagaimana kalau dikompres saja Tuan?Anda sedang demam saat ini!Atau saya telfonkan Dokter?",tanya Kaila yang tak mampu menyembunyikan kekhawatirannya atas keadaan Rama.Laki-laki itu malah tersenyum menatap Kaila.Rama senang Kaila perhatian terhadapnya.


"Aku mau dikompres saja!Tak usah memanggil Dokter",titah Rama yang segera diangguki oleh Kaila.


Seharian itu,Kaila benar-benar mengurus Rama dengan baik.Setelah mengompres,Kaila membuatkan bubur dan teh hangat untuk Rama. Kaila juga menyiapkan obat demam agar diminum oleh Rama.Untunglah,Rama menurut.Dalam hati Kaila bahagia,karena bisa dekat dengan pemuda tampan dan baik hati yang telah menolongnya di masa lalu tersebut.


"Bagaimana keadaanmu Nak?Apa sudah baikan?Kenapa tidak memanggil Dokter Wisnu saja?",sapa Agatha saat mengetahui dari Kaila bahwa putranya sakit.


"Tidak perlu Ma!Kaila sudah merawat aku dengan baik!Saat ini badanku sudah terasa mendingan Ma!",jawab Rama yang kini terasa lebih baikan dari sebelumnya.


"Katakan terima kasih pada Kaila Nak!Berkat dia demammu turun",saran Heri pada putranya.


Kaila yang saat itu berdiri merasa tak enak hati.


"Terima kasih Kai!Kamu sudah merawatku dengan baik",kata Rama dengan sungguh-sungguh.Kali ini Rama benar-benar merasakan ketulusan hati gadis didepannya inj.


"Iya Tuan",jawab Kaila dengan malu-malu.

__ADS_1


__ADS_2