GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Kamu Istriku


__ADS_3

"Lingerie!",seru Rama yang membuat Kaila menoleh padanya.


"Ya Ampun Kak....Aku masih belum pakai ****.Kenapa Kakak kesini?",tanya Kaila gugup seraya menyilangkan tangannya untuk menutupi tubuh bagian atasnya karena ia saat ini hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.


Glek,Rama menelan salivanya secara kasar kala melihat betapa mulusnya tubuh sang istri.


Dengan gerakan cepat,Rama mendekat pada sang istri tercinta.


"Sayang,kenapa mesti di tutupiApakah kamu lupa bahwa kamu sudah menjadi istriku?",tanya Rama dengan tatapan menggoda,tangannya ia gunakan untuk menghentikan gerakan kedua tangan sang istri yang saat ini menyilangkan tangannya diatas dadanya.Ia sangat bahagia bila bisa membuat wajah sang istri memerah seperti buah chery.Rama mengecup sekilas bibir Kaila,dan semakin mendekat ke arah istrinya.


"Cepat pakailah bajunya Kai atau mau aku yang makein?" tanya Rama yang sebenarnya tak ingin melakukan aktifitas pertama mereka di kamar mandi.


"Hah???Enggak usah Kak!Aku bisa sendiri",tolak Kaila yang kembali membuat Rama terkekeh.Niatnya tadi Rama hanya ingin menggoda Kaila,namun sekarang ia malah terbakar gairah hanya karena menyaksikan tubuh Kaila yang terekspos di depan matanya.Matanya tanpa kedip menatap Kaila seakan hendak menerkamnya saat ini juga.


"Kau tahu Kay....Aku tak sabar kamu memakai baju ini.Pakailah bajunya Sayang dan tunggu aku di sana ya",tunjuk Rama pada ranjang mereka.

__ADS_1


"Ish Kak Rama mesum",teriak Kaila seraya melepaskan lilitan tangan Rama.


Kaila buru-buru lari dan terlepas dari rengkuhan Rama dengan degup jantung yang tak beraturan.Ia tahu kode seperti itu.Suaminya pasti akan meminta haknya malam ini juga.Tapi Kaila merasa takut,karena menurut buku yang pernah ia baca bahwa malam pertama akan terasa sangat sakit untuknya nanti.


Kaila segera pergi ke ruang ganti yang ada di kamar suaminya tersebut.Berkali-kali mematut dirinya didepan cermin.Menurutnya,ia terasa aneh karena hanya menggunakan baju tipis dan sangat menerawang.Tentu saja,Kaila merasa tak percaya diri.Gaun itu terlalu kecil untuknya.Entahlah.Tapi karena ingin membahagiakan sang suami,Kaila tetap juga memakainya.


Usai merasa rapi,Kaila buru-buru ke Kingsize milik suaminya yang sudah dihias sedemikian rupa.Kaila segera menarik selimut dan menutupi seluruh badannya dengan selimut berwarna putih tersebut.


Ceklek,


"Kenapa Kay?Kau ingin mengatakan kalau suamimu ini sangat tampan bukan?",tanya Rama sembari merengkuh tubuh sang istri kembali usai ia mandi.Rama tahu pasti istrinya sangat malu memakai baju pemberiannya dan menutupi tubuhnya dengan selimut seperti ini.Ada-ada saja tingkahnya,pikir Rama sembari terkekeh dalam hati.


"Ish...Ge er",jawab Kaila sembari tersenyum.Sejenak,keduanya beradu pandang.Wajah Rama makin mengikis jarak dengan wajah istrinya.


Rama kembali mencium bibir istrinya dengan lembut.Lama-lama ciuman itu makin menuntut.Karena sudah terbakar gairah,Rama pun segera meminta ijin pada Kaila.

__ADS_1


"Sayang,malam ini biarkan aku melakukannya ya!",ijin Rama dengan lembut meskipun kabut gairah sedang menyerangnya saat ini.


Kaila mengangguk pelan sebagai jawabannya.Perasaan haru sekaligus bahagia lebih mendominasi hati Kaila hingga ia akan memberikan apapun yang Rama inginkan.


Rama kembali membungkam mulut Kaila dengan lembut seraya membuka selimut yang terbalut pada tubuh sang istri.


"Malam ini kamu terlihat sangat cantik Sayang!Terima kasih karena telah menjadi bagian dari hidupku",bisik Rama dengan binar bahagia kala melihat betapa sempurnanya tubuh sang.istri yang hanya terbalut lingeri seksi pemberiannya.


Rama kembali memberikan ciuman bertubi-tubi pada sang istri,kemudian tangannya mulai bergerak lincah mengikuti naluri kelelakiannya.Menghisap leher sang istri,sementara tangannya menemukan pepaya muda istrinya yang baru kali ini ia sentuh.


Lenguhan yang keluar dari bibir istrinya,membuat Rama makin bersemangat.


"Aku mencintaimu istriku",bisik Rama saat ia menyatukan miliknya dengan Kaila.Ia berharap Kaila akan menjadi miliknya selamanya.


Kaila menjerit karena ini benar-benar sakit bahkan Rama harus merelakan punggungnya menjadi cakaran Kaila malam itu.

__ADS_1


Keduanya melakukan aktifitas panas dengan diiringi ******* yang saling bersahutan di kamar mereka.


__ADS_2