GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Restu Orang Tua


__ADS_3

"Sini biar aku pakaikan sabuk pengamannya Sayang",ujar Rama yang sedari awal telah membantu Kaila saat masuk ke mobil dan dengan gerakan lincahnya ia mulai memakaikan sabuk pengaman di pinggang Kaila dengan lembut.


Deg,


Deru nafas keduanya serasa tak beraturan.Sejenak,netra keduanya saling terkunci dengan pikiran masing-masing.Namun,sejenak kemudian Rama segera memposisikan dirinya ke arah kursi kemudi.Bibirnya membentuk sebuah lengkungan,pemuda tampan itu tersenyum tipis ke arah Kaila.


Hal itu lantas membuat kekaguman Kaila makin bertambah dari biasanya dan juga salah tingkah pastinya.Mungkin mulut dan pikirannya memang tak pernah seirama.Di satu sisi,ia begitu menginginkan Rama membuktikan keseriusannya,namun disisi lain sekecil apapun yang Rama lakukan padanya nyatanya telah membuat hatinya meledak-ledak.Kaila tak menampik kalau rasa sayangnya pada Rama makin bertambah saat ini hanya karena kelembutan yang ditunjukkan oleh Rama barusan.


Dan satu hal lagi yang makin membuatnya tercengang,Rama memanggilnya 'Sayang'.


Ah rasanya Kaila ingin menepuk jidatnya sendiri agar ia terbangun dari khayalannya bila ia sedang berkhayal.Namun,nyatanya saat ini ia benar-benar sedang tidak berkhayal dan laki-laki itu benar-benar memanggilnya seperti itu.


"Kenapa?Kamu masih gugup Kay?",tanya Rama dengan senyum mengejek.


"Eng..ggak",jawab Kaila terbata dengan rona yang masih bersemu merah.


Diperjalanan pulang,Rama tak henti-hentinya menggoda Kaila yang saat ini telah menjadi kekasihnya.Perhatian dan sikap lembut mulai ia tunjukkan pada Kaila demi mendapatkan kembali hati wanita yang kini telah mengisi relung hatinya tersebut.


"Apa Kak Rama akan memberi tahu hubungan kita pada Mama dan Papa?",tanya Kaila saat mereka berdua dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Iya...Tentu saja!Untuk apa di tutupi lagi Kay",jawab Rama yang merasa yakin dengan keputusannya.


"Apa tidak terlalu terburu-buru Kak?Dan juga Kak Rama kan juga belum memberi tahu mereka tentang pembatalan pertunangan dengan Kak Andara",ucap Kaila dengan ekspresi tenang padahal perasaannya saat ini sedang dag dig dug tak karuan.


"Kamu tenang saja Kay!Semuanya akan baik-baik saja....Percayalah",tutur Rama untuk menghapus kegalauan pada diri Kaila.


Setelah itu Kaila tak berkata lagi,rasa kantuk yang menyerangnya malah membuatnya tertidur di mobil.


"Dasar putri tidur",gumam Rama lirih saat melihat Kaila terlelap di sampingnya.


Rama meraih tangan Kaila dan mengecup punggung tangan kekasihnya itu.


Rama memperhatikan mata teduh yang sedang terlelap itu begitu membuatnya bahagia.Ia baru sadar kalau rasa cinta itu telah tumbuh jauh sebelum hari ini.Yah,tanpa ia sadari,Kaila adalah gadis pertama yang benar-benar dicintainya dengan tulus.


********


Setiba di rumahnya,Rama segera meletakkan tubuh Kaila di kamar gadis bertubuh tambun itu dengan hati-hati.Ia tidak ingin Kaila terbangun dari tidurnya karena yang ia tahu Kaila sedang lelah dan sakit.


Agatha dan Hery yang melihat sikap keanehan yang di tunjukkan putranya segera memanggil Rama ke ruang keluarga.

__ADS_1


"Ada apa dengan Kaila Nak?Kenapa kamu menggendongnya?",tanya Agatha pada putranya dengan raut wajah khawatir.


"Kakinya terkilir Ma saat di kampus tadi!Tapi aku sudah membawanya ke rumah sakit",jawab Rama jujur.


Kini ketiganya sedang berbincang santai di sofa ruang keluarga.


"Ma,Pa ada hal yang ingin aku bicarakan!",tutur Rama dengan ekspresi tenang pada kedua orang tuanya.


Rama berupaya menjelaskan semuanya pada kedua orang tuanya,termasuk juga pembatalan pertunangannya dengan Andara dan juga perasaannya pada Kaila.


Agatha dan Hery malah terlihat senang usai mendengar penuturan putranya.


"Papa akan mengurus semuanya Rama!Kamu tidak usah khawatir!Keluarga Andara tidak mungkin bisa berkutik dihadapan kita",ujar Hery sembari menepuk lengan putranya.Dengan kekuasaannya,Hery berkeyakinan akan menutup mulut keluarga Andara bila nanti mereka tak mau menerima keputusan Rama yang mendadak ini.


Berbeda dengan Hery,Agatha malah berkaca-kaca sàat melihat putranya.


"Mama bahagia kamu mengambil keputusan ini Sayang!Karena sedari awal Mama memang hanya ingin kamu menikah dengan Kaila.Dia gadis yang sangat istimewa Boy!Jadi jangan sia-siakan dia",nasehat Agatha pada putra tunggalnya tersebut.


"Itu pasti Ma!",jawab Rama patuh.

__ADS_1


__ADS_2